PPNI Makassar Layani Posko Kesehatan Bagi Pengungsi Asal Sulteng

“Trauma Healing” Korban Gempa Di Sulteng Dibantu Perawat RSPP Jakarta
10 Oktober 2018
Audiensi DPLN PPNI Qatar & AIPNI : Ungkap Masalah Perawat Terkini
12 Oktober 2018
Show all

PPNI Makassar Layani Posko Kesehatan Bagi Pengungsi Asal Sulteng

Wartaperawat.com – Dengan adanya keberadaan pengungsi yang berasal dari dampak korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah diperlukan penanganan kesehatan dan pemberian logistik secara baik dan terkoordinasi.

Dalam hal ini, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI ) Kota Makassar berinisiatif membuka Posko Relawan Kesehatan bagi pengungsi yang dipusatkan di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan.

Para relawan perawat dari berbagai rumah sakit yang berada di Kota Makassar turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, perawatan luka dan memberikan sumbangan kebutuhan pokok kepada pengungsi.

Posko yang mulai bekerja sejak pengungsi datang dari Sulawesi Tengah ini adalah program pengabdian masyarakat dari PPNI Kota Makassar dan juga sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat korban bencana alam untuk tetap mendapatkan layanan kesehatan dengan baik selama di pengungsian.

Kehadiran Posko Kesehatan PPNI Kota Makassar sebagai bentuk kepedulian PPNI Kota Makassar dalam menjalankan misi kemanusiaan. Upaya ini diharapkan dapat membantu para korban bencana gempa dan tsunami yang ada di Asrama Haji, berdasarkan laporan dari Ketua DPD PPNI Kota Makassar Hamzah Tasa kepada Pengurus DPW PPNI Sulawesi Selatan.

Untuk perawat yang bertugas terdiri dari 3 shift jaga yaitu : pagi, siang dan malam hari yang telah diatur oleh Komisariat PPNI se- Kota Makassar dan perawat dari beberapa rumah sakit serta Dinas Kesehatan Kota Makassar yang berjumlah 5 – 6 orang per shift, yang terus memberikan layanan Kesehatan seperti : perawatan luka dan konseling.

Pada kesempatan yang sama, menurut Koordinator Posko PPNI Kota Makassar Mady Irawan, menerangkan pula bahwa saat diketahui pengungsi berada di Asrama Haji, PPNI Kota Makassar langsung membentuk satuan tugas penanganan bencana, diantaranya : merawat luka dan beberapa tindakan keperawatan lainnya, termasuk memulihkan mental pengungsi akibat trauma pasca gempa.

Dilokasi Posko Kesehatan, PPNI Kota Makassar juga bersinergis dengan organisasi profesi lainnya, seperti : IAI dan IDI dalam memberikan layanan kesehatan.

Bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah ini menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai provinsi terdampak bencana dengan banyaknya pengungsi dan korban yang dikirim ke provinsi tersebut.

Dengan adanya kondisi inilah, langsung mendapatkan respon dari Pengurus DPW PPNI Sul Sel, dengan cara membuat himbauan kepada seluruh DPD PPNI Kabupaten/Kota se Sul Sel untuk pro aktif mengambil bagian dalam memberikan bantuan kepada korban bencana dan tsunami di Sul Teng.

Menurut pemantauannya, Abdul Rakhmat (Ketua DPW PPNI Sul Sel), melalui pesan tertulisnya, Rabu (10/10/2018), menyampaikan bahwa semua kabupaten/kota telah berpartisipasi aktif baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penanganan bencana di Palu dan sekitarnya.

Ia menganggap kegiatan yang dilakukan tentunya sesuai komitmen PPNI untuk selalu hadir dari setiap permasalahan yang ada di masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir dari BNPB, Rabu (10/10), Jumlah korban meninggal mencapai 2.045 orang, sementara pengungsi sejauh ini sebanyak 82.775 orang, sedangkan di luar Sulawesi Tengah ada 8.731 orang.

Hari Rabu (10/10) merupakan hari terakhir upaya evakuasi, pencarian dan penyelamatan, dikarenakan jenazah sudah terlalu parah kondisinya dan tak akan bisa dikenali. (IM)

 

Sumber : Ketua DPW PPNI Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: