PPNI Banten Peduli, Utamakan Perawat Terdampak Tsunami Dapat Bantuan

PPNI NTT Sukses Bahas Proker 2019 & Prioritaskan Bangun Sekretariat
2 Februari 2019
DPD PPNI Jakarta Barat Dukung Program PSN, Upaya Menekan Kasus DBD
4 Februari 2019
Show all

PPNI Banten Peduli, Utamakan Perawat Terdampak Tsunami Dapat Bantuan

Wartaperawat.com – Sudah satu bulan lebih musibah terjadinya tsunami Selat Sunda yang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Musibah alam yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) lalu meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat yang terkena dampaknya.

Pasca kejadian, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Banten berinisiasi menghimpun data perawat yang terkena dampak tsunami untuk diberikan bantuan.

“Kami datang kesini memang sudah direncanakan sebelumnya untuk bertemu kepada rekan perawat yang terkena musibah. Melalui musibah ini, akan  mendapatkan hikmah kesabaran atas musibah yang telah terjadi,” ucap Ahmad Darajat saat memberikan sambutan dalam rangka penyaluran sumbangan di Aula Puskesmas Sumur, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (2/2/2019).

Ketua DPW PPNI Provinsi Banten ini memberikan penguatan kepada rekan perawat yang terkena musibah agar mendapatkan hikmah dari kejadian tersebut, dikarenakan musibah ini datangnya secara tiba-tiba, yang mengakibatkan kehilangan dari orang yang dicintai (suami, orang tua dan saudara) maupun harta benda, sehingga perlunya mengiklashkan atas kejadian ini.

“Kami datang kesini, sebagai bentuk sumbangsih atas kepedulian terhadap sesama perawat yang sama-sama satu profesi dan seperjuangan. Rasa kepedulian dan simpati diperlihatkan dengan adanya bantuan pelayanan kesehatan dari rekan perawat baik dari dan luar perawat Banten,” terangnya.

Ahmad Darajat juga menyampaikan kepedulian terlihat dari kedatangan perawat yang berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur pada pasca kejadian yang lalu. Adapun kehadiran dirinya bersama Pengurus PPNI pada hari ini, untuk memberikan titipan sumbangan dari DPP, DPW, DPD dan DPK yang ada di Banten yang merupakan bentuk kepedulian dan rasa simpati juga, serta menjadi penyemangat untuk kedepannya.

“Kita harus bangkit dari ujian yang telah menghalangi kita dan berharap mungkin Tuhan punya rencana lain dari semua kejadian ini,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Erwin selaku Ketua DPP PPNI Bidang Kesejahteraan menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum DPP PPNI (Harif Fadhillah) yang tidak dapat hadir, dikarenakan bersamaan dengan kegiatannya di Sumatera Utara. Erwin mengungkapkan, bahwa pada saat ini PPNI telah memberikan kemajuan atas penanganan bencana dengan koordinasinya yang sudah baik pada akhir-akhir ini bila terjadi suatu bencana di tanah air.

“Tujuan kedatangan kami kesini, untuk menyambung ukhuwah antar perawat, kita sebagai perawat adalah satu rasa, saling merasakan dan memikirkan apa yang terjadi kepada perawat yang mengalami musibah bencana. Saat ini PPNI telah berkoordinasi secara nasional, baik dalam pembinaan, mendata bagi perawat yang terdampak dimanapun berada di lokasi bencana,” ungkap Erwin.

Erwin memuji atas kepedulian rekan perawat terhadap musibah bencana sudah sangat baik, walaupun mereka tidak ketemu langsung para korban, namun teman perawat dari kejauhan selalu mendoakan yang terbaik. Disamping itu, Erwin meminta bagi penerima sumbangan, untuk tidak memandang jumlah nilai yang disumbangkan, namun ketulusan hati yang diberikan sesama perawat.

“Semua pengurus PPNI, terutama bidang kesejahteraan dan pelayanan telah berusaha, berpikir, mengatur, penatalaksanaannya telah berjalan baik dalam mengatur secara optimal, agar tidak terabaikan pada pelayanan dimana saja disaat terjadinya bencana,” imbuhnya.

Erwin berharap juga kepada teman perawat yang menjadi korban, untuk terus bersabar, ia beranggapan dari musibah yang terjadi, pasti ada hikmahnya dan ada yang terbaik dibalik dari semua musibah tersebut.

“Sebenarnya profesi kita bukan profesi yang mudah, tapi kita tidak hanya melayani masyarakat, namun melayani juga untuk keluarga dan diri sendiri. Niatkan semuanya sebagai amal ibadah, mudah-mudahan apa yang kita lakukan saat ini menjadi sesuatu yang terbaik kedepannya dan teruslah berkarya dalam mengabdi kepada masyarakat, keluarga termasuk juga diri kita sendiri,” tutur Erwin.

Sebelum menuju lokasi bencana, para pengurus DPW PPNI Banten, HPMI, DPD PPNI dan perwakilan RS Siloam Tangerang, terlebih dahulu mengadakan pertemuan untuk membahas teknis penyerahan bantuan, di Aula Dinas Kesehatan Kota Banten, Banten, Sabtu pagi (2/2/2019).

Dikesempatan itu pula, dilakukan penyerahan simbolis bantuan dari perwakilan RS Siloam, HPMI Banten, DPD PPNI Kota Serang dan Kabupaten Tangerang kepada pengurus DPW PPNI Banten untuk diserahkan kepada perawat yang terdampak.

Setibanya dilokasi bantuan dilakukan penyerahan sumbangan di Aula Puskesmas Sumur dan di lokasi rumah bekas tempat tinggal perawat yang dihantam bencana tsunami.

Adapun penyerahan donasi yang saat ini diberikan langsung kepada teman sejawat perawat dari PPNI Provinsi Banten, merupakan donasi yang dihimpun dari : 1. DPW PPNI Provinsi Banten Rp. 47.500.000., 2. DPD PPNI Kabupaten Tangerang Rp. 18.000.000., 3. DPD PPNI Kota Serang Rp. 3.500.000., 4. Himpunan Perawat Manager Indonesia (HPMI) Provinsi Banten Rp. 9.000.000., 5. RS Siloam Group Rp. 41.000.000. Jadi total rincian sebanyak Rp. 78.000.000

Untuk selanjutnya, DPW PPNI Banten akan melanjutkan pemberian bantuan dalam bentuk bhakti sosial kepada masyarakat.

Berikut ini daftar nama Perawat yang kehilangan orang tua, suami maupun rumah, tinggal di lokasi Kecamatan Panimbang dan Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang yang menerima sumbangan, diantaranya : 1. Ade Supriatna/Kepala Puskesmas Sumur tinggal di Kec. Sumur (rumah)., 2. Githa Happyta Kec. Sumur (rumah)., 3. Siti Romlah Kec. Sumur (rumah)., 4. A. Novi H Kec. Sumur (rumah)., 5. Isep Kolani Kec. Sumur (rumah)., 6. Hamdan Kec. Sumur (rumah)., 7. Alm Pak Hadi, Kec. Sumur yang terima bantuan Rezza Allghifari Hadi (anak alm/mahasiswa Akper)., 8. Kurnia Nispian Kec. Panimbang (orang tuanya)., 9. Gita Tresna Kec. Panimbang (suaminya).

Bantuan kepada masyarakat terdampak Tsunami di Banten ini, sebelumnya telah disalurkan juga secara langsung dari PPNI, selain uang yang disalurkan juga dalam bentuk kebutuhan pokok. (IM)

 

 

 

 

.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: