Problem Banyak Minum Air & Tukar Gelang Identitas Jadi Perhatian Jemaah Haji

Pada Era Disrupsi, Ketum DPP PPNI Jelaskan Kontribusi Keperawatan Di RS
19 Juli 2018
Anak Remaja Putri Terkena Tumor Ganas Tulang, Ditolong Tanpa Amputasi
21 Juli 2018
Show all

Problem Banyak Minum Air & Tukar Gelang Identitas Jadi Perhatian Jemaah Haji

Wartaperawat.com – Kehadiran tenaga kesehatan haji Indonesia dalam pelaksanaan musim haji tahun 2018/1439 H sangat dibutuhkan oleh jemaah haji. Dengan mengikuti pelatihan yang dilakukan di tanah air, sebelum pemberangkatan diharapkan para tenaga kesehatan sudah sigap dan cepat mengatasi berbagai permasalahan kesehatan jemaah haji.

Perbedaan cuaca yang berbeda antara Indonesia dengan Saudi Arabia, terkadang mengakibatkan kondisi jemaah haji mengalami masalah. Situasi ini perlu diantisipasi oleh para jemaah haji agar kesehatannya terjaga.

Dengan pengalamanan yang biasa dilakukan oleh tenaga kesehatan haji, setidaknya dapat membantu masalah kesehatan para jemaah haji Indonesia. Melalui bimbingan dan informasi yang diberikan petugas haji diharapkan dapat mengurangi maupun mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Pada saat ini kloter pertama dan kloter berikutnya telah diberangkatkan, sehingga para jemaah sudah berada di Saudi Arabia. Bersamaan itu pula rombongan tenaga kesehatan telah mendampingi dan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan.

Berdasarkan penjelasan Direktur Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang berada di Madinah, dr. Muhammad Yanuar, Sp.P bahwa di KKHI ada pasien psikiatri akibat dehidrasi yang seolah-olah mengalami gangguan jiwa, namun yang sebenarnya orang tersebut mengalami dehidrasi. Dengan masalah itu, ia mengimbau jemaah haji Indonesia agar perbanyak minum air.

Yanuar menerangkan bahwa Tim Gerak Cepat (TGC) menemukan jemaah tersebut sedang mengamuk di jalan. Setelah itu, tim TGC membawanya ke KKHI. Setelah diinfus dan diberi obat, diketahui jemaah tersebut mengalami dehidrasi.

“Ini ciri khas orang yang mengalami dehidrasi. Seolah-olah mengalami gangguan jiwa, padahal karena kekurangan minum,” terang Yanuar.

Dengan pengalaman itu, agar terhindar dari dehidrasi, Yanuar mengimbau jemaah untuk banyak minum.

“Orang Indonesia biasanya takut banyak minum karena takut buang air kecil. Padahal di masjid Nabawi banyak toilet dan jarak ke hotel pun dekat, terkecuali punya penyakit tertentu yang tidak boleh banyak minum,” imbuhnya.

Ia juga menyarankan jika menemukan jemaah seperti ini, Yanuar menganjurkan agar jemaah dibawa ke KKHI atau ke RS Arab Saudi Al Anshor, yang jaraknya lebih dekat dari masjid Nabawi.

Jika ada pasien yang akan dibawa ke RS Arab Saudi cukup menunjukkan gelang sebagai identitas yang ada ditangannya. Dikarenakan ini hal yang terpenting, Yanuar meminta agar jemaah jangan sampai bertukar gelang untuk kenang-kenangan.

“Identitas kita adalah gelang. Jangan sampai jamaah haji gelangnya ditukar, nanti bisa repot. Dikarenakan di gelang ada nama dan kloternya. Ada jemaah yang saling bertukar gelang hanya karena ingin menyampaikan kenang-kenangan,” ungkap Yanuar.

Semenjak klinik tersebut dibuka, pada Selasa (17/7/2018) Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah telah merawat 9 pasien, 5 di antaranya sudah kembali ke Kloter masing-masing. Salah satu pasien yang dirawat adalah jemaah yang mengalami luka melepuh pada kaki karena tidak pakai sandal saat keluar pondokan dan jemaah yang dirawat di ruang psikiatri.

Keberadaan tenaga kesehatan haji yang dibentuk Kemenkes bersama Depag RI ini bertugas hingga pelaksanan musim haji selesai. Disamping itu, jemaah haji sepatutnya telah mempersiapkan kondisi tubuh yang sehat semenjak dari tanah air. (IM)

 

Sumber : Foto & Berita Dari Biro Komunikasi Dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: