PPNI Jeneponto Siaga Posko Kesehatan Bagi Korban Banjir

Cara Efektif Mencegah Demam Berdarah Dengue (BDD)
29 Januari 2019
Pengurus Pusat HPHI Resmi Dilantik, Himpunan Perawat Termuda Di PPNI
30 Januari 2019
Show all

PPNI Jeneponto Siaga Posko Kesehatan Bagi Korban Banjir

Wartaperawat.com – Kepedulian perawat maupun organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap dampak korban bencana di Indonesia masih terus ditunjukkan melalui aksi sosial yang langsung dapat dirasakan manfaatnya.

Musibah banjir bandang yang melanda wilayah Sulawesi Selatan sejak Selasa (22/1/2019) terus mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya.

Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) saling berkoordinasi untuk saling membantu terhadap penanganan dampak korban banjir bandang di wilayah Sulawesi Selatan.

Untuk wilayah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, ada beberapa desa yang terkena dampak langsung akibat banjir bandang tersebut, sehingga menjadi alasan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI) Kabupaten Jeneponto langsung mendirikan posko kesehatan.

Pendirian posko kesehatan dilaksanakan pada Rabu (23/1/2019) setelah sehari terjadinya bencana, di Desa Sapanang, Dusun Bantaulu Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

“Kami langsung bergerak ke lapangan untuk memantau langsung dan mendirikan posko kesehatan serta menyiapkan makanan siap saji, kebutuhan pakaian serta pelayanan posko kesehatan yang standby 24 jam, dimana perawat se-kabupaten Jeneponto bergiliran shift untuk membantu korban,” kata Rinal selaku Ketua DPD PPNI Jenepoto.

Berdasarkan pesan tertulisnya, Rabu (30/1/2019), dengan berdirinya posko kesehatan DPD PPNI Jeneponto, maka bantuan dari lintas daerah pun terus mengalir, diantaranya dari DPW PPNI Sulawesi Selatan, DPD PPNI Kota Makassar, HIPGABI (Himpunan Perawat Gawat Darurat Bencana) Sulsel, Ikatan Ners Unhas, dan GNPHI (Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia) Kab. Jeneponto.

“Kami akan turut berkolaborasi dan berkoordinasi dengan PPNI Jeneponto dalam memberikan bantuan terhadap korab banjir, sehingga masyarakat mendapat layanan yang baik dan maksimal,” ungkap Sudirman Effendi Ketua GNPHI Jeneponto.

Menurut laporannya, hingga saat ini sudah terdata 14 orang korban jiwa meninggal dunia dan beberapa orang masih belum diketahui keberadaannya, serta ratusan warga masih berada di posko pengungsian.

“Kami sangat terbantu dengan adanya posko pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh para perawat, karena kami tak mampu membawa anak kami ke puskesmas untuk berobat,” ucap Erni, salah satu warga sapanang. (IM)

 

Sumber : DPD PPNI Kabupaten Jeneponto

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: