Jokowi Umumkan THR, Tapi Perawat Honorer Tak Berhak & Belum Jelas Kabarnya

DPP PPNI Kunjungi RSCM, Bahas Peranan & Pengembangan Keperawatan
23 Mei 2018
Eratkan Silaturahmi, DPP PPNI Adakan Buka Puasa Bersama
25 Mei 2018
Show all

Jokowi Umumkan THR, Tapi Perawat Honorer Tak Berhak & Belum Jelas Kabarnya

Wartaperawat.com – Akhirnya Presiden Jokowi merestui pemberikan THR (Tunjangan Hari Raya) dan gaji ke 13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit TNI, Polisi, dan Pensiunan PNS. Nilainya telah dianggarkan sebesar Rp. 17,88 triliun. Dana tersebut akan dicairkan mulai akhir bulan Mei ini. Kabar bahagia yang diterima PNS saat ini, sangat berbeda apa yang dirasakan ratusan ribu karyawan yang belum diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau masih honorer yang tak berhak mendapatkan jatah tersebut.

Dari karyawan honorer yang ada di Indonesia, sekitar 80 ribuan berasal dari tenaga perawat yang juga bekerja di layanan kesehatan milik pemerintah pusat maupun daerah. Hingga kini nasib perawat honor dan tenaga kesehatan honor lainnya masih belum jelas statusnya. Namun perjuangan untuk mendapatkan penghidupan yang layak bagi tenaga perawat tetap disuarakan oleh Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI).

Keputusan pemerintah yang belum mengakomodir tenaga honorer di Indonesia menjadi perhatian oleh anggota DPR, Fadli Zon, Ia berpendapat sebaiknya tunjangan tersebut diberikan kepada tenaga honorer yang dinilainya sudah banyak mengabdi. Tidak hanya terkait masalah tunjangan, Wakil Ketua MPR itu juga berharap ada kejelasan status bagi para tenaga honorer.

“Saya kira memang ada benarnya mengingat tenaga honorer kan cukup banyak ya, ada ratusan ribu. Mereka sudah banyak yang mengabdi, harusnya bisa untuk paling tidak secara bertahap menyelesaikan persoalan honorer ini menjadi pegawai negeri. Ada kejelasan status atau malah mereka yang diberikan THR, kira-kira begitulah,” ungkap Fadli Zon di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Keprihatinan wakil rakyat ini sejalan dengan apa yang menjadi keinginan dan harapan Andi Irawan sebagai Ketua GNPHI, yang memberikan pernyataan setelah berakhirnya acara orasi ilmiah yang disampaikan Presiden ke 5 Megawati Soekarnoputri, yang intinya Megawati akan menyampaikan nasib perawat honorer kepada Presiden Jokowi, pada saat acara peringatan International Nurses Day (IND) 2018 di Marina Convention Center, Jawa Tengah, Sabtu (12/5/2018) lalu.

Ketua GNPHI berharap dalam momen IND diharapkan ada kemajuan di dalam profesi perawat dimana tuntutan pelayanan yang tinggi juga harus diimbangi dengan kebijakan untuk perawat, dimana didalam perawat masih ada yang kurang sesuai terutama perawat honor di instansi pemerintah dengan status kontrak atau sukarela dan upah masih ada dibawah UMR.

Andi menginginkan dengan adanya orasi ilmiah yang dihadiri oleh tokoh nasional Ibu Megawati diharapkan juga dapat mendorong atau dukungan supaya eksekutif maupun legislatif untuk menyelesaikan persoalan perawat honor Indonesia yang puluhan tahun bekerja tanpa kepastian hukum dan masa depan sebagai seorang pekerja profesional.

Semoga harapan besar yang disampaikan melalui ketua GNPHI dan amanah yang diterima dan janji Ibu Megawati kepada perawat  yang hadir pada saat itu, dapat tersampaikan kepada Presiden Jokowi. Mudah-mudahan motto ‘Perawat Sumber Kekuatan Menuju Indonesia Sehat’ pada acara tersebut, mengharapkan Presiden Jokowi nantinya turut memperhatikan nasib perawat honor yang belum jelas nasibnya. (IM)

 

Sumber : Ketua GNPHI & Beberapa Media Online

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: