Keren ! PPNI Kota Padang Produksi Film, Angkat Citra Perawat

IND 2018 : PPNI Jakarta Utara Adakan Pengmas & Seminar Keperawatan
14 Mei 2018
PPNI Kota Surabaya Kunjungi Perawat Korban Ledakan Bom
16 Mei 2018
Show all

Keren ! PPNI Kota Padang Produksi Film, Angkat Citra Perawat

Wartaperawat.com – Masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap profesi  perawat diperlukan jalan keluarnya. Memperhatikan tayangan di layar televisi maupun media lainnya pada saat ini belum maksimalnya dalam menampilkan sosok sebenarnya profesi perawat. Namun tontotan yang menyudutkan profesi perawat kerap kali disajikan ke masyarakat, salah satunya seperti film suster ngesot. Tentunya tayangan yang kurang baik akan berdampak pula terhadap citra profesi perawat di masyarakat.

Dengan pengorbanan perawat dari mulai masa pendidikan hingga mengabdi di pelayanan kesehatan masyarakat, setidaknya usaha dan pengabdiannya sepatutnya masyarakat menilai positif tentang profesi perawat selama ini. Untuk mendukung pencapaian tersebut, akhirnya Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) berinisiatif membuat film yang berkaitan dengan profesi perawat, yang berjudul “Embun Gurun Pasir”.

Rencana dan produksi film ini telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah, Organisasi Profesi (OP) PPNI, masyarakat dan pihak terkait lainnya. Pada saat ini proses pembuatan Film ini sedang berlangsung di kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

“Mengangkat film ini untuk menjawab film yang beredar selama ini bertemakan perawat, namun tidak menggambarkan profesi perawat sebenarnya. Film ini nantinya berdampak kepada masyarakat akan lebih mengenal profesi perawat sebenarnya. Di film ini ada adegan ‘panggilan Ners’, ada tindakan keperawatan di daerah terpencil, situasi keadaan gawat darurat dan sebagainya. Harapannya agar profesi perawat lebih dikenal lagi, sehingga pandangan orang yang mungkin kurang baik akan terbantahkan dengan kehadiran film ini, dan akan memberikan citra yang baik di masyarakat dari profesi perawat itu sendiri,” ungkap Al Fitri ditempat salah satu lokasi syuting  di Pantai Air Manis Kota Padang, Sumatera Barat, Jum’at (11/5/2018).

Ketua DPD PPNI Kota Padang ini menjelaskan bahwa proses pembuatan film ini diawali dengan masa casting dan telah terpilih pemainnya. Ia katakan bahwa para pemainnya 90% dari perawat yang masih bertugas dan mahasiswa keperawatan. Adapun konsep film ini, menceritakan tentang percintaan dengan latar belakang pengabdian perawat di masyarakat baik yang bertugas di daerah terpencil maupun di RS, tentunya dengan mengedepankan bagaimana keprofesional perawat dapat ditampilkan/disampaikan ke masyarakat.

“Memang selama ini, film beredar di masyarakat tentang perawat, namun tidak ideal kesan yang ditampilkan, sehingga dapat menimbulkan stigma yang kurang baik. Tentunya kehadiran film ini nantinya dapat menghilangkan stigma tersebut,” tegasnya.

Al fitri jelaskan juga, berkaitan dengan kegiatan syuting  bagi pemain terhadap jadwal kedinasan dan pendidikannya. DPD PPNI Kota Padang telah berkoordinasi sebelumnya dan memintak ijin dengan pihak RS dan Institusi pendidikan, hasilnya dari semua pihak terkait telah memberikan surat ijin kepada para pemain. Disamping itu, kegiatan baik ini pertama kalinya di produksi di Sumatera Barat sehingga mendapatkan suport dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah.

“Bapak Nasrul Abid Wakil Gubernur Sumatera Barat sangat mendukung dan memfasilitasi film ini, karena beliau juga menjadi bagian pemain dari film ini. Pemda setempat juga mengijinkan tempat-tempat terindah di Sumbar untuk dijadikan lokasi syuting dan fasilitas penunjang lainnya dalam proses pembuatan film ini,” kata Al Fitri.

Dikesempatan yang sama, Iwan, salah satu sang inspirator film Embun Gurun Pasir, mengawali idenya dalam proses pembuatan film perawat ini, Ia menceritakan saat bertemu dengan sutradara yang profesional. Ia mencurahkan keinginannya dan bercerita nyata dari kejadian pribadinya untuk dijadikan sebuah film, ternyata keinginannya mendapat respon baik dari sutradara. Langkah selanjutnya, Ia membuat sinopsis sampai akhirnya menjadi skenario.

“Saat masa proses, hingga lawatan saya ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan pihak pembuatan film, hingga akhirnya disetujui, sekaligus penentuan dan menyepakati nama judul film ini perlu proses juga,” terang Iwan.

Mengenai lokasi syuting, Al Fitri menambahkan, bahwa lokasinya dimaksimalkan, karena telah disuport penuh oleh Pemda Sumbar. Jadi lokasi shooting memanfaatkan destinasi dari sumatera barat, salah satunya keindahan dari desa yang dijuluki desa terindah didunia, desa terpencil Mande di pulau Mentawai. Diharapkan nantinya penonton selain melihat keprofesionalan perawat, juga akan kagum dengan keindahan pemandangan di Sumbar.

“Kami akan menargetkan penayangan perdana film ini di Bioskop 21 Kota Padang, setelah lebaran nanti tahun 2018 ini, bahkan bisa saja sebelumnya, karena faktor pendukung, fasilitas, kerja team kreasi film yang solid termasuk pemain yang bertalenta. Tentunya kami akan tetap mempertahankan mutu film ini sebelum penayangannya,” tutur Al Fitri.

Di saat penayangan perdana, DPD PPNI Kota Padang akan mengundang Pemda, rekan OP Perawat lainnya termasuk DPP PPNI dan unsur lainnya. Ia pun menginginkan DPP PPNI mensuport karya seni ini dan turut mensosialisasikan ke DPW (wilayah) PPNI di seluruh Indonesia sekaligus mengajak anggota PPNI untuk menyaksikan karya seni dari perawat yang biasanya ditampilkan karya ilmiah saja. Ia berharap pula, dengan kehadiran film yang menceritakan pengabdian maupun tuntutan yang harus dilakukan perawat, dampaknya akan menjadikan image perawat akan lebih baik lagi di masyarakat.

Semoga proses pembuatan film karya perawat ini berjalan baik dan hasilnya dapat memberikan tontonan yang mendidik dan inspiratif serta benar-benar dapat mengangkat citra perawat. (IM)

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: