Ketua DPRD Prov. Riau Hadiri Pembukaan Rakernas II PPNI 2018

Rakernas II PPNI Riau 2018 : Kesejahteraan Perawat Jadi Program Unggulan
14 April 2018
Rakernas II PPNI 2018 Usai, Namun Perjuangan Untuk Perawat Tak Berhenti
15 April 2018
Show all

Ketua DPRD Prov. Riau Hadiri Pembukaan Rakernas II PPNI 2018

Wartaperawat.com – Pengakuan masyarakat dengan keberadaan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di setiap daerah di Indonesia sudah mulai menggeliat. Hampir dipastikan kepala daerah di tinggkat I dan II sebagain sudah mengenal keberadaan organisasi profesi kepewatan ini. Selain itu pengenalan OP diperlukan juga pada level legislatif. Diharapkan nantinya peranan legislatif dapat mempengaruhi kebijakan yang berpihak kepada perawat.

Pendekatan ini telah juga dilakukan Pengurus Pusat (DPP), Daerah (DPW) dan Kota/Kabupaten (DPD) ke pihak pemerintah maupun legislatif. Silaturahmi itu terjadi disaat Ketua DPRD Provinsi Riau beserta pejabat dari kementerian pusa diantaranya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Kesehatan turut menghadiri perhelatan akbar Rakernas II 2018. Kegiatan ini pula melibatkan perawat yang berasal dari 34 DPW se Indonesia.

“Saya ucapkan selamat kepada anggota PPNI dari seluruh Indonesia yang mulai hari ini mengikuti Rakernas di Provinsi Riau. Tentu saja Riau yang ditetapkan menjadi tuan rumah adalah suatu kehormatan. Disamping itu kita ingin memperkenalkan Provinsi Riau kepada seluruh anggota PPNI yang ada di Indonesia. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan dari seluruh pengurus PPNI untuk anggotanya sesuai dengan temanya, yang berkaitan meningkatkan kesejahteraan anggota dapat terwujud melalui diskusi-diskusi yang ada dalam Rakernas,” ucap Hj. Septina Primawati Rusli saat ditemui usai menghadiri pembukaan Rakernas II PPNI di Ballroom Hotel Pangeran – Pekanbaru, Riau, Jum’at (13/4/2018).

Ketua DPRD Provinsi Riau ini menjelaskan adanya peranan pihak legislatif dalam membantu kebijakan pemerintah daerah dalam pengangkatan perawat dari permintaan berbagai daerah di Provinsi Riau, namun terkadang setiap pemerintahan daerah terkadang beda kebijakannya.

“Memang ada, agar setiap desa itu disiapkan perawat-perawat yang siap bekerja tapi karena memang belum ada peraturan yang mengikat sehingga setiap daerah berbeda-beda kebijakannya. Oleh karena itu mudah-mudahan dengan PPNI mengadakan Rakernas apapun hasilnya, nantinya bila meminta dukungan dari legislatif, kami akan pertimbangkan hal itu,” imbuhya. (IM)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: