Pemerintah Menambah Fasilitas Pemeriksaan Covid-19, Terkomfirmasi Positif Capai 20.796

Bank Mandiri Melalui PPNI Berikan Santunan Bagi Perawat Yang Gugur Dalam Pandemi Covid-19
21 Mei 2020
Show all

Pemerintah Menambah Fasilitas Pemeriksaan Covid-19, Terkomfirmasi Positif Capai 20.796

Wartaperawat.com – Langkah penanganan terus diupayakan pemerintah Indonesia untuk mengetahui perkembangan penyebaran dan cara mengantisipasinya.

Pada saat ini pemerintah lebih masif melakukan pemeriksaan pasien dalam pemantauan (PDP) salah satunya dengan memperbanyak jumlah fasilitas pemeriksaan spesimen Covid-19.

Berdasarkan data yang ada, pemerintah telah menyediakan lebih dari 100 fasilitas pemeriksaan spesimen yang terdiri dari 69 laboratorium untuk tes PCR dan 35 mesin Tes Cepat Molekuler TBC (TCM-TB).

Dari kedua fasilitas pemeriksaan Covid-19 itu, spesimen yang telah diperiksa mencapai 229.334. Hasilnya terjadi penambahan jumlah pasien konfirmasi positif, pasien sembuh, dan pasien meninggal.

“Kasus konfirmasi positif bertambah 634 orang sehingga total 20.796, pasien sembuh bertambah 219 total 5.057, sementara pasien meninggal bertambah 48 total 1.326,” kata Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Sudah 395 kabupaten/kota terdampak Covid-19 di semua provinsi. Jumlah tersebut tidak diartikan bahwa kasus Covid-19 menyebar secara menyeluruh di satu kabupaten/kota, melainkan hanya beberapa wilayah dalam satu kabupaten.

“Ini semua menggambarkan bahwa penularan masih terjadi, masih ada kelompok masyarakat rentan tertular,” kata dr. Achmad.

Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), lanjutnya, menjadi upaya yang paling baik dalam mencegah penularan Covid-19. PHBS tersebut sejalan dengan cara hidup normal yang baru, cara hidup produktif di tengah pandemic Covid-19 dengan mengutamakan pencegahan penularan.

“Apapun yang terjadi kita harus tetap produktif, karena hanya ini yang bisa kita lakukan untuk menjaga keberlangsungan kehidupan,” ujarnya.

Menjelang Idul Fitri tahun ini akan banyak sekali aktivitas masyarakat. Pemerintah tidak melarang aktivitas di pasar maupun beribadah di masjid, namun tetap harus mengutamakan protokol kesehatan seperti jaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Arahan presiden jelas bahwa kita fokus pada upaya memutus rantai penularan Covid-19 mulai dari tingkat keluarga, kecamatan, kabupaten/kota sampai tingkat nasional. Karena itu meskipun aktivitas masyarakat meningkat jelan lebaran ini, harus tetap mengutamakan protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan pakai sabun,”ungkapnya. (IM)

 

Sumber :  Berita & foto dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: