Kemenkes Menghimbau Peduli Lingkungan, Upaya Kurangi Kasus DBD

DPD PPNI Batang Peduli Korban Banjir & Akan Berlanjut
31 Januari 2019
PPNI NTT Sukses Bahas Proker 2019 & Prioritaskan Bangun Sekretariat
2 Februari 2019
Show all

Kemenkes Menghimbau Peduli Lingkungan, Upaya Kurangi Kasus DBD

Wartaperawat.com – Rasa kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan masih belum maksimal, terutama memasuki musim penghujan. Perilaku manusia yang tidak melakukan pola hidup sehat dan tidak peduli lingkungan akan berpengaruh dengan perkembangbiakan sarang nyamuk.

Dengan menjaga lingkungan dengan baik diharapkan dapat menekan kasus demam berdarah (DBD) yang akhir-akhir ini terlihat terjadi lonjakan penderitanya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI drg. Oscar Primadi, MPH mengatakan upaya perubahan perilaku memang harus dilakukan dalam menyikapi DBD. Oscar menganggap persoalan DBD bukan hanya bersumber dari nyamuk, tapi ada perilaku manusia yang menyebabkan perindukan nyamuk meningkat.

Beberapa kebiasan atau perilaku tersebut misalnya membiarkan pakaian bekas pakai tergantung, tidak menguras bak, membiarkan genangan air di sekitar tempat tinggal. Belum lagi saat ini telah masuk musim hujan dengan potensi penyebaran DBD lebih tinggi.

“Musim penghujan inilah yang kalau kita tidak peduli dengan lingkungan, tidak mau menguras bak mandi, apalagi ban-ban bekas banyak dibiarkan di dekat pemukiman, botol-botol bekas, kaleng-kaleng bekas, dan plastik-plastik bekas minuman kemasan dapat meningkatkan jumlah penyebaran DBD,” kata Oscar di gedung Kementerian Kesehatan, Selasa (29/1).

Tentunya Indonesia merupakan endemis DBD, Oscar mengatakan masalah DBD adalah masalah lingkungan dan cara mengatasinya perlu tindakan tidak hanya dari pemerintah tapi dari setiap individu di lingkungannya masing-masing.

“Warning ini sudah disikapi oleh teman-teman daerah (Dinas Kesehatan), jadi saya katakan demam berdarah ini memang endemis di seluruh Indonesia, karena ini persoalan lingkungan,” ucap Oscar.

Menurut Sekjen, Kementerian Kesehatan sudah memahami bahwa akan terjadi lonjakan-lonjakan kasus DBB. Karena itu pada November 2018 Kemenkes telah mengirimkan surat edaran kewaspadaan peningkatan kasus DBD kepada semua gubernur.

Kemenkes juga mengirimkan logistik seperti insektisida, larvasida ke daerah-daerah. Selain itu pemerintah daerah telah melakukan upaya pencegahan DBD seperti penyelidikan epidemiologi dan penyuluhan, semuanya dilakukan secara komprehensif

.

Pemerintah daerah juga telah membentuk kelompok kerja operasional (Pokjanal) dalam mengatasi masalah DBD di daerahnya masing-masing. Selain itu disiagakan juga rumah sakit untuk merawat pasien DBD, karena penderita DBD perlu perawatan intensif di rumah sakit.

 

“Dalam kondisi seperti ini, semua pihak harus peduli, tidak hanya berharap pada pelayanan kesehatan, tidak hanya berharap pada petugas kesehatan, tapi juga aktivitas Pokjanal DBD di daerah ini harus dikerahkan karena persoalannya adalah lingkungan, tanpa sadar kita membiarkan nyamuk bersarang di lingkungan kita karena tingkat kepedulian rendah,” ungkap Oscar.

Sebaiknya peduli terhadap lingkungan tidak hanya pada musim penghujan saja, namun kewaspadaan kasus DBD juga diterapkan pada musim kemarau juga. (IM)

 

Sumber  : Berita dan foto dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: