PIT PPNI DKI Jakarta 2019 : Sinergitas Perawat Tingkatkan Taraf Hidup Kesehatan Masyarakat

Aksi Unjuk Rasa PPNI Polewali Mandar : Bela Nasib & Cegah Eksploitasi Perawat
30 Maret 2019
Bupati Sidrap Berjanji Akan Perhatikan Nasib Perawat
1 April 2019
Show all

PIT PPNI DKI Jakarta 2019 : Sinergitas Perawat Tingkatkan Taraf Hidup Kesehatan Masyarakat

Wartaperawat.com – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) memiliki tanggung jawab dalam mempertahankan dan meningkatkan kompetensi profesional angotanya, sehingga akuntabel dapat dipertahankan melalui standar kinerja yang tinggi dalam memenuhi tuntunan kebutuhan secara nasional.

Dalam perjalanannya, PPNI telah bersinergi dangan pihak-pihak terkait untuk membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Untuk mendukung upaya tersebut, DPW PPNI Provinsi DKI Jakarta mengelar Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PPNI DKI Jakarta Tahun 2019 dengan tema “Membangun Keluarga dan Masyarakat Jakarta Sehat dengan Peningkatan Kompetensi Sinergitas Perawat”.

Kegiatan yang merupakan penutup dari rangkaian HUT PPNI ke 45 ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antara perawat dengan masyarakat, instansi terkait seperti pemerintahan untuk bersinergi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat sehat.

Acara yang diawali dengan pemotongan pita oleh Ketua DPW PPNI DKI Jakarta sebagai simbolis adanya peran serta dari Ikatan/Himpunan PPNI maupun pihak sponsor atas keberadaannya mengikuti stand pameran yang disediakan oleh pihak panitia.

Selanjutnya, dilaksanakannya kegiatan Diskusi Panel dengan menghadirkan narasumber kompeten diantaranya : Dr. Ati Suryamediawati, M.Kep (DPP PPNI) menyampaikan materi Kebijakan PPNI dalam meningkatkan peran serta perawat untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan masyarakat Indonesia., dr. Fify Mulyani, MARS (Dinas Kesehatan DKI Jakarta) materi Sinergitas Pemerintah Daerah dengan PPNI dalam pemberdayaan perawat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di DKI Jakarta.

Sedangkan dr. Sudarto KS AAK (BPJS Jakarta Selatan) menyampaikan materi Dukungan BPJS dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan perawat., dan pemaparan berkaitan Praktik Mandiri Keperawatan disampaikan Ns. Harwina Widya Astuti, S.Kep, M.Kep (praktisi praktik mandiri).

Acara ini dihadiri perwakilan dari Pengurus DPP PPNI, Pengurus DPD PPNI se DKI Jakarta, Ketua Ikatan/Himpunan PPNI Wilayah DKI Jakarta.

Hadir pula Ns. Herlina Meilina, S.Kep perwakilan dari RS Mayapada dan para undangan lainnya.

Setelah kegiatan Diskusi Panel, dilanjutkan dengan Simposium dengan pembagian 3 ruangan. Simposium ruang 1 (HIBKABI, HIPERCCI, HIBGABI, INWOCNA), Simposium ruang 2 (HIPPI, IPDI, IPOTI, INKAVIN) dan Simposium ruang 3 (IPKJI, IPANI, HPMI, IPKKI).

“Hari ini salah satu rangkaian acara HUT PPNI ke 45 tahun yaitu pertemuan ilmiah tahunan, kami di PPNI DKI menginisiasi bahwa setiap tahun itu harus ada Pertemuan Ilmiah, kita mulai dari 2019 ini. Salah satu tujuannya adalah mengumpulkan semua riset penelitian tentang keperawatan di Jakarta dari mulai tingkat D3, S1, S2 bahkan Doktoral, termasuk pengabdian masyarakat, dosen untuk kita bisa seminarkan atau simposiumkan,” ungkap Ns. Jajang Rahmat Solihin, M.Kep, Sp.Kep.Kom disela-sela kegiatan di Auditorium Ang Boen Ing RS Mayapada, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Sabtu (30/03/2019).

Ketua DPW PPNI DKI Jakarta ini mengatakan salah satu tujuan kegitan ini bahwa semua riset itu dapat menjadi kebijakan nantinya untuk pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam tahap pertama ini masih mengundang Dinas Kesehatan dalam wakil Pemprov DKI Jakarta, kemudian BPJS karena berkaitan dengan bagaimana pembiayaan kesehatannya dan tentunya dari DPP PPNI.

“Tahun depan kami sebetulnya berharap seluruh riset itu dapat kita tampilkan dan nanti dikumpulkan kemudian didorong untuk pemerintah DKI Jakarta dan dirubah menjadi kebijakan,” jelas Jajang.

Jajang berharap kepada peserta nantinya dapat memberikan gambaran bahwa mereka tahu bagaimana kebijakan DPP, kemudian kebijakan Pemprov, Suku Dinas Kesehatan dan BPJS. Ada juga pemaparan dari salah satu praktisi keperawatan mandiri, itu sebagai gambaran bagi para peserta bagaimana alur praktek mandiri dan dimungkinkan akan dibiayai oleh negara, karena kesempatan dan peluangnya ada, sehingga perlu didorong perawat itu bukan hanya bekerja di rumah sakit, tetapi perlu juga praktek mandiri karena sudah jelas peran dan kewenangannya.

“Kami mendorong praktek mandiri ini dengan program 1 RW 1 Perawat, cikal bakalnya didorong kemudian diharapkan dipaksa “perawat yang tinggal di Jakarta” punya praktek dirumahnya, nanti jenis prakteknya menyesuaikan bagaimana salah satunya adalah perawat generalis artinya dapat melakukan semua,” tegas Jajang.

Menurutnya, PPNI DKI Jakarta berupaya mendorong hal tersebut, pertama kali ini adalah praktek paliatif  yang sudah dilakukan dan akan didorong di berbagai daerah lainnya. Perawatan paliatif itu dirawat di rumah saja, nanti akan ditindaklanjuti oleh perawat RW. Tentunya selain perawatan paliatif, perawat dapat juga menjalankan upaya promotif dan preventif, kemudian akan menjadi jejaring Puskesmas dan akan sejalan secara bersama-sama untuk mensukseskan program pemerintah di bidang kesehatan.

Dalam rangkaian kegiatan ini, panitia memberikan sertifikat kepada INWOCNA sebagai peserta terbaik dalam mengikuti stand yang disedikan oleh pihak panitia.

Acara ini berjalan baik dibawah koordinasi Tatang Sutisna, S.Kep, M.Kep yang dipercaya sebagai ketua panitia, sementara Ns. Tri Novia, S.Kep sebagai pemandu acara.

Berlangsungnya kegiatan ini pula berkat keterlibatan Pengurus DPW PPNI DKI Jakarta dan DPK PPNI RS Mayapada. (IM)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: