Isteri Gubernur Jabar Mengawali Rangkaian Kegiatan HUT PPNI Ke-45

PPNI Kota Makassar Evaluasi Kinerja & Punya Proker 2019
18 Februari 2019
Upaya PPNI Kota Surabaya Perbaiki Mutu Dokumentasi & Asuhan Keperawatan
20 Februari 2019
Show all

Isteri Gubernur Jabar Mengawali Rangkaian Kegiatan HUT PPNI Ke-45

Wartaperawat.com – Jelang HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang ke- 45, DPD PPNI Kota Bandung mengajak semua elemen di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya untuk peduli dan menyiapkan diri dengan berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi.

Untuk itulah, DPD PPNI Kota Bandung menggelar Seminar Keperawatan TOP 5 Challenges and Opportunity For Healthcare, melalui kegiatan ini diharapkan terjadinya sinergi bagi seluruh stakeholder kesehatan.

Pada kegiatan ini menghadirkan Pembicara utama yaitu Ketua TP PKK Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil, dengan menyampaikan materi mengenai Peran TP PKK untuk mengatasi Stunting di Jawa Barat.

Acara berlangsung di Auditorium Direktorat Poltekkes Kemenkes Bandung, Jalan Pajajaran No. 56 Bandung, Jawa Barat, Minggu (17/2/2019).

Selain itu, menghadirkan pula narasumber yang kompeten dibidangnya, diantaranya : Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Praktisi dalam bidang Akreditasi pada Pelayanan Kesehatan.

Kegiatan seminar ini diikuti lebih dari 350 peserta dari berbagai Dewan Pengurus Komisariat se-Kota Bandung, berasal dari Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, Institusi Pendidikan maupun umum.

Pada saat ini pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap masalah pertumbuhan anak. Dengan cara memperhatikan asupan gizi yang diterima oleh anak-anak dan diharapkan nantinya masalah pertumbuhan anak (stunting/kerdil) dapat segera diatasi.

Agar program tersebut dapat berhasil di masyarakat diperlukan penanganan masalah itu dapat berjalan dengan baik, melalui keterlibatan dan peran Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, masyarakat dan pihak terkait.

Selain itu, Indonesia juga menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan triple burden, dikarenakan masih adanya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi kini muncul kembali. Sebenarnya meningkatnya PTM ini dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa.

Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya masyarakat Indonesia yang memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Dengan adanya permasalahan kesehatan ini, sudah sepatutnya perawat mengambil peran terdepan dan berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan melalui kompetensi yang dimiliki.

Selain seminar keperawatan yang menjadi awal rangkaian kegiatan menyambut HUT PPNI ke 45 kali ini. Pada tanggal 16-18 Maret 2019, DPD PPNI Kota Bandung akan mengadakan kegiatan perlombaan yang mengasah kemampuan minat, bakat, olahraga dan seni seperti : Cerdas Cermat, Paduan Suara, Futsal, Badminton, Lomba Poster.

Adapula kegiatan sosial penyuluhan kesehatan, donor darah dan khitanan massal. Semua kegiatan akan dipusatkan di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Setiabudi.

Dengan kegiatan ini diharapkan PPNI khususnya PPNI Kota Bandung, Jawa Barat semakin diakui dan dicintai oleh masyarakat.

Melalui pesan tertulisnya, setelah berakhirnya kegiatan seminar keperawatan, Senin (18/2/2019), Ani Rasiani mengatakan bahwa dengan mengikuti Seminar Top 5 Challenges & Oppurtunity Healthcare dalam rangkaian HUT PPNI ke 45, diharapkan para perawat Kota Bandung dapat siap menerima tantangan dan peluang dalam memberikan pelayanan di masa datang.

Ketua DPD PPNI Kota Bandung ini berharap juga atas peran dan kontribusi PPNI terhadap Pemda dan Pemprov Jawa Barat, adanya sinergitas pemerintah dan organisasi profesi khususnya perawat dalam pencegahan stunting di Kota Bandung sejalan dengan kualitas pelayanan yang terus dikembangkan baik SDM Perawat maupun pelayanan terhadap masyarakat Kota Bandung khususnya. (IM)

 

Sumber : Ketua DPD PPNI Kota Bandung & Bidang Diklat DPD PPNI Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: