Wagub Banten Apresiasi Relawan PPNI Peduli Korban Gempa Tsunami

Grha Perawat Jakarta Selatan Telah Resmi Penggunaannya
24 Desember 2018
Ketua DPW PPNI Lampung Kunjungi Dampak Korban Tsunami
26 Desember 2018
Show all

Wagub Banten Apresiasi Relawan PPNI Peduli Korban Gempa Tsunami

Wartaperawat.com – Rasa duka dialami kembali oleh masyarakat Indonesia, setelah terkabar adanya gempa tsunami di Selat Sunda yang menyebabkan penduduk maupun pendatang yang sedang berada di pinggiran pantai menjadi korban. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Serang dan Pandeglang pada hari Sabtu malam (22/12/2018) jam 21.27 WIB.

Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat jumlah korban akibat tsunami di Selat Sunda, hingga hari Senin (24/12/2018) jam 17.00 WIB, sementara korban sebanyak 373 orang meninggal, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang dan 5.665 orang mengungsi.

Bentuk kerugian fisik akibat tsunami terdata 681 rumah rusak, 69 hotel dan villa rusak, 420 perahu dan kapal rusak, 60 warung dan toko rusak serta puluhan kendaraan rusak.

Setelah mengetahui kondisi gempa tsunami Selat Sunda tersebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bersama DPW PPNI Provinsi Banten telah melakukan kordinasi berkaitan dengan teknis dalam penanganan dampak korban tsunami.

Dalam mengatasi kejadian ini, Ketua DPW PPNI Provinsi Banten H. Ahmad Darajat bersama Ketua Bidang Pelayanan DPW PPNI Banten Siti Komariah saling berkoordinasi dalam memberikan bantuan medis di wilayah dampak korban sejak diketahui awal kejadian.

Untuk sementara posko pelayanan yang diberikan relawan PPNI dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Kepedulian dan solidaritas rekan PPNI juga ditunjukkan oleh DPW PPNI DKI Jakarta, DPW PPNI Jawa Barat dan DPD PPNI Kabupaten Bogor, di hari ketiga, Senin (24/12/2018), dengan mengirimkan bantuan perawat ahli yang berkompeten maupun logistik ke wilayah yang berdampak tsunami.

Berkaitan dengan peran PPNI yang cepat tanggap terhadap kejadian bencana dan solidaritas yang tinggi dari rekan PPNI dari wilayah di luar provinsi Banten ditanggapi dengan baik oleh Wakil Gubernur Provinsi Banten H. Andika Hazrumy, dikesempatan pertemuan di Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018).

Wagub Banten ini mengatakan bahwa dalam kondisi evakuasi dan juga penanganan korban gempa ini, diperlukan adanya tim medis, salah satunya adalah perawat. Pemda Banten telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk mendorong tim medis agar dapat membantu di setiap titik posko-posko Provinsi dalam penanganan bantuan korban gempa.

Dijelaskan Andika, berkaitan dengan masalah ini, Dinkes Banten juga mendorong dan berharap adanya peran dokter maupun perawat yang memang selama ini diperlukan di layanan kesehatan termasuk penanganan korban gempa.

Dari pengamatannya mulai kemarin, Minggu (23/12/2018), dari kontek evakuasi korban, masih kurangnya tenaga medis di lokasi gempa. Dengan kondisi saat ini, berharap dan diperlukan adanya sinergitas baik pemerintah maupun PPNI, yang juga menjadi salah satu kekuatan dalam penanganan dan penanggulangan bencana di Kabupaten Serang maupun Pandeglang.

Sehubungan dengan bantuan relawan perawat asal PPNI DKI Jakarta dan daerah yang lainnya. Andika mengucapkan terima kasih atas bantuan, empati, simpati yang diberikan oleh rekan PPNI dari Jakarta maupun daerah lain terhadap kepedulian korban bencana.

Wagub Banten juga mengungkapkan bahwa bantuan tersebut merupakan salah bentuk support dan kekuatan bagi Pemda untuk menangani dan menolong korban.

Di kesempatan pertemuan ini, Wagub Andika memohon dan minta doa agar Kabupaten Serang dan Pandeglang segera bangkit dari musibah ini. Dengan membaiknya dalam segi mentalitas para korban, stabilitas ekonomi daerah yang memang menjadi salah satu tulang punggung kabupaten ini di sektor pariwisata yaitu daerah Anyer dan Carita.

Sementara itu, Pemantaun posko dilakukan langsung oleh Ketua DPW PPNI Provinsi Banten bersama Hj. Nuriah Ketua DPD PPNI Pandeglang untuk mengetahui sejauh mana pelayanan yang telah diberikan anggota perawat yang bertugas secara rotasi dari perwakilan anggota dan pengurus DPD dari Kota/Kabupaten se Provinsi Banten.

Untuk sementara posko PPNI di tempatkan di Puskesmas Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, yang sebelumnya menjadi tempat rujukan pertama sebelum di bawah ke RS rujukan.  (IM)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: