PPNI Kaltara Gelar ToT Terintegrasi, Langkah Penguatan & Pengetahuan OP

RSUD Tugu Koja Juara Futsal PORWAT PPNI Jakarta Utara 2018
30 April 2018
‘Aksi Damai’ Nakes Tuntut Pemerintah, Segera! Angkat Nakes Jadi PNS
2 Mei 2018
Show all

PPNI Kaltara Gelar ToT Terintegrasi, Langkah Penguatan & Pengetahuan OP

Wartaperawat.com – Pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Terintegrasi yang menjadi agenda Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) masih berjalan dan yang juga menjadi permintaan dari Pengurus DPW (wilayah) PPNI. Untuk kali ini DPW PPNI Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar kegiatan Tot Terintegrasi di Hotel Duta Tarakan, Kota Tarakan, selama dua hari (30 April – 1 Mei 2018).

Dalam kesempatan ini, Harif Fadhillah Ketum DPP PPNI telah membuka secara resmi ToT Terintegrasi di hari pertama pada Senin (30/4), yang juga dihadiri Mustikasari Sekjen dan Pengurus DPP PPNI lainnya sebagai pemberi materi ToT Terintegrasi.

Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan pemahaman maupun pengalaman terbaru bagi pengurus PPNI di Kaltara yang baru terbentuk. Pengabdian para pengurus PPNI menjadi terpenting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada anggotanya. Tentunya ToT Terintegrasi menjadi salah satu cara penyelesaian berorganisasi untuk sekarang maupun yang akan datang.

Abd. Rahman Ketua DPW PPNI Kalimantan Utara di sela-sela acara, menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Pengurus DPP PPNI yang telah mensuport kegiatan ToT Integrasi ini. Kegiatan ini dilakukan bersama pengurus lainnya dengan tujuan untuk penguatan organisasi profesi di PPNI Kaltara, dikarenakan wilayah ini daerah pemakaran, jadi masih baru terbentuknya PPNI sehingga diperlukan penguatan organisasi secara terus menerus. Kegiatan ini menurutnya, sebagai komitmen untuk memajukan organisasi.

Ditambahkannya lagi, tingkat pengetahuan untuk berorganisasi PPNI Kaltara belum sama dengan daerah lain sehingga perlu mendapatkan bimbingan dari pengurus pusat. Diharapkannya, kegiatan ini akan memberikan dampak yang baik sehingga dapat menjalankan organisasi PPNI dengan baik sesuai kaidah-kaidah berorganisasi. Selain itu, Dia beranggapan bahwa organisasi PPNI di Kaltara nantinya punya daya tawar kepada pemerintah.

Sehubungan dengan PPNI (pusat), Abd. Rahman menilai organisasi DPP PPNI untuk saat ini sudah luar biasa perkembangannya. Namun ada beberapa saran yang Dia utarakan, diantaranya perlu ditambahkan pada sistem pendaftaran online di SIMK yang baru. Dia memperhatikan tidak singkronnya cara pendaftaran peserta baru yang ada di SIMK online baru dengan AD/ART PPNI. Dengan adanya formulir penandatanganan persetujuan bagi peserta baru untuk menandatangani kepatuhan terhadap kode etik profesi yang belum ada di sistem baru SIMK online.

Melihat keadaan ini, Dia menyarankan agar sistemnya dibuat juga pada sistem pendaftaran SIMK online yang baru tersebut. Sistem formulir penandatanganan dapat dibuat dengan sistem online juga dengan cara menguplodnya, sepertinya akan lebih efisien, harapan Dia pula.

Kegiatan ToT Terintegrasi diikuti 136 peserta yang berasal dari pengurus DPW, DPD dan DPK PPNI se Kalimantan Utara. (IM)

 

Tinggalkan Balasan