MKKpI Gelar Pra Raker, Upayakan Konsep Pendidikan Keperawatan Berkualitas

MoU PPNI Dengan Bank BNI : Jawab Kendala & Dampak Positif Bagi Perawat
10 Mei 2018
DPLN PPNI Uni Emirat Arab Resmi Dilantik Ketum PPNI
11 Mei 2018
Show all

MKKpI Gelar Pra Raker, Upayakan Konsep Pendidikan Keperawatan Berkualitas

Wartaperawat.com – Pengawasan mutu pendidikan keperawatan menjadi bagian yang terpenting dalam menciptakan insan tenaga kesehatan perawat yang berkualitas. Melalui pendidikan yang berkualitas diharapkan terciptanya generasi bangsa dibidang keperawatan yang dapat bersaing pada tingkat nasional maupun Internasional.

Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) setelah membentuk Majelis Kolegium Keperawatan Indonesia (MKKpl) yang berfungsi mengembangkan cabang disiplin ilmu, dan menyusun standar pendidikan profesi keperawatan, serta mengkawal pendidikan keperawatan. Selain itu, MKKpI juga mensinergikan kegiatan semua kolegium, memantau tumpang tindih diantara kolegium, dan membahas berbagai isu terkait pengembangan keperawatan.

MKKpI dalam rangka menyusun Standar Pendidikan Tinggi Keperawatan Indonesia sebagai acuan bagi semua kolegium untuk mengembangkan Standar Pendidikan sesuai area spesialisasinya masing-masing, maka dilaksankan pra-raker untuk menyepakati pola dan standar pendidikan tinggi keperawatan Indonesia.

“Kegiatan Pra Raker ini sebagai bahan bahan untuk membuat kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan keperawatan di Indonesia. Tentunya tugas utama Majelis Kolegium Keperawatan ini dibentuk untuk mengkawal dan mengembangkan standar perawat profesi pendidikan keperawatan. Kehadiran kolegium sesuai dengan UU Keperawatan no 38 tahun 2014 dan diatur secara implisit. Ruang lingkup kerjanya untuk memberikan bukti nyata bagi sistem keperawatan dan independen, walaupun strukturnya di bawah PPNI,” ucap Harif Fadhillah, SKp, SH, M.Kep dalam sambutannya di Hotel Padjadjaran – Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

Ketum DPP PPNI ini menyampaikan bahwa dalam merumuskan pendidikan keperawatan dalam sistem pendidikannya, tentunya melibatkan pihak terkait pula. Disamping itu proses pendidikan juga dipikirkan dari hulu juga, jadi tidak hanya hilirnya saja. Ia berpendapat dengan jumlah 8 kolegium pada saat ini dapat juga bertambah nantinya, sesuai dengan kondisi dan proses waktunya tidak lama.

“PPNI juga akan berupaya meningkatkan kesadaran penyelenggaraan maupun kurikulum pendidikan keperawatan. Setelah melihat perkembangan saat ini, secara institusional kita belum pernah melakukannnya dalam dunia pendidikan keperawatan. Tentunya PPNI bersama kolegium keperawatan yang sesuai fungsinya juga, nantinya akan terlibat dalam proses pendidikan keperawatan di Indonesia,” terang Harif.

Dalam rangkaian Pra Raker ini, dilakukannya juga pemaparan materi bagi peserta yang disampaikan Kasubdit Kompetisi Lulusan Kemenristek Dikti Dra. Rahayu Retno Sunarni, M.Pd bersama Dewi Irawati, MA, PhD Sekretaris Majlis LAM-PTKes.

Diadakannya pula diskusi terkait pola pengembangan pendidikan tinggi keperawatan yang disampaikan Prof. Achir Yani.S.Hamid, MN,DN.Sc. yang merupakan Ketua Majelis Kolegium Keperawatan Indonesia. Dalam rangka efektifitas mencapai tujuan Pra Raker, dilakukannya pembagian peserta ke dalam kelompok-kelompok kerja untuk membahas dan mendiskusikan berbagai topik yang dipandu oleh Dra. Junaiti Sahar, SKp, M.App.Sc, PhD, yang juga menjadi ketua pelaksana kegiatan Pra Raker.

Setelah pelaksanaan Pra Raker yang berlangsung 10-12 Mei 2018 ini, nantinya akan dilanjutkan Rapat Kerja MKKpI dengan mengundang perwakilan semua kolegium, pihak terkait, yang sekiranya dapat memberikan masukan untuk draft standar pendidikan sesuai jenjang dan jenis untuk semua area spesialisasi yang ada kolegiumnya pada saat ini. Untuk kegiatan Raker direncanakan pada bulan Juli 2018.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: