HIPANI Edukasi Manajemen ERAS : Tingkatkan Inovasi Perawat

PPNI Tojo Una-Una Bentuk Komisariat & Bermitra Dengan Dinkes
6 Desember 2018
Pengurus DPD PPNI Kota Tangerang Resmi Dilantik
8 Desember 2018
Show all

HIPANI Edukasi Manajemen ERAS : Tingkatkan Inovasi Perawat

Wartaperawat.com – Himpunan Perawat Anestesi Indonesia (HIPANI) disaat menyambut ulang tahun yang ke 2 dan telah di syahkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional  Indonesia (PPNI) pada tanggal 3 Desember 2016 di Bandung.

Dalam rangka meningkatkan kualitas bagi perawat anestesi, DPP  dan DPD HIPANI menggelar seminar dan workshop manajemen ERAS, dengan bekerja sama dengan Indonesia International Nursing Conference and Exhibition (IINCE).

Acara seminar dan workshop dibuka secara resmi oleh Harif Fadhillah Ketua Umum DPP PPNI di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Ketua DPP HIPANI Waryono, SKep,SIP,MKes mengundang Pengurus Persi dan para undangan lainnya untuk hadir dalam kegiatan ini.

Tujuan utama dari penyelenggaraan workshop ini adalah meningkatkan wawasan perawat tentang inovasi yang dapat dilakukan untuk memajukan masa depan keperawatan terutama dalam pengembangan Ilmu Keperawatan Anestesi.

Sesuatu perjuangan berat untuk mendapatkan ilmu baru dengan sistem baru dari sebuah pelayanan pada pasien dengan pre, durante dan paska anestesi. Peran dan fungsi perawat anestesi secara internasional tenyata sangat pegang peranan penting dalam menjadikan sebuah tim yang solid dalam perumahsakitan.

Asuhan keperawatan yang mendampingi asuhan medis merupakan pelayanan yang syah sebagai mitra pelayanan anestesi, bahkan keteknisian medis pun, punya peranan dalam pelayanan penunjang (jika di luar negeri seperti : Jepang, Jerman).

Tentunya tenaga kesehatan pasti akan melihat dimana clinical preveladge dalam menjalankan klinical Patway pasti melihat sisi hukum pelayanan sehingga HIPANI sebagai seminat PPNI akan selalu melakukan asuhan keperawatan anestesi yang sesuai dengan kompetensinya.

Untuk itulah, DPP HIPANI akan terus menjalankan kewajibannya untuk meninggkatkan ilmu pengetahuan anggotanya melalui acara workshop dan seminar keilmuan kedokteran dan keperawatan yang selalu ada perubahan dalam mengutamakan keselamatan pasien di dalam pelayanan agar perawat anestesi selalu update dengan perkembangan ilmu terbaru.

Banyak ilmu baru dan kejelasan baru bagaimana sebuah pelayanan di RS sesuai kompetensinya bukan karena ambisinya, ketegasan pemerintah sangat ditunggu dalam menetapkan sebuah kompetensi nakes yang rasional.

Dalam memperdalam keilmuan ini disampaikan oleh narasumber dokter spesialist anestesi sebagai praktisi dan akademisi yang mengupas tuntas terkait dengan manajemen ERAS (ENCHANGED RECOVERY AFTER SURGERY), perawat anestesi dan pengurus pun sepakat tidak akan perawat anestesi minta dimaknai sebagai dokter. (menurut narasumber praktisi dokter anestesi dr. Bambang Tetuko, Sp AN).

Sesuai dengan keilmuannya, perawat anestesi selalu mengggunakan ilmu yang komperehensif sehingga profesi perawat dengan sumpah perawat tetap menjalankan asuhan keperawatan dengan tindakan mandiri mau tindakan kaloborasi dengan team kesehatan lainnya yaitu salah satunya dokter anestesi.

Materi workshop manajemen ERAS ada hal yang terbaru, selain pemberian materi, peserta workshop langsung berpraktek langsung dan simulasi dari mulai preoperatif, Intra operatif sampai pasca anestesi serta manajemen nyeri penanganan post operatif.

Sementara materi mengenai Profesionalisme perawat dalam era perkembangan ilmu dan kemajuan tehnologi (ERAS) disampaikan oleh Waryono, SIP,S.Kep,M.Kes selaku Ketua Umum DPP HIPANI

Adanya materi ERAS untuk keselamatan pasien dan preadmission and perioperatif manajemen.

Materi Intraoperatif management dalam ERAS disampaikan oleh Dr. Bambang Tetuko, SpAn, KIC, sedangkan materi Post Operatif management dalam ERAS oleh Dr. Rahendra SpAn, serta penyampaian praktek langsung (Hand in and Hand On).

Ada pula simulasi penggunaan mesin dengan tepat sesuai (MAC,ED50, WASH IN-OUT, lung protective surgery) dan Edukasi pasien pra dan post anestesi (skala nyeri, mobilisasi, gaster tube/kateterisasi urine dan mengatasi axietas pasca bedah). (IM)

 

Sumber : DPP HIPANI

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: