DPP PPNI Apresiasi & Berterima Kasih Atas Penyelenggaraan Doa Perawat Jambi Untuk Negeri

DPP PPNI Mengedukasi Pengelolaan SDM Keperawatan & Utamakan Faktor Keselamatan
30 Oktober 2020
Ini 5 Pesan UAS Untuk Perawat Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
3 November 2020
Show all

DPP PPNI Apresiasi & Berterima Kasih Atas Penyelenggaraan Doa Perawat Jambi Untuk Negeri

Wartaperawat.com – Melalui permohonan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi pilihan terbaik bagi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Untuk itulah Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah memberikan apresiasi atas inisiasi DPW PPNI Provinsi Jambi menggelar secara virtual acara ‘Doa Perawat Jambi Untuk Negeri’ dalam rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H/2020 M.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PPNI Mustikasari bersama Pengurus DPP PPNI lainnya, para Ketua DPW PPNI, Pengurus DPW PPNI Jambi, Ketua DPD PPNI se Jambi dan pihak terkait lainnya.

Umar selaku Ketua DPW PPNI Provinsi Jambi sukses menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagai penceramah sekaligus memimpin doa bersama pada acara tersebut, yang menghadirkan pula Ketua DPRD Jambi Edi Purwanto, Sri Argunaini selaku Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Ekonomi, Keuangan & Pembangunan dan para undangan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPW PPNI Provinsi Jambi atas terlaksananya kegiatan ini, sebenarnya kegiatan ini yang ketiga semasa pandemi ini,” ungkap Harif Fadhillah dalam sambutannya pada acara tersebut, melalui ruang Zoom Meeting dan kanal Youtube DPW PPNI Provinsi Jambi, Kamis malam (29/10/2020).

Pertama, kita lakukan tahlilan nasional di Jawa Timur, kemudian kedua, kita lakukan Doa untuk negeri secara nasional, dan ini yang ketiga,” sambungnya.

Dikatakannya, selain berbagai upaya dilakukan selama ini diperlukan juga untuk berdoa, dan diharapkan semoga doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

Selain mengucapkan rasa syukur atas pertemuan ini, Harif Fadhillah bersama masyarakat masih prihatin atas pandemi yang melanda di setiap negara termasuk Indonesia yang masih belum terkendali.

“Kita lihat hari ini pun angka kejadian, angka kesakitan, angka kematian masih belum reda. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi kita, jika keadaan ini terus menerus meningkat dan tidak ada hentinya,” ucap Harif Fadhillah.

“Karena perawat sebagai garda terdepan tentu akan menanggung dampak atas peningkatan kasus atau tak tertanggulanginya kasus ini,” lanjutnya.

Namun di sisi lain, menurutnya diperlukan rasa syukur atas angka kesembuhan yang cukup tinggi, tentunya ini membuktikan pelayanan kesehatan berkualitas baik pada saaat ini, dan masyarakat juga sudah memahami arti pentingnya menjaga kesehatan.

Diterangkannya, walaupun angka kasus cukup tinggi dan terus meningkat, tapi perawat tetap bersemangat dalam memberikan pelayanan kesehatan menangani pandemi ini, yang juga sesuai perintah Allah dan juga sebagai kewajiban moral profesi.

Ditambahkannya, bahwa semangat ini harus terus dijaga, upaya dan dukungan terutama dukungan pemerintah yang memberikan kebijakan, dan masyarakat yang tentu saja menghargai kerja perawat, dan semua komponen masyarakat terhadap pengabdian perawat, yang hingga saat ini memberikan pelayanan bersama tenaga kesehatan lainnya.

Selain itu, diharapkannya untuk terus berdoa kepada Allah, dikarenakan Allah lah yang menentukan segala sesuatu yang harus terjadi atas kehendakNya, dan tentu saja Allah yang mampu memelihara alam ini termasuk memelihara umat manusia sebagai hambaNya.

“Tentu saja kita berdoa kepada Allah, untuk segera melalui pandemi ini dengan baik, dengan tidak menimbulkan bencana yang lain, sehingga kita bisa hidup kembali normal. Bisa melaksanakan amal ibadah kita tanpa ada hambatan yang berarti,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini pula, Harif Fadhillah menyampaikan informasi menurut data dan laporan yang berdasarkan nama dan alamat dari perawat seluruh Indonesia, bahwa yang terkomfirmasi Covid-19 perawat telah mencapai 2.985 orang dan laporan tersebut masih terus berjalan.

Disebutkannya pula, hingga Kamis (29/10/2020) perawat yang wafat sudah 104 orang, dan mudah-mudahan pada kesempatan doa yang dipanjatkan bersama Ustadz Abdul Somad ini menjadi keinginan bersama agar teman perawat yang terkomfirmasi segera diangkat penyakitnya, dan kembali beraktifitas seperti semula, termasuk doa bagi perawat yang wafat.

“Bagi almarhum dan almarhumah, kita doakan agar husnul khotimah, dan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan. Bagi kita yang sekarang ini masih hidup, mari kita lanjutkan perjuangan teman-teman sejawat yang telah mengorbankan diri dan bahkan nyawanya untuk kepentingan negeri,” tuturnya.

Terhadap pemerintah, diharapkan dan dimohonkannya pula agar tetap memberikan semangat dan perlindungan atas keselamatam perawat di dalam memberikan pelayanan kesehatan. Sementara kepada sejawat perawat Jambi khususnya untuk terus bekerja terus menerus di masa pandemi saat ini.

Harif Fadhillah mengingat pula pada tokoh perawat Florence Nightingale, sebagai tokoh reformasi keperawatan dunia, yang pernah berkata disaat tahun 1870, dia mengatakan bahwa perlu waktu 150 tahun untuk dunia agar mengetahui kebaikan terhadap perawat, dan sepertinya ungkapan tersebut menjadi kenyataan pada saat ini.

“Sekarang sudah tahun 2020 dan bila dikurangi 1870 menjadi 150, maka sudah 150 tahun inilah barangkali menjadi momentum bagi kita semua untuk memberikan yang terbaik agar masyarakat mengetahui kebaikan perawat, khususnya di dalam pelayanan kesehatan kemanusiaan saat ini. Sekaligus juga, perawat sebagai garda terdepan dan juga di sisi lain adalah garda terakhir,” jelasnya.

Harif Fadhillah beranggapan agar pentingnya perawat mendapatkan perlindungan dan jangan sampai terkomfirmasi, serta jangan sampai perawat punah. Tentunya jika ada satu perawat yang sakit, maka akan mengurangi kesempatan untuk melayani setiap orang atau masyarakat.

Lanjutnya, dengan berbagai alasan tersebut, diharapkannya kepada seluruh komponen agar dapat melindungi tenaga perawat, disamping perawat itu sendiri melalui terus menerus waspada dan disiplin dalam mejalankan tugas, sehingga tidak terpapar atau menjadi sumber penularan bagi yang lainnya.

Dijelaskannya, bahwa dukungan organisasi PPNI selalu hadir untuk melayani anggota dalam menjalankan pelayanan, termasuk melibatkan tokoh agama dalam membimbing perawat di saat masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Teman-teman sejawatku, teruslah berjuang, semangat, dan termotivasi yang tinggi, karena anda tidak sendiri berjuang, ada pemerintah, ada DPR, ada masyarakat yang memberikan apresiasi, dan paling tidak ada PPNI yang selalu mendampingi saudara-saudara semua dalam setiap langkah dalam memberikan pelayanan,” imbuh Harif Fadhillah.

“Kepada Ustad Abdul Somad, mohon kiranya kami dapat dibimbing untuk bersama-sama berdoa dan mohon juga diberikan pencerahan, serta bimbingan dalam memberikan pelayanan agar tetap ikhlas. Mudah-mudahan dan saya berharap kita segera melewati pandemi ini dengan baik,” tutupnya.

Rangkaian kegiatan ‘Doa Perawat Jambi Untuk Negeri’ yang dipandu Junita, berlangsung di Studio Webinar Poltekkes Kemenkes Jambi.(IM)

 

Sumber berita & foto : Youtube DPW PPNI Jambi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: