Ketum PPNI : TOT Terintegrasi, Demi Kemajuan Organisasi & Profesi

Upaya HPMI Banten Hadapi Pelayanan Keperawatan Era Millenial
4 November 2018
Ini PR & Siaga HIPGABI Tangani Dampak Bencana Di Tanah Air
6 November 2018
Show all

Ketum PPNI : TOT Terintegrasi, Demi Kemajuan Organisasi & Profesi

Wartaperawat.com –  Dalam upaya penguatan organisasi, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perasatuan Perawat NasionaI Indonesia (PPNI) Provinsi Jambi telah melaksanakan Training of Trainer (TOT) Terintegrasi bagi semua pengurus DPK dan DPD se-Provinsi Jambi.

Sehari sebelum TOT Terintegrasi, Jumát (2/11/2018) telah digelar pula Rakerwil DPW PPNI Jambi. Untuk kegiatan TOT Terintegrasi kali ini merupakan kegiatan ke-32 dari 34 Provinsi seluruh Indonesia, yang diikuti oleh 11 Kabupaten/Kota. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Golden Harvest, Jambi, 2-4 November 2018.

Dalam sambutannya, Ketua DPW PPNI Provinsi Jambi H. M. Syafrizal menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum DPP PPNI atas atensi kepada DPW dan DPD se-Jambi, dengan menginisiasi kegiatan ini.

Ia juga bersyukur dan berbangga hati, karena saat ini beberapa sejawat perawat terbaik se Jambi memilki posisi penting di parlemen dan pemerintahan, antara lain : sebagai anggota DPR RI, Sekretaris Dinkes Provinsi Jambi, Kabid P2P Dinkes Provinsi, Kadinkes Kabupaten Muaro Jambi, Kadinsos Kabupaten Muaro Dua, Kabidyankes Kabupaten Batanghari, Kadinkes Kabupaten Kerinci, dan Kadinkes Kabupaten Tebo, Kadinkes Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kadinsos Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Camat Merlung Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabid Kesmas Dinkes Kota Jambi, dan Kadinkes Kabupaten Sarulangun.

Ia berharap, semoga diberi kemudahan dalam menjalankan tugas strategis tersebut, dan dapat membawa perubahan bagi kesejahteraan sejawat perawat. Ia juga menginginkan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan seksama.

Turut hadir dalam acara TOT Terintegrasi ini, Korwil DPP PPNI Sumatera, Elia Tarigan. Tarigan menyampaikan dalam sambutannya bahwa berorganisasi sangat bermanfaat dalam membangun jejaring dan persaudaraan. Ia katakan semua peserta yang merupakan pengurus PPNI mesti amanah dan berupaya mewujudkan PPNI agar semakin disayangi anggota, dicintai pemerintah, dan diperhitungkan organisasi lainnya. Jaga kebersamaan dan persatuan karena ini modal untuk membesarkan PPNI ke depan, perkuat kerjasama antar pengurus dan dengan berbagai pihak lain, demikian pesannya, saat mengakhiri sambutannya.

Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, Sabtu (3/11/2018), membuka secara resmi training tersebut, Harif menyatakan bahwa kegiatan Training of Trainer sesungguhnya adalah tindak lanjut dari kunjungan kerjanya ke berbagai daerah.

Dikatakannya, dari hasil kunjungan memperlihatkan kebutuhan daerah akan berbagai informasi perkembangan terbaru organisasi PPNI, selain juga merupakan hasil evaluasi kegiatan pelatihan serupa yang sebelumnya pernah beberapa kali dilakukan di Jakarta.

Harif jelaskan juga, dari 31 pelaksanaan kegiatan ini, di berbagai wilayah menyatakan amat sangat bermanfaat bagi upaya mendorong kemajuan dalam berorganisasi dan berprofesi. Melalui kegiatan ini berbagai kebijakan PPNI disosialisasikan dan dilatihkan kepada peserta.

Pelaksanaan TOT Terintegrasi selama dua hari ini, dilakukan dalam 5 kelompok pada 5 kelas. Didahului dengan pembukaan dalam kelas besar, dilanjutkan pada 5 kelas. Metode pelatihan lebih ditekankan pada praktik/simulasi langsung dan bermain peran. Masing-masing kelas berjumlah sekitar 35-50 peserta, dan kemudian bergabung kembali pada kelas besar.

Disela-sela kesempatan TOT, Ketua DPW PPNI Jambi Syafrizal menyatakan bahwa pengamatannya pada setiap kelas, memperlihatkan hal positif, semua peserta memperlihatkan antusiasmenya. Ia pun berharap, semoga ini dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan yang sama oleh semua DPD dengan mengikutkan semua DPK di Kabupaten/Kotanya masing-masing.

Paisol, salah satu peserta yang juga Ketua DPK menyatakan testimoninya, setelah mengikuti kegiatan training di kelas bidang Pelayanan dan Kesejahteraan. Ia ceritakan bahwa baru pertama kali inilah mendapatkan gambaran konkrit bagaimana memulai praktik keperawatan mandiri, ternyata mudah menurutnya.

Dari keterangan yang didapatnya, diperlukan dokumen berupa : 1. Rekomendasi DPD PPNI, 2. Rekomendasi Puskesmas setempat, dan 3. MoU dengan Puskesmas setempat terkait pengelolaan limbah, dan kemudian diajukan ke Pusat Pelayaan Perizinan Terpadu di Kabupaten/Kota. Selain itu, ia dapat memahami bagaimana simulasi pengajuan Proposal Pendirian dan Perizinan Praktik Keperawatan Mandiri, juga disimulasikan cara mengusulkan dan menilai kelayakannya.

Kegiatan TOT Terintegrasi ditutup secara resmi pada Minggu (4/11/2018) oleh Rohman Azzam, Ketua DPP PPNI Bidang Infokom mewakili Ketua Umum DPP PPNI. Dalam kesempatan tersebut, Rohman menekankan pentingnya semua level kepengurusan untuk melanjutkan dan mensosialisasikan semua hal yang telah dilatihkan kepada semua anggota di DPK-DPD masing-masing. Menurutnya, Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disusun segera dilaksanakan di masing-masing DPD. (RA)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: