Perawat ini Jadi Caleg, Menurutnya Nasib Perawat Terabaikan

Musda II PPNI Tapsel Digelar, PPNI Ajak Bupati Programkan Perawat Desa
21 April 2018
Hotmatua Rambe, Terpilih Kembali Ketua DPD PPNI Tapanuli Selatan Periode 2018-2023
23 April 2018
Show all

Perawat ini Jadi Caleg, Menurutnya Nasib Perawat Terabaikan

Wartaperawat.com – Menjelang tahun politik di Pemilu 2019 berbagai kalangan masyarakat berebut strategi kemenangan. Calon anggota DPR RI, DPD RI dan DPRD diberbagai daerah mencari simpati di daerah pemilihan. Untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, diharapkan calon anggota mempunyai massa di daerah pemilihannya. Disamping itu, calon anggota yang dipilih diharapkan dapat membela kepentingan daripada si pemilihnya.

Peluang inilah yang dimanfaatkan seorang perawat untuk mencoba di tahun politik 2019 yang akan datang. Keinginan menjadi wakil rakyat di DPRD menjadi keinginan dirinya dan rekan se-profesinya pula. Kesempatan menjadi anggota DPRD diperlukan dukungan yang kuat dari semua lapisan masyarakat.

“Awal ceritanya lucu, saya ini sudah lama jadi kadernya partai Gerindra, cuma pada saat pencalonan legislatif, kami bingung mau memilih  ke DPD RI atau DPRD Provinsi karena di DPD RI kami juga didukung diberbagai tempat. Pada akhirnya kami tidak ke jadi DPD RI karena persiapannya kurang dan akhirnya dari teman-teman Partai PKS malah yang peduli kepada saya,” ujar Sujatmiko, S.Kep, Ners, SKM di sela-sela Rakernas, Riau, Sabtu (14/4/2018).

Ketua DPD PPNI Nganjuk ini yang mendapatkan kesempatan pula mengikuti ujian terbuka Doktor di Universitas Airlangga, pada tanggal 25 April 2018 ini. mengungkapkan alasannya ingin menjadi wakil rakyat di DPRD, dikarenakan ingin berbuat untuk perawat, masalahnya perawat saat ini masih sedikit yang memikirkannya di legislatif. Dia beranggapan, hidup sekarang ini harus selalu melihat birokrasinya ada dipolitik, kalau tidak dekat politik maka segala sesuatunya akan omong kosong. Dengan kondisi seperti itu, maka dia  berusaha maju dari perawat untuk mendekat ke partai PKS. Kebetulan PKS ini ‘No Money’, jadi tidak ada uang yang dikeluarkan pada saat pencalonan dan sebagainya.

“Jadi perawat itu harus mendapat pengakuan dari masyarakat, selama ini kita sudah dekat dengan masyarakat tapi kadangkala kita dilihat masyarakat adalah seperti pembantunya dokter, bukan sebagai perawat yang utuh. Padahal sudah banyak Profesor perawat, Doktor perawat, sekarang saja spesialis perawat sudah banyak tapi masyarakat tahunya pembantu dokter,” terangnya.

Dia akan membangun dan memfokuskan khususnya yang ada di Jawa Timur. Kelanjutannya bila diijinkan Tuhan dan memang ditugaskan partai, mungkin 5 tahun lagi, setelah terpilih akan berlanjut ke tingkat DPD RI / DPR RI.

“Setelah jadi, akan benar-benar membawa nama perawat nantinya. Adapun strategi kami dalam menuju kemenangan, diantaranya menggerakkan semua elemen perawat yang ada di masing-masing DPD PPNI dan merangkul profesi lainnya seperti bidan, dokter, analis, dan sebagainya,” ungkap Jatmiko yang juga Wakil Bidang III DPW PPNI Jawa Timur.

Calon DPRD ini akan mengambil simpati di Dapil wilayah Barat Jawa Timur, diantaranya Kabupaten Nganjuk, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun. Untuk Kabupaten Nganjuk ada 20 kecamatan, Kabupaten Madiun ada 15 kecamatan dan Kota Madiun ada 3 kecamatan, yang akan diperebutkannya. (IM)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: