Sekjen PPNI Secara Resmi Buka TOT Terintegrasi PPNI DKI Jakarta

Manfaat Pengmas PPNI Perlu Diperluas & Lebih Edukatif
19 Oktober 2018
Mahasiswa Teliti KLB Atas Dampak Bencana Di Sulteng
21 Oktober 2018
Show all

Sekjen PPNI Secara Resmi Buka TOT Terintegrasi PPNI DKI Jakarta

Wartaperawat.com – Program lanjutan dalam upaya penguatan dan pemahaman bagi organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) masih terus berlangsung hingga kini. Program kegiatan Training of Trainer (TOT) Terintegrasi dilakukan di setiap wilayah atau provinsi di Indonesia.

Kesempatan kali ini diberikan kepada Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI DKI Jakarta yang menggelar TOT Terintegrasi dengan melibatkan 6 pengurus DPD PPNI Kotamadya/Kabupaten di Hotel Sentral, Jakarta, 20-21 Oktober 2018.

Perhelatan ini dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PPNI Mustikasari, Bendahara Umum Apri Sunadi dan 17 Pengurus DPP PPNI yang dilibatkan sekaligus sebagai pemateri dalam TOT Terintegrasi.

Hadir pula koordinator DPP PPNI wilayah Jawa Wawan Hernawan, Jajang Rahmat Ketua DPW PPNI DKI Jakarta, Sekretaris DPW PPNI DKI Jakarta Kristianawati dan para Ketua DPD PPNI se DKI Jakarta.

Untuk peserta, dihadiri perwakilan 10 orang dari DPD PPNI di DKI Jakarta dan perwakilan Pengurus DPK yang banyak anggota perawatnya. Perwakilan peserta berasal dari DPD PPNI Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu.

Dalam sambutannya, Jajang Rahmat mengucapkan terima kasih kepada Pengurus DPP PPNI dan kehadiran peserta perwakilan dari DPD PPNI di Jakarta dari 5 Kotamadya dan 1 Kabupaten Kepulauan Seribu.

Jajang mengatakan, saat ini jumlah perawat berdasarkan SIMK sebanyak 36 ribu anggota, dan nantinya, ia meminta perlu adanya verikasi pada tingkat DPD maupun DPK agar sesuai dengan laporan ke tingkat DPP (pusat), dikarenakan nantinya ada hubungan dengan iuran keanggotaan.

Disampaikannya, dengan adanya TOT Terintegrasi seluruh program organisasi yang ada di DPP dapat dilaksanakan hingga level DPK (komisariat), termasuk dapat mengetahui cara dan tata laksana berorganisasi.

Dikesempatan ini, Jajang menyampaikan inovasi yang dilakukan di kepengurusannya, diantaranya : adanya Sentral Sertifikat, Sentral Pelayan Terpadu yang menggunakan aplikasi Hp Android. Saat ini, pengurus telah membeli lahan dan bangunan untuk Sekretariat PPNI DKI Jakarta yang baru. Diikuti pula, pembelian oleh DPD PPNI Jakarta Selatan atas lahan dan bangunan yang sudah siap dalam waktu dekat pengoperasiannya.

Ia sampaikan pula, sudah 2 tahun terakhir PPNI DKI Jakarta memiliki no rekening peduli. Ia katakan pada bencana Lombok, telah disumbangkan sebanyak 140 juta dan sementara untuk Palu dan Donggala telah terkirim sebanyak 30 juta. Di kegiatan TOT kali ini, PPNI DKI Jakarta menerima simbolis bantuan bagi bencana Sulawesi Tengah dari DPD yang ada di Jakarta.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama sebelum membuka acara TOT Terintegrasi, Sekretaris Jenderal DPP PPNI Mustikasari menyampaikan kegiatan TOT DKI Jakarta ini merupakan yang ke 30 dari 34 DPW PPNI yang ada.

Mustikasari menghimbau kepada pengurus, jika menjalankan kepengurusan organisasi profesi  PPNI perlu dengan keikhlasan dan kesabaran, itu akan berjalan baik nantinya. Ia menyarankan, dalam melayani anggota, layaknya diperlakuan seperti pelayanan di customer service pada umumnya.

Sekjen juga memaparkan tercetusnya TOT Terintegrasi, dengan diawali dari kunjungan kerja sebelumnya, Ketua Umum DPP PPNI (Harif Fadhillah) ke 43 DPK pada DPD di daerah perbatasan wilayah Indonesia. Hasil kunjungan tersebut, disimpulkannya pengenalan organisasi sudah melekat di daerah tersebut, disamping itu adanya keinginan dan permintaan pengurus dalam pemahaman lebih mengenai cara berorganisasi dengan baik dan benar.

Sambungnya, langkah selanjutnya, dilakukannya rapat pleno DPP PPNI pada akhir Desember 2017 lalu. Alhasil, bahwa pelaksanaan penguatan organisasi TOT Terintegrasi disepakati untuk dijalankan. Dengan TOT Terintegrasi artinya semua bidang yang ada dapat menyatu dan saling memberikan solusi terhadap suatu masalah ada.

Sekjen menjelaskan pula, pelaksanaan TOT Terintegrasi agar lebih efisien, saat ini menggunakan cara role play, praktek langsung dan simulasi. Ia pun berharap kepada peserta, agar materi yang diterima nantinya dilanjutkan hingga ke DPK, lalu mensosialisasikannya ke anggota lainnya. Upaya TOT Terintegrasi ini bertujuan untuk tidak mengambil alih fungsi DPW, namun sebaliknya, bersama-sama saling menguatkan organisasi PPNI.

Pada kegiatan TOT Terintegrasi dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya kelompok 1 : Bidang Infokom dan Bidang Diklat, kelompok 2 : Bidang Organisasi & Kaderisasi dan Bidang Hukum, kelompok 3 : Bidang Pelayanan dan Bidang Kesejahteraan, kelompok 4 : Sekretaris dan Bendahara, Kelompok 5 : Bidang Hubungan Antar Lembaga.

Di sela-sela TOT, adanya penjelasan Reny Widya Astuti dan Dwi Astuti dari pihak Bank BNI berkaitan virtual account kepada para peserta. (IM)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: