Hasil Observasi Mandala, Edukasikan Perawat Peduli Kesehatan Lingkungan Sekitarnya

Keren! Kerja Tim Relawan Perawat PPNI Jadi Inspirasi Bagi Nakes Lainnya
16 Agustus 2018
Ini Cara Relawan Perawat PPNI Ajak Rayakan HUT RI Ke-73 : Sederhana Tapi Seru…
17 Agustus 2018
Show all

Hasil Observasi Mandala, Edukasikan Perawat Peduli Kesehatan Lingkungan Sekitarnya

Wartaperawat.com – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan bagi tenaga perawat dalam mengenai berbagai penyakit dan pencegahannnya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pengetahuan yang didapat sebagai upaya untuk menambah kualitas asuhan keperawatan yang sudah ada dimiliki sebelumnya. Pada langkah memberikan pelayanan kesehatan pentingnya juga memperhatikan aspek kepedulian di dalam memberikan asuhan keperawatan.

Untuk memberikan edukasi kepada tenaga perawat akan lebih bermakna lagi, jika informasi yang disampaikan dengan memperhatikan permasalahan yang ada pada lingkungan sekitarnya. Melalui pengalaman yang dimiliki, akhirnya Mandala Health Education Center berinisiatif mengadakan konferensi keperawatan internasional bagi perawat maupun calon perawat.

Sebelum menggelar konferensi tersebut, observasi telah dilakukan pihak Mandala untuk mengangkat tema yang dihadirkan berkaitan dengan sesuatu masalah kesehatan yang menjadi perhatian bersama bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Hari ini kegiatannya adalah kita menyelenggarakan konferensi internasional. Kita mengangkat tema tentang Tuberkulosis dan Pneumonia. Hal ini didasarkan pada data yang didapat berdasarkan Dinas Kesehatan tahun 2016, khususnya Dinkes Banten dan juga data observasional, jadi kita lakukan sekaligus peninjauan ke lokasinya,”  ucap Tommy Juliandi, Amd.Kep disela-sela acara di Gedung Jiwasraya, Kota Tangerang, Banten, Minggu (12/8/2018).

Ketua pelaksana kegiatan konferensi keperawatan internasional ini mengatakan pihaknya mengunjungi beberapa  Puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan. Hasil observasinya, Ia sampaikan bahwa banyak poliklinik yang dikunjungi dan ramai pasiennya adalah Poli Tuberkulosis.

“Maka dari itu, kita harus peduli sebagai seorang perawat, kita harus menghimbau dan mengajak perawat-perawat yang ada di Banten agar paham akan masalah-masalah Tuberkulosis dan Pneumonia. Masalah ini yang mendasarkan kita menyelenggarakan kegiatan ini,” terang Tommy.

Ia jelaskan bahwa Mandala Education Center selain menghadirkan pembicara dari Indonesia, juga dari luar yaitu Singapore dan Thailand. Pembicara Singapore membahas mengenai Evidence Base Practice, apa-apa saja informasi-informasi terbaru berdasarkan penelitian yang  dapat diterapkan perawat dan memajukan dunia keperawatan Indonesia yang sesuai topik Tuberkulosis dan Pneumonia. Sementara yang dari Thailand, lebih fokus ke Manajemen Ruang Isolasi, penerapan caringnya pada keluarga dan dokumentasi berkaitan hal ini adalah masalah-masalah di klinik dan komunikasi.

“Konferensi internasional ini menghadirkan dua workshop juga. Pertama, workshop yang berkaitan dengan komunitas maupun empowering. Jadi kita memberikan support untuk keluarga, agar keluarga mampu untuk mempertahankan kesehatan, dimana yang sehat tetap sehat, terhindar dari TBC dan Pneumonia, sementara pasiennya akan cepat pulih serta dapat meningkatkan derajat kesehatan.

Kedua, berkaitan dengan Emergency. Kita tidak bisa lepaskan masalah emergency pada bagian TBC dan Pneumonia, tentunya kita hadirkan workshop tentang oxygenisasi maupun sistem rujukan. Alur rujukan dari mulai level paling dasar, paling primer ke tersier yang sesuai rujukannya, disamping itu mengenalkan tanda-tanda kegawatdaruratan di kasus TBC dan Pneumonia,” ungkapnya.

Dengan kegiatan ini, Ia berharap peserta yang mendapatkan materi ini mampu meningkatkan pengetahuannya di bidang pencegahan, pengendalian infeksi TBC dan Pneumonia. Perawat juga nantinya mampu mengelola pelayanan kesehatan, karena didasarkan undang-undang salah satu pengelolaan pelayanan kesehatan adalah perawat, disamping itu bahwa perawat memiliki kepedulian kepada klien-klien baik itu yang sehat maupun sakit.

Kegiatan ini mengangkat tema “Tuberculosis vs Pneumonia: What Is the Roles of Nurse?” dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten, diantaranya : Assist. Prof. Dr. Shefaly Shorey, RN, RM (Singapore) materi Evidence Based Practice Appllied by Nurse for Tuberculosis and Pneumonia Clients., Assist. Prof. Capt. Police Rapin Polsook, RN (Thailand) materi Nursing Process and Health Service Management in Isolation., Dr. Nani Nurhaeni, S.Kp, MN materi Tuberculosis and Pneumonia Problems in Neonates and Pediatrics.

Mandala menghadirkan pula Dr. Astuti Yuni Nursasi, S.Kp, MN menyampaikan materi Tuberculosis and Pneumonia in Community & Family Care sekaligus workshop Family Empowering by Nursing to Care for Tubercolosis Client.,

Sedangkan materi Emergency Nursing Process in Tuberculosis and Pnemonia sekaligus Workshop Oxygen Therapy in Emergency Cases by Nursing Approach disampaikan Ns. Puji Raharja Santosa, M.Kep, Sp.MB.

Acara ini mendapat apresiasi baik, dengan jumlah peserta mencapai 350-400 orang ini berasal dari dan luar Jabodetabek termasuk 2 peserta mahasiswa FIK dari Thailand dan 1 orang dari Singapore. (IM).

3 Comments

  1. Puji Raharja Santosa berkata:

    Luar biasa.. Excited

  2. Istikhori berkata:

    Luar biasa acaranya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: