PPNI Kota Surabaya Kunjungi Perawat Korban Ledakan Bom

Keren ! PPNI Kota Padang Produksi Film, Angkat Citra Perawat
15 Mei 2018
Jenguk Kondisi Perawat Korban Bom, DPP PPNI Santuni Keluarganya
17 Mei 2018
Show all

PPNI Kota Surabaya Kunjungi Perawat Korban Ledakan Bom

Wartaperawatan.com – Luka mendalam menyelimuti keluarga maupun rekan dari korban ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo. Seluruh Korban tewas dari ledakan bom di Surabaya, ada 28 orang termasuk terduga teroris dan warga, sedangkan yang mengalami luka dan menjalani perawatan di RS ada 57 orang. Kejadian tragis ini menyisahkan luka mendalam bagi keluarga besar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dikarenakan salah satu korban luka adalah seorang perawat, yang bernama Siti Mukarimah, Amd.Kep.

Untuk memberikan rasa empati dan kepedulian kepada korban dan keluarganya, Pengurus DPD PPNI dan DPK PPNI Kota Surabaya, pada Senin (14/5/2018) jam 16.00 Wib berkunjung ke RS William Booth (WB) Surabaya, melihat kondisi terakhir perawat Siti Mukarimah, yang mengalami musibah ledakan bom dilokasi Gereja di kota Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Perawat Siti Mukarimah yang mengalami luka pada bagian muka, kedua tangan dan kaki ini, secara intensif mendapatkan perawatan di RS WB, ditempat yang selama ini Ia bertugas. Siti Mukarimah yang saat ini sedang hamil, merupakan lulusan Stikes WB tahun 2014.

Dikesempatan kunjungan, Misutarno Ketua DPD PPNI Kota Surabaya bersama Pengurus PPNI lainnya diterima langsung oleh Direktur RS WB beserta jajarannya dengan sangat baik dan penuh keakraban.

Dalam kesempatan kunjungan pula, Pengurus PPNI Kota Surabaya menemui keluarga dari perawat Siti Mukarimah, sekaligus memberikan santunan dan memberikan semangat kepada keluarga korban serta bersabar dalam menghadapi cobaan ini.

Pada kesempatan terpisah, Misutarno menyampaikan kepada Infokom DPP PPNI melalui pesan singkatnya, Rabu (16/5), bahwa maksud dari kunjungan tersebut. Pengurus DPW, DPD dan DPK PPNI merasa prihatin terhadap anggota PPNI yang terkena musibah, dengan tujuan : Pertama, sebagai bentuk perhatian/solidaritas ke anggota yang terkena musibah. Kedua, sejauh mana tingkat keparahannya. Ketiga, apakah memerlukan biaya, maka organisasi profesi PPNI siap membantu sesuai kemampuan.

Mengakhiri pesannya, Ia memohon kepada Pengurus dan anggota PPNI lainnya dimanapun berada, untuk mendo’aka secepatnya kesembuhan dari musibah yang dialami perawat Siti Mukarimah. (IM)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: