‘Grebek Pasar’ PPNI Jakarta Utara : Eksistensi Perawat & Miliknya Masyarakat

Saudi Arabia & Indonesia Sepakat Optimalkan Peran Perawat
10 Maret 2019
Institusi Pendidikan Terlibat Pengmas, Jelang HUT PPNI Ke 45
11 Maret 2019
Show all

‘Grebek Pasar’ PPNI Jakarta Utara : Eksistensi Perawat & Miliknya Masyarakat

Wartaperawat.com – Suasana menyambut HUT PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) ke 45 tahun 2019 dengan tema “Keluarga dan Masyarakat Sehat Bersama Perawat” sangat dirasakan euforianya bagi masyarakat keperawatan dimanapun berada.

Penyajian berbagai kegiatan dalam rangkaian kegiatan HUT PPNI diharapkan dapat memberikan dampak yang berarti dan berkesan positif terutama menyangkut kehidupan dan kesadaran masyarakat menjaga hidup sehat.

Kepedulian dan menumbuhkan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan perlu terus dibina dan dikembangkan seiring dengan program pemerintah, serta mengedepankan sinergitas tenaga perawat yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan.

Untuk merealisasikan upaya tersebut, Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Jakarta Utara bernisiasi menggelar kegiatan yang baru pertama kali diadakan di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan bersentuhan langsung dengan masyarakat yang setiap harinya bergelut dengan pemenuhan kebutuhan dan dimungkinkan mengabaikan kesehatan yang hakiki.

“Kegiatan hari ini khusus pembukaan HUT PPNI yang ke 45 di Jakarta Utara melalui ‘Grebek Pasar’di  Pasar Warakas, Tanjung Priok. Memang bahasanya, kita menggunakan bahasa ‘Grebek’ dikarenakan kita melaksanakannya ini secara VVIP pelayanan, jadi 1 pedagang dilayani oleh 2 orang perawat yang langsung kita grebek atau datangi, tanpa harus hadir ke area pelayanan, tetapi pelayanan yang mendekati masyarakat pedagang di Kelurahan Warakas ini,” ungkap H. Maryanto di sela-sela kegiatan Grebek Pasar di Jakarta Utara, DKI Jakarta, Sabtu (9/3/2019).

Ketua DPD PPNI Jakarta Utara ini berharap, selaku organisasi profesi keperawatan tentunya menginginkan PPNI lebih dikenal eksistensinya, selain daripada hadirnya profesi tentunya ingin  memastikan bahwa masyarakat itu benar-benar milik perawat.

“Artinya perawat tidak mesti hadir di Rumah Sakit, di Fasyankes, tapi juga hadir disetiap lini kehidupan masyarakat itu ada perawatnya. Jadi bukan hanya yang sakit, tapi yang sehat atau yang akan mengalami sakit berhubungan dengan profesi kami yaitu PPNI,” tegas Maryanto yang juga Sekretaris BBH (Badan Bantuan Hukum) DPP PPNI.

Mantan HMI ini juga mengatakan bahwa bukan pertama dan satu-satunya kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan kali ini, namun telah dilakukan pula oleh teman-teman dari Perawat RW (Perawat RW 02) Kelurahan Warakas yang secara kontinyu sudah melakukannya dan juga dari teman-teman komisariat pendidikan yaitu teman-teman Mahasiswa HKJ, Akper Harum dan Stikes Sismadi secara berkala melakukan kegiatan pengabdian masyarakat.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, usai membuka acara kegiatan Grebeg Pasar, Mahros Nugroho selaku Lurah Warakas Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara memberikan apresiasi atas kegiatan PPNI yang peduli kepada pedagang-pedagang pasar, pengunjung dan warga diwilayahnya.

“Saya mengapresiasi kegiatan PPNI Jakarta Utara ini, karena memang ini benar-benar menyentuh langsung  ke wilayah atau langsung turun ke masyarakat. Memang kebanyakan pedagang itu kurang  peduli dengan kesehatannya sendiri,” terang Lurah Warakas.

Dijelaskannya, melalui kegiatan PPNI dengan adanya pendekatan kepada masyarakat, diharapkan semoga keberadaan PPNI dapat bermanfaat, khususnya bagi warga yang mungkin kurang peduli terhadap kesehatannya sendiri.

Selain itu, Lurah Warakas menerangkan bahwa sekarang ini sedang banyak kasus Demam Berdarah, dengan adanya rekan PPNI sekaligus turun ke wilayahnya dalam upaya pemeriksaan jentik nyamuk dalam mengatasi kasus tersebut, tentunya hal ini sejalan dan dapat membantu program-program pemerintah juga dalam menangani dan memberantas jentik nyamuk.

“Memang kasus DBD di DKI Jakarta ini semakin meningkat, kemarin juga kita sudah melakukan Program PSN, tapi dengan bantuan PPNI ini lebih memacu warga lebih peduli, dikarenakan memang pemberantasan nyamuk itu tidak hanya petugas, tapi lebih kepada kesadaran warga itu sendiri,” tutur Lurah Warakas.

Hadir pula pada kegiatan, Perwakilan RW/RT, Lembaga Sosial Masyarakat dan para undangan lainnya.

Dalam rangkaian pemeriksaan kesehatan kepada para pedagang, salah satu pedagang mengucapkan terima kasih atas kepedulian PPNI terhadap kesehatan masyarakat dengan mendatangi pedagang.

“Baru pertama kali, adanya petugas kesehatan datang langsung ke Pasar Warakas ini. Alhamdulillah, terimakasih sudah mengecek kesehatan saya, nantinya perlu dilakukan lagi kegiatan kayak gini, supaya masyarakat sehat,” kata ibu Watmi,  yang sudah 30 tahun berdagang di Pasar Warakas.

Kegiatan ini berlangsung dengan baik dibawah koordinasi Rachmat Sudrajat  yang dipercaya menjadi Ketua Panitia dan dibantu oleh Pengurus DPD PPNI Jakarta Utara, DPK (komisariat), serta keterlibatan Institusi Pendidikan Keperawatan. (IM)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: