“Trauma Healing” Korban Gempa Di Sulteng Dibantu Perawat RSPP Jakarta

Keren ! Hak Cipta Lagu MARS PPNI Resmi Milik PPNI
9 Oktober 2018
PPNI Makassar Layani Posko Kesehatan Bagi Pengungsi Asal Sulteng
11 Oktober 2018
Show all

“Trauma Healing” Korban Gempa Di Sulteng Dibantu Perawat RSPP Jakarta

Wartaperawat.com – Rasa kepedulian maupun bantuan terhadap korban bencana akibat gempa dan tsunami di wilayah Palu, Donggala dan sekitarnya terus berdatangan dari awal kejadian hingga saat ini. Dari berbagai pihak, bantuan yang didatangkan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap bencana tersebut agar cepat kembali pulih dan normal.

Dalam hal ini, pihak Pertamina Peduli turut mengirimkan juga bantuan tenaga medis, perawat dan farmasi yang berasal dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Pertamedika-IHC untuk membantu dampak korban di Palu dan sekitarnya.

Dari tim kesehatan melalui Wadir Keperawatan RSPP menunjuk perawat perwakilan dari DPK (komisariat) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RSPP sejumlah 2 orang untuk andil dalam pengiriman bantuan ke Palu dan sekitarnya.

Tim RSPP Pertamedika -IHC berjumlah 4 orang yang terdiri dari : 1 orang dokter, 2 orang perawat dan 1 orang farmasi.

Tim berangkat pada hari Minggu (30/9/2018) ke Makassar melalui pesawat udara dan dari Makassar ke Palu melalui laut, dengan menumpang KRI Makassar karena bandara di Palu pada saat itu belum dapat beroperasi.

Setibanya di lokasi kejadian, Tim RSPP Pertamedika-IHC bergabung dengan Tim Pertamina Peduli Gempa Sulteng.

Perawat RSPP aktif melakukan bantuan perawatan pada korban yang diberikan dalam kegiatan Pertamina Peduli terutama kepada korban yang memerlukan perawatan dan pengobatan pasca terjadinya gempa tsunami.

Perawat dan Dokter melakukan perawatan, tidak hanya di posko namun mereka melakukan mobile clinic di daerah yang sulit dijangkau dengan berjalan kaki.

Menurut informasi dari TIM Relawan RSPP Pertamedika-IHC (Pertamina Peduli Gempa Sulteng),   korban yang datang untuk berobat di Posko Pertamina Peduli dalam sehari antara 60 sampai 80 orang.

Dengan banyaknya anak-anak yang menjadi korban gempa di sekitar posko, membuat Tim terpanggil untuk melakukan Trauma Healing dengan melakukan terapi bermain pada anak-anak agar mereka terhibur dan segera melupakan trauma yang mereka alami.

Trauma healing merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain untuk mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis yang sedang dialami yang diakibatkan syok atau trauma.

Melalui kepedulian yang tinggi dari berbagai pihak terhadap dampak korban di Palu, yang mengalami musibah diharapkan kondisi korban dapat diatasi dengan baik, terutama anak-anak agar tidak mengalami trauma yang berkepanjangan. Diharapkan pula, nantinya anak-anak dapat beraktifitas kembali seperti biasanya. (IM)

 

 

Sumber : Wadir Keperawatan RSPP Jakarta

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: