ICINNA : Sarana Informasi Untuk Kemajuan Keperawatan

Presiden Jokowi Terima PPNI, Tanggapi Keinginan Perawat
5 Desember 2018
PPNI Tojo Una-Una Bentuk Komisariat & Bermitra Dengan Dinkes
6 Desember 2018
Show all

ICINNA : Sarana Informasi Untuk Kemajuan Keperawatan

Wartaperawat.com  – Melalui kerjasama yang baik, dari awal perencanaan hingga berakhirnya kegiatan Conference of Indonesian National Nurses Association (ICINNA) merupakan prestasi tersendiri bagi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Dengan kolaborasi dari berbagai bidang terkait di DPP PPNI, perhelatan konferensi internasional yang pertama kali semenjak keberadaan PPNI berjalan dengan baik dan kondusif.

Semenjak awal pembukaan hingga berakhirnya konferensi internasional mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak termasuk peserta yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Tentunya kegiatan ICINNA merupakan strategi membangun dan memperkuat jejaring dengan berbagai pihak secara luas untuk mewujudkan tujuan organisasi sesuai dengan tuntutan di era global.

Dengan adanya konferensi internasional menjadi salah satu sarana untuk mengkomunikasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan terkini berdasarkan hasil-hasil penelitian dari Indonesia dan dari berbagai negara.

Panitia pelaksana dalam konferensi internasional kali ini mengangkat tema “Quality Improvement of Nursing Services: Issues and Strategies” yang digelar selama dua hari di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Indonesia (1-2 Desember 2018).

Kegiatan konferensi internasioanal ini dibuka dan ditutup secara resmi oleh Harif Fadhillah, SKp,SH,M.Kep,MH selaku Ketua Umum DPP PPNI.

Selain tamu kehormatan yang hadir dari dalam negeri, hadir pula Prof. Isabella Skinner, Ph.D, yang merupakan CEO ICN (International Council of Nurses).

Melalui penjelasannya kepada awak media, Sabtu (1/12/2018), Harif Fadhillah menyampaikan bahwa pertemuan ini, disamping membuat suatu budaya secara rutin mengenai konfensi internasional, dimungkinkan akan diadakan lagi dua tahun mendatang.

Menurutnya, kegiatan ini baik sekali untuk sharing informasi, sharing pengalaman dan juga sekaligus dapat membuka wawasan baru atau pradigma baru terhadap perawat.

Harif beranggapan, mungkin di luar sana sudah berbeda kondisinya, kalau di Indonesia opini masyarakat berpendapat  bahwa perawat itu merupakan pembantu  dokter, tetapi di berbagai belahan dunia yang sudah maju, bahkan sebaliknya perawat itu merupakan profesi yang mandiri dengan punya tanggung jawab sendiri yang perlu dikembangkan dan sangat membantu dalam upaya-upaya kesehatan.

Harif juga mengatakan dalam topik kegiatan kali ini, tidak menyinggung arah berkaitan dengan transfer tenaga perawat Indonesia ke luar negeri, tetapi nantinya ada upaya kearah sana. Tentunya dalam hali ini, PPNI mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan peran perawat dalam program migrasi tersebut, namun Harif mengingatkan, perlunya menjadi catatan bersama bahwa bagaimana menyiapkan kompetensi perawat untuk dapat bersaing dengan negara lain.

Ketum PPNI mengungkapkan bahwa perawat adalah salah satu tenaga kesehatan yang memang terdepan, terdekat dan terlama, jika bertemu dengan pasien di berbagai tempat termasuk di daerah yang terbatas geografis, seperti daerah terpencil, perbatasan maupun kepulauan ataupun daerah pegunungan dipastikan adanya keberadaan perawat.

Dikatakannya, berdasarkan pengakuan dari pemerintah pusat maupun daerah, memang dan pada kenyataannya masih sangat dibutuhkannnya peran perawat di daerah tersebut, dalam rangka upaya mengatasi masalah kesehatan, baik secara kuratif maupun rehabilitatif bahkan promotif dan preventif, untuk itu perawat telah dibekali ilmu untuk hal tersebut.

Harif juga menegaskan, bahwa sekiranya dan sebaiknya pemerintah sekarang maupun yang akan datang atau siapapun nanti pemimpinnya. Menurutnya, jika pemerintah menginginkan keberhasilan Jaringan Kesehatan Nasional (JKN), maka perlunya memperhatikan dan mengoptimalkan peran perawat, tetapi akan gagal program JKN bila perawat dilupakan.

PPNI selama ini merupakan anggota International Council of Nurses (ICN) ke-129, sehingga memudahkan PPNI untuk mendatangkan pembicara dan peserta multinasional.

Adapun narasumber yang menyampaikan materi, diantaranya : dr. Sigit Priohutomo, MPH (Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia), Suhartati, S.Kp,M.Kes (Kemenkes RI), dr. Diar Indrayati, MARS (Kemenristek Dikti), Prof. Isabella Skinner, Ph.D (CEO ICN), Harif Fadhillah, SKp,SH,M.Kep,MH dan Dr. Margaret Fitch (Universitas Toronto Canada).

Sementara narasumber yang memberikan materi pada hari kedua, diantaranya : Dr. Margaret Fictch (Canada), Prof. Hsiu-Hung Wang (Taiwan), Martin Bollard, B.Sc,M.A,PH.D (Inggris), Laura Strumidlo, Ph.D (Inggris), Dr. Tamara Page (Australia), Herni Susanti, S.Kp.,MN, Ph.D (Indonesia).

Sebelumnya acara penutupan, panitia memberikan penghargaan kepada  Best Oral Presenter selama dua hari kegiatan berlangsung.

Adapun penanggung jawab kegiatan ICINNA kali ini adalah Elsi D. Hapsari, S.Kp,M.S,D.S sedangkan ketua panitia dipercayakan kepada Yeti Resnayati, S.Kp,M.Kes.

PPNI mengadakan kegiatan ICINNA ini bertujuan : 1. Mengembangkan kapasitas keilmuan perawat di Indonesia., 2. Membangun dan memperkuat jejaring antar profesi keperawatan dan stakeholder multinasional.

3. Menyebarluaskan pengalaman dan pengetahuan terkini tentang peningkatan kualitas pelayanan keperawatan dan aspek-aspek yang mempengaruhinya (pendidikan, penelitian, dan kebijakan).

Selamat dan Sukses … (IM)

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: