PPNI Bersyukur & Apresiasi Perawat Teladan Puskesmas Tahun 2018

Kepedulian & Toleransi, Relawan PPNI Tetap Melayani Disaat Idul Adha
22 Agustus 2018
Keberadaannya Dibutuhkan, Relawan Perawat PPNI Gelombang Keenam Telah Tiba
23 Agustus 2018
Show all

PPNI Bersyukur & Apresiasi Perawat Teladan Puskesmas Tahun 2018

Wartaperawat.com – Berbagai upaya telah dilakukan para tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaiknya, terutama pada tingkat puskesmas di seluruh Indonesia. Melalui pengabdian yang diberikan secara optimal tentunya akan memberikan dampak yang baik terhadap kualitas pelayanan yang ada dan membantu program gerakan masyarakat sehat.

Untuk mengapresiasi perjuangan yang telah dilakukan, maka Kementerian Kesehatan RI telah berinisiatif melaksanakan rangkaian kegiatan untuk menghargai jasa pengabdian tenaga kesehatan (Nakes) tersebut.

Dari semua rangkaian kegiatan itu, diadakannya malam puncak penghargaan bagi tenaga kesehatan (Nakes) teladan puskesmas. Para Nakes yang telah lolos pada 6 kriteria dan berhasil menjadi bagian dari 163 Nakes teladan yang berkualitas terbaik dari Puskesmas se-Indonesia, dengan melalui seleksi kompetisi yang ketat.

Pada malam puncak acara penganugerahan yang digelar, pihak penyelenggaraan telah menyeleksi 10 makalah terbaik dan sekaligus memberikan penghargaan kepada Nakes terpopuler berdasarkan pooling dari seluruh peserta.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, pejabat di lingkungan Kemenkes dan Dinkes yang ada di Indonesia beserta para undangan lainnya menyaksikan kegiatan ini.

“Kita bersyukur sampai hari ini perawat atau tenaga kesehatan lainnya yang teladan itu cukup banyak. Pemerintah juga telah melihat dan menilai tenaga kesehatan secara proporsional. Kita punya 26 perawat yang teladan tingkat nasional, saya kira ini sesuatu yang harus kita syukuri,” ucap Harif Fadhillah Ketua Umum DPP PPNI setelah mengikuti acara penganugerahan Tenaga Kesehatan Teladan Puskesmas Kementerian Kesehatan 2018 bersama Rohman Azzam Ketua DPP Bidang Sistem Informasi & Komunikasi di Auditorium Hotel Bidakara Jakarta, Senin (20/8/2018).

Harif berharap dengan mendapat predikat keteladan, sebaiknya para perawat teladan dapat memperbaiki lingkungannya, institusinya, terutama pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan sekaligus memperbaiki citra dirinya serta mengharumkan nama baik organisasi profesinya. Dari pemilihan keteladaan ini, tentunya melalui proses kompetisi yang hadir disini, namun, Ia katakan pula masih banyak lagi perawat teladan yang lain yang belum sempat hadir dan diundang di acara semacam ini.

“Saya kira pemilihan Nakes teladan seperti ini memang menjadi salah satunya bentuk apresiasi dari keteladanan, namun teladan yang sesungguh dan sebenarnya itu, bagaimana seorang perawat dapat membaktikan dirinya secara ikhlas, mengabdikan seluruh kemampuan yang dimiliki, melalui ilmu pengetahuan, sikap maupun keterampilan yang terbaik untuk masyarakat, itu sebenarnya esensinya,” kata Harif.

Menurutnya, memang tidak semua dan tidak dapat diundang kesini dikarenakan adanya kompetisi. Disamping itu, Ia pun mengungkapkan perlunya juga memberikan apresiasi bagi banyak perawat teladan yang lain dan tidak berada disini untuk dihormati, dihargai dan diapresiasi juga yang selama ini telah melakukan pengabdiannya.

Adapun 6 kriteria yang mendapatkan penilaian dari kegiatan ini diantaranya : Pertama, Nakes sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, kedua, Nakes yang berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat, ketiga, Nakes sebagai pemberi pelayanan kesehatan di tingkat primer, keempat, Nakes sebagai pegawai Puskesmas, kelima, Nakes Profesional, dan keenam, Nakes sebagai anggota masyarakat.

Dari 18 peserta yang masuk seleksi merupakan Nakes dari profesi yang berbeda, untuk perawat yang masuk penilaian, diantaranya : 1. Agus Wuryanto, 2. Marhesya Syani, 3. Linda Rusmiati, 4. Supriyadi dan 5. Daniel Lalang.

Setelah itu, penilaian mengerucut menjadi 10 besar, dari para finalis tersebut kembali memaparkan hasil inovasi yang telah dilakukan dan dari hasil penilaian terpilihnya Agus Wuryanto dari DI.Yogyakarta menjadi juara 3 sedangkan Juara 6 adalah Marhesya Syani dari DKI Jakarta.

Sebelum pelaksanaan acara puncak tersebut, Minggu (19/8/2018) di Hotel Bidakara Jakarta juga, Kemenkes RI memfasilitasi bagi organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk berkesempatan melakukan anjangsana dengan Nakes Teladan Tingkat Nasional di Puskesmas Tahun 2018.

Selain itu, diadakannya pula kegiatan diseminasi informasi terbaru terkait keprofesian oleh Pengurus Pusat Organisasi Profesi Kesehatan dalam rangka pembinaan anggota. Ahmad Eru Safrudin dari DPP PPNI berkesempatan menghadiri acara tersebut.

Selamat dan sukses para perawat teladan tahun 2018, lanjutkan penjuangan dalam melayani kesehatan di masyarakat…(IM).

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: