Anak Remaja Putri Terkena Tumor Ganas Tulang, Ditolong Tanpa Amputasi

Problem Banyak Minum Air & Tukar Gelang Identitas Jadi Perhatian Jemaah Haji
20 Juli 2018
DPW PPNI Bengkulu Gelar ToT Terintegrasi, Dapat Perhatian Pemda
22 Juli 2018
Show all

Anak Remaja Putri Terkena Tumor Ganas Tulang, Ditolong Tanpa Amputasi

Wartaperawat.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan selain menjadi RS rujukan respirasi, saat ini telah mengembangkan berbagai multi disiplin ilmu kedokteran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat.

Jajaran direksi RSUP Persahabatan senantiasa memberikan kesempatan bagi tenaga medik maupun keperawatan untuk mengembangkan keprofesional yang dimiliki untuk memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna. Berbagai permasalahan penyakit yang diderita pasien terus diupayakan pengobatan dan penyembuhan demi kepuasaan pasien dan keluarganya.

Rasa syukur yang mendalam diterima tim dokter RSUP Persahabatan atas keberhasilannya melakukan operasi rekonstruksi total femur megaprosthesis, tindakan ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Kegiatan operasi dilakukan terhadap pasien anak, menginjak remaja, bernama Apriliani (15 tahun), yang dipimpin langsung oleh dr. Sigit Daru Cahayadi, Sp.OT(K), tanpa melakukan tindakan amputasi.

Pasien anak remaja putri tersebut, diketahui mengalami Tumor ganas tulang pada paha sebelah kanan atau dalam istilah kedokteran dinamakan Osteosarcoma regio femur dextra. Pelaksanaan operasi berjalan dengan baik pada Rabu (18/7/2018) dan berlangsung selama kurang lebih 12 jam.

“Saat pertama kali dilakukan dengan cara anamnesa dan pemeriksaan klinis, pada kasus ini pasien yang menjadi peserta BPJS, dirujuk dengan keluhan nyeri dan benjolan pada paha kanan sejak 8 bulan yang lalu. Setelah itu, kami lakukan pemeriksaan penunjang, melalui laboratorium, X Ray, MRI dan terakhir kami lakukan tindakan core biopsi untuk menentukan jenis tumornya, hasilnya pasien Apriliani, didapatkan suatu Osteosarcoma,” ungkap dr. Sigit Daru Cahayadi, Sp.OT(K) saat pers conference di Ruang Tumbuh Kembang, Gedung Griya Puspa, RSUP Persahabatan Jakarta, Jum’at (20/7/2018).

dr. Sigit menjelaskan bahwa untuk melakukan tindakan medik selanjutnya, tim dokter yang melibatkan dokter Orthopedi, patologi anatomi, radiologi, pediatrik dan melibatkan pula konsultan hematologi onkologi serta dokter radioterapi. Melalui keputusan bersama, tim dokter membuat keputusan akhir dalam menentukan tindakan definitif pada pasien yang ditetapkan melalui Clinic Pathology Conference (CFC) untuk menentukan rangkaian terapi yang tepat pada pasien yang mengalami keganasan tulang tersebut.

“Kami putuskan tindakan pertama, dengan cara kemoterapi terhadap pasien dahulu, sebanyak 6 kali, ternyata hasilnya cukup baik melalui pemeriksaan klinis dan kemoterapi. Langkah selanjutnya kami evaluasi dengan MRI dan pemeriksaan laboratorium terutama alkalifosfatase dan LDH, ternyata hasilnya terjadi perbaikan. Pada akhirnya kami putuskan bersama melakukan limb salvage (istilahnya menyelamatkan tungkai) melalui cara tindakan operasi Wide Excisi dan Rekonstuksi dengan Total Femur Megaprosthesis, tentunya penanganan kasus ini mendapat dukungan dari jajaran Direksi RSUP Persahabatan maupun Tim dokter yang ada di RSCM,” terang dr. Sigit.

Dalam pelaksanaan operasi, dr Sigit mengungkapkan adanya kendala utama yang menjadi prioritas dalam melakukan tindakan operasi, dimana Ia dan tim dokter lainnya berusaha membuang tumor yang sudah mengenai sebagian besar pada paha dengan menyelamatkan pembuluh darah pasien, sarafnya maupun otot-otot yang masih sehat/vital, tentunya tujuan dari tindakan ini untuk menyelamatkan tungkainya atau limb salvage.

“Dalam proses operasi yang cukup lama, akhirnya kami dapat membebaskan tumor yang berada pada jaringan yang sehat, terus dilakukannya tindakan pemasangan protesa yang dinamakan dengan total femur megaprosthesis, dan hasil pemasangannya berjalan dengan baik termasuk kondisi pasien yang mendukung. Setelah tindakan operasi, pasien langsung dirawat di ICU sampai keadaannya stabil, sampai akhirnya saat ini pasien sudah berada di ruang perawatan RS Persahabatan dalam proses pemulihan,” jelasnya.

Pada saat temu media ini, dr. sigit didampingi oleh Direktur Medik & Perawatan RSUP Persahabatan dr. Zubaedah, Sp.P, MARS, dan tim dokter yang telibat dalam tindakan operasi.

Dikesempatan ini pula awak media diberikan kesempatan untuk menjenguk langsung pasien Apriliani disalah satu ruangan perawatan anak.

Nampak pasien Apriliani terlihat santai dan lebih ikhlas menerima cobaan ini serta motivasi yang tinggi pada dirinya menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan operasi tersebut. Dikesempatan itu pula, Apriliani mengucapkan rasa terima kasih atas pelaksanaan operasi kepada semua pihak yang terlibat.

Dalam proses pemulihan pasien ini tim medik dibantu pula oleh tim keperawatan, ahli gizi maupun tenaga kesehatan lainnya di RSUP Persahabatan. (Ibr)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: