PPNI RSUD Budhi Asih Jakarta Edukasikan Perawat Pahami & Tangani Masalah Jantung

PPNI Jakarta Selatan Memotivasi & Kembalikan Semangat Korban Pasca Banjir
12 Januari 2020
Relawan PPNI Memberikan Semangat Bagi Korban Pasca Banjir, Terutama Pada Anak-Anak
13 Januari 2020
Show all

PPNI RSUD Budhi Asih Jakarta Edukasikan Perawat Pahami & Tangani Masalah Jantung

Wartaperawat.com – Kompetensi tenaga perawat senantiasa perlu mendapatkan peningkatan seiring dengan penanganan keperawatan yang semakin beragam.

Agar dapat memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan tingkat kebutuhan klien yang semakin komfetitif di pelayanan kesehatan, maka diperlukan pemahaman maupun pendalaman yang terbaru.

Upaya untuk meningkatkan pelayanan keperawatan dan sekaligus meningkatkan kompetensi yang telah dimiliki anggota perawat, menjadi salah satu tanggung jawab organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Untuk itulah Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur berinisiasi menggelar seminar dan workshop di Aula Gedung A, RSUD Budhi Asih, mulai dari tanggal 10-13 Januari 2020.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh dr. Tri Noviati, MARS selaku Direktur RSUD Budhi Asih dan pejabat lainnya di saat pembukaan acara seminar dan workshop tersebut.

Pada kesempatan ini hadir pula Ns. Muzamil, S.Kep selaku Ketua DPD PPNI Jakarta Timur sekaligus menjadi pembicara pada kegiatan ini.

Acara seminar kali ini mengangkat tema EKG dasar, EKG pada ACS dan Aritmia mengancam nyawa serta workshopnya interpretasi EKG dan Therapi Listrik.

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan kegiatan seminar dengan menghadirkan narasumber Ns. Muzamil, S.Kep yang menyampaikan materi Etik Legal Kegawat Daruratan Jantung.

Sedangkan materi Konsep Dasar EKG disampaikan Ns. Sukani,S.Kep., sementara Ns. Yusuf  Dwiyanto, S.Kep menyampaikan materi Manajemen Aritmia yang Mengancam Jiwa.

Untuk workshop Interpretasi EKG Dasar disampaikan juga oleh Ns. Sukani,S.Kep bersama Dyah Agustin, AMK., berkaitan workshop Defibrilasi dan Kardioversi disampaikan Ns. Yusuf  Dwiyanto, S.Kep bersama Romy, S.Kep.

Pelaksanan kegiatan seminar dan workshop ini termotivasi setelah memperhatikan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2012, yang menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia.

Sementara itu, lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

Berdasarkan Survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia, menunjukkan bahwa Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%.

Dari beberapa penyebab kematian mendadak pada pasien dengan penyakit jantung diantaranya adalah aritmia letal. Aritmia jenis ini merupakan aritmia yang paling berbahaya dan mengancam jiwa. Aritmia letal merupakan kondisi kegawat daruratan yang memerlukan tindakan segera bahkan resusitasi.

Deteksi dini kondisi ini dilakukan dengan pemeriksaan Elektrokardiogram. Pemeriksaan ini merupakan skrining paling awal untuk pasien penyakit jantung. Untuk dapat menangani kondisi kegawat daruratan medis pada pasien dengan letal aritmia, maka perawat perlu menguasai kompetensi interpretasi EKG.

Setelah mengikuti seminar dan workshop keperawatan kardiovaskular diharapkan peserta mampu memberikan asuhan keperawatan kepada pasien dengan penyakit kegawatan pada pasien kardiovaskular.

“Kami dari DPK RSUD Budhi Asih melakukan seminar dan workshop tentang EKG Dasar dan Aritmia yang mengancam nyawa. Kami lakukan selama 3 hari dikarenakan target pesertanya untuk perawat-perawat di bawah naungan DPK PPNI RSUD Budhi Asih sekitar 400 orang,” ungkap Romy di sela-sela kegiatan di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Selaku Ketua DPK PPNI RSUD Budhi Asih menjelaskan bahwa target kegiatan ini, agar semua perawat dapat mengikuti acara seminar dan workshop tersebut. Disamping itu, acara ini kebetulan sekali dalam rangka HUT RSUD Budhi Asih, dan targetnya pula agar teman-teman perawat dimanapun mereka bekerja, dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dari selama pelatihan ataupun workshop kali ini.

“Materi ini sangat menarik karena banyak teman-teman, mungkin masih banyak yang belum mengerti tentang therapi listrik karena beberapa pasien yang sudah tidak ada irama jantung itu, ada yang menyarankan untuk dilakukan therapi listrik,” jelas Romy.

“Padahal dalam permasalahan itu, bila irama jantung tidak ada kelistrikannya, itu harus dilakukan Bantuan Hidup Dasar atau Resusitasi Jantung Paru, sedangkan therapi listrik itu untuk irama-irama jantung yang mengancam nyawa yang berbahaya Little Arhytmia,” lanjutnya.

Setelah melaksanakan seminar dan workhop ini, Romi mengharapkan kepada teman-teman perawat di RS nya, agar dapat mengetahui, setidak-tidaknya apabila habis melakukan EKG atau perekaman jantung, maka teman-teman dapat mengetahui irama jantung normal maupun yang berbahaya.

“Jadi, apabila rekan perawat telah mengetahui dan menemukan hal tersebut, akan dapat segera melaporkan ke teman sejawat dokter untuk therapi atau pengobatan maupun therapi listrik. Untuk diketahui juga bahwa seminar dan workshop ini gratis, karena dibiayai dari DPK PPNI RSUD Budhi Asih,” pungkasnya. (IM)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: