Deklarasi JASMI : Eratkan Komunitas Nakes, Demi Optimalkan Yankes Di Masyarakat

BBH PPNI Ungkap 5 Argumentasi Hukum Sidang Lanjutan Kasus Perawat Meulaboh
3 Agustus 2019
Pekan ASI Sedunia 2019 : RSU Adhyaksa Edukasi & Dukung Program ASI Eksklusif
4 Agustus 2019
Show all

Deklarasi JASMI : Eratkan Komunitas Nakes, Demi Optimalkan Yankes Di Masyarakat

Wartaperawat.com – Peran tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan, apoteker, dsb) menjadi pilar utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Dalam upaya mengoptimalkan peran tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan di masyarakat dan mempererat tali silaturahmi sesama tenaga kesehatan muslim se nusantara serta dimungkinan meluas ke mancanegara, maka diperlukan jaringan ataupun organisasi.

Untuk itulah komunitas tenaga kesehatan mendeklarasikan JASMI yang dihadiri oleh H. Sandiaga Salahuddin Uno dan para undangan lainnya.

Jaringan Sehat (JASMI) adalah jaringan yang dibangun atas dasar pemikiran dari kebutuhan ummat Islam dalam pelayanan kesehatan secara khusus dan juga termasuk bidang-bidang lain ùntuk keperluan ummat di Indonesia serta dapat meluas ke seluruh dunia.

“Hari ini kita mendeklarasikan JASMI (Jaringan Sehat Muslim Idonesia), jadi untuk komunitas kalangan-kalangan kesehatan yang memang teridentifikasi muslim,” ucap dr. Eddi Junaidi, SpOG., SH., M.Kes usai pelaksanaan deklarasi di Hotel Sofyan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Kamis Malam (1/8/2019).

Inisiator JASMI ini berharap kedepannya JASMI dapat bersilaturahmi, membangun kegiatan-kegiatan yang sifatnya syariah untuk kepentingan-kepentingan ummat dan bangsa ke depan. Tentunya melibatkan semua tenaga kesehatan untuk bergabung bersama dan syaratnya adalah muslim.

“Kita mencoba menyatukan tenaga kesehatan muslim untuk kemaslahatan ummat demi kemajuan bangsa Indonesia, jadi insya Allah kalau kita mau bersama-sama, insya Allah bangsa kita akan lebih maju,” terangnya.

Diungkapkannya, JASMI mengajak, menghimbau semua temen-temen, semua tenaga kesehatan maupun bukan tenaga kesehatan tetapi perhatian terhadap JASMI untuk bergabung. Ia berharap agar mudah-mudahan JASMI ini menjadi pelopor buat teman-teman di daerah maupun kota-kota yang terutama yang lebih banyak berpihak kepada ummat muslim.

“Tapi walaupun tidak menutup kemungkinan manfaatnya nanti untuk semua orang, karena di dalam lingkungan itu bukan hanya muslim yang ada, disitu masih ada yang lain. Tapi kita beranjak daripada sistim pelaksanaannya adalah sistim syariah Islam,” pungkas dr. Eddi Junaidi. (IM)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: