DPP PPNI Kunjungi RSCM, Bahas Peranan & Pengembangan Keperawatan

DPLN PPNI Qatar Beraudiensi Dengan Kemenkes RI Bahas Kesejahteraan Perawat
22 Mei 2018
Jokowi Umumkan THR, Tapi Perawat Honorer Tak Berhak & Belum Jelas Kabarnya
24 Mei 2018
Show all

DPP PPNI Kunjungi RSCM, Bahas Peranan & Pengembangan Keperawatan

Wartaperawat.com – Pemberdayaan dan kualitas perawat  perlu diupayakan maksimal untuk memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna kepada masyarakat. Peranan perawat sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanaan kesehatan perlu mendapat dukungan dari semua pihak terkait. Dengan menambah kualitas pendidikan keperawatan yang telah ada diharapkan dampak pelayananan kesehatan ke masyarakat lebih optimal lagi.

Dalam hal ini, tentunya pengembangan keperawatan sangat erat kaitannya dengan pengembangan pelayanan di rumah sakit. Oleh karena itu Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) melakukan kunjungan ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang merupakan RS Rujukan Nasional sekaligus RS Pendidikan dibawah Kementerian Kesehatan RI.

Direktur Utama RSCM Dr.dr. CH.Soejono, Sp.PD,K-Ger, M.Epid, FACP, FINASIM, Direktur Medik dan Keperawatan Dr.dr. Ratna Dwi Restuti, Sp.THT-KL(K) dan jajarannya menerima kunjungan Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, S.Kp, SH, M.Kep, Sekretaris Jenderal DPP PPNI DR. Mustikasari, S.Kp, MARS dan Ketua Bid Diklat DPP PPNI Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs,(Hons) di RSCM Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Pada pertemuan tersebut dibahas tentang beberapa isu penting terkait peran RS dalam pengembangan Keperawatan serta hubungannya dengan PPNI. Salah satu isu yang dibahas adalah tentang sistem standarisasi kompetensi kekhususan serta sertifikasinya oleh PPNI, yang kemudian akan digunakan oleh RS sebagai dasar dalam pemberian kewenangan klinis.

Mengingat RSCM sebagai RS Pendidikan Rujukan Nasional, PPNI berharap dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan RSCM khususnya dalam pengembangan perawat kekhususan, dari mulai standarisasi kompetensi, kurikulum, pelatihan, sampai sistem asesmen kompetenai dan penetapan sistem sertifikasinya.

Dari pertemuan singkat yang berlangsung sekitar 90 menit tersebut, disepakati bahwa perlu adanya pertemuan yang intens antara PPNI dengan Tim Keperawatan RSCM untuk membahas program pengembangan keperawatan, khususnya dalam hal pengembangan standar perawat kekhususan, dan tentunya dengan melibatkan Ikatan dan Himpunan Keperawatan yang berada dibawah naungan PPNI. (IM)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: