Pasca Gempa, Nakes Berikan Pelayanan Darurat Terhadap Pasien

Pengurus PAW PPNI Kab Bogor Usai Dilantik, Lanjutkan Program Kerja Pendahulunya
6 Agustus 2018
PPNI Peduli Korban Gempa NTB, Kirim Tim Perawat Profesional & Terlatih
7 Agustus 2018
Show all

Pasca Gempa, Nakes Berikan Pelayanan Darurat Terhadap Pasien

Wartaperawat.com – Dalam situasi darurat setelah mengalami guncangan gempa diharapakan masyarakat menjadi sabar dan tawakal atas cobaan ini.  Tentunya berbagai penyelamatan perlu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Mengikuti himbaun dari pihak yang terpercaya dan saling bekerjasama dalam menyelesaikan kesulitan diharapkan sebagai langkah awal dalam penyelamatan diri maupun orang lain.

Dengan adanya gempa yang berkekuatan 7 SR mengakibatkan bangunan roboh dan masyarakat berhamburan keluar rumah untuk mencari daerah yang aman. Gempa yang terjadi pada Minggu malam (5/8/2018) sekitar pukul 18.46 yang menguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) telah merusak juga sarana pelayanan kesehatan.

Pasca gempa yang meninggalkan rasa duka, dikarenakan tempat tinggal, rumah ibadah, jalanan menjadi rusak dan berbagai fasilitas lainnya, termasuk yang meninggal dunia maupun kecelakaan. Dalam hal ini, berbagai upaya telah dilakukan tenaga kesehatan dan pihak terkait dalam menangani korban gempa ini.

Melalui pesan tertulisnya, Senin (6/8/2018) Zuhad Ketua DPD PPNI Kota Mataram mengungkapkan bahwa  kejadian Minggu malam (5/8) tersebut, membuat suasana mencekam saat terjadinya gempa di RSUD Kota Mataram, Ia menceritakan juga, semua pasien berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri ke halaman RS.

Ia mengucapakan syukur alhamdullilah, tidak terjadi korban yang meninggal dan hanya beberapa orang dari keluarga pasien yang terluka.

Pada keesokan harinya, Senin (6/8) terlihat kondisi terakhir RSUD Kota Mataram yang cukup memprihatinkan, dengan cara saling bekerjasama dilakukannya pemasangan tenda dan fasilitas penunjang kesehatan lainnya di area halaman RS, upaya dilakukan memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat secara darurat.

Sementara itu, akibat pasca gempa ini tersebut mengakibatkan kondisi jalan raya yang menuju ke Kab. Lombok Utara, NTB terlihat rusak parah, sehingga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait.

Berdasarkan data sementara, tercatat korban meninggal dunia sebanyak 98 orang dan 236 terluka. Adanya ribuan rumah rusak dan terbanyak di wilayah Lombok Utara.

Dari informasi yang diterima melalui pesan tertulisnya, rekan Perawat yang bernama Lina yang bekerja di Puskesmas Pmenang dan tinggal di Kopang Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kab. Lombok Utara menginfokan juga bahwa rumahnya pada gempa terakhir ini, Minggu (5/8) mengalami kerusakan parah dan tidak ada yang dapat diselamatkan.

Sebelumnya, perawat ini pada awal terjadi gempa di NTB sempat memberikan pertolongan kepada korban gempa di tempat Ia bertugas dan bersama Dinas Kesehatan setempat memantau lokasi-lokasi lain yang mengalami korban gempa. (IM)

 

Sumber : Ketua DPD PPNI Kota Mataram

 

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: