‘Sentra Keperawatan’: Inovasi & Eksisnya Perawat Kota Bandung

Konsisten Cegah HIV/AIDS, Kemenkumham Terima Penghargaan
19 Desember 2018
PPNI & YKI Kota Bogor Berkolaborasi, Edukasikan Asuhan Paliatif Terkini
21 Desember 2018
Show all

‘Sentra Keperawatan’: Inovasi & Eksisnya Perawat Kota Bandung

Wartaperawat.com – Pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat dapat pula dipengaruhi dari peningkatan fungsi dan peran bidang keperawatan. Inovasi yang dikembangkan oleh bidang keperawatan sebaiknya berdampak positif bagi perawat, pemerintah dan masyarakat.

Dukungan bidang keperawatan terhadap program pemerintah, telah terealisasi dengan kehadiran Sentra Keperawatan Cococive Care (Counseling, Collaboration, Comprehensive Care) di Kota Bandung yang diresmikan oleh Rita Verita selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung di UPT Puskesmas Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018).

“Sentra Keperawatan ini penting karena ini menjadi wahana kolaborasi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian,” ungkap Rita Verita disaat peresmian tersebut.

Rita mengatakan bahwa Sentra Keperawatan tidak hanya menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melainkan juga menjadi wahana pendidikan. Pasalnya, Sentra Keperawatan ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar melakukan praktik-praktik keperawatan serta penelitian.

“Kami berkomitmen untuk membuat dua Sentra Keperawatan di Puskesmas setiap tahunnya. Inovasi ini selaras dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK),” ungkap Rita.

Kehadiran Sentra Keperawatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dodi Suhendar. Ia menyebutkan, inovasi ini karena dapat melengkapi akses pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

“Sentra Keperawatan ini memberikan konsultasi kesehatan untuk masyarakat. Masyarakat bisa memantau kondisi kesehatannya sehingga bisa mencegah terjadinya penyakit tidak menular, akhirnya akan menurunkan jumlah rujukan ke rumah sakit,” jelas Dodi.

Bilamana inovasi Sentra Keperawatan di Kota Bandung ini berhasil, ia berencana mereplikasi konsep sejenis ke Puskesmas di wilayah Jawa Barat.

“Semoga Sentra Keperawatan Cococive Care Puskesmas Babakan Sari bisa menjadi inspirasi bagi Puskesmas lain di Kota Bandung dan Jawa Barat,” harap Dodi.

Pada acara peresmian tersebut, hadir pula Eka Anugrah Kepala Bidang Pelayanan DPD PPNI Kota Bandung yang juga sekaligus menjabat Kasubag PSC 119 Kota Bandung serta kehadiran para undangan lainnya.

Dengan adanya peresmian di UPT Puskesmas Babakan Sari, hingga saat ini Kota Bandung telah memiliki 7 Sentra Keperawatan.

Sementara itu, sebelumnya ada 6 Sentra Keperawatan di Kota Bandung, yang berada di UPT Puskesmas Pasirkaliki, Kopo, Garuda, Ujung Berung Indah, Griya Antapani, dan Pasundan.

Melalui keberadaan Sentra Keperawatan, diharapkan masyarakat dapat berkonsultasi serta memeriksakan diri secara komprehensif terkait kondisi kesehatannya.

Dikesempatan berbeda, melalui pesan tertulisnya, Kamis (20/12/2018), Ani Rasiani berharap, dengan adanya Sentral Keperawatan ini untuk mengembangkan amanah UU Keperawatan, dimana adanya kolaborasi antar profesi di lingkungan masyarakat yang sangat diperlukan eksistensi, khususnya masyarakat di Kota Bandung.

Ketua DPD PPNI Kota Bandung ini mengungkapkan, bahwa keberadaan Sentra Keperawatan berdampak pada pelayanan praktik keperawatan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Selain itu, perawat juga dapat mengembangkan dan berinovasi dalam kegiatan pengembangan praktik keprofesian berkelanjutan dan penelitian. (IM)

 

Sumber : Humas Kota Bandung & Ketua DPD PPNI Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: