Dedikasi Alm. H. Sutopo Jadi Inspirasi Bagi Pengurus PPNI & Keluarganya

Setelah Tertunda !!! ODS II Dipastikan Di Gelar Setelah Lebaran
12 Juni 2018
Posko Pengaduan THR PPNI Jakarta Utara Berakhir, Hasilnya Nihil
13 Juni 2018
Show all

Dedikasi Alm. H. Sutopo Jadi Inspirasi Bagi Pengurus PPNI & Keluarganya

Wartaperawat.com – Berita duka meninggalnya H. Sutopo (51 tahun) dipenghujung bulan suci Ramadhan 1439 H dan jelang lebaran tahun ini terinfokan melalui media online yang ada. Setelah mendapat kabar duka tersebut, Perwakilan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Barat, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kab dan Kota Bogor, Pengurus DPK yang ada di DPD Kab/Kota Bogor maupun rekan perawat lainnya datang langsung melayat ke rumah duka sebagai bentuk solidaritas semama rekan sejawat dan pengurus PPNI.

Dikesempatan itu pula Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Tri Wahyu Harini, para pejabat lainnya dan masyarakat turut hadir melayat ke rumah duka, di Rancamaya, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Tentunya kehadiran pelayat untuk memberikan doa, permohonan ketabahan dan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan.

Pada proses pemakaman, Selasa (12/6/2018), sebelumnya jenazah alm. Sutopo sekitar pukul 8.15 dibawa dari rumahnya menuju mesjid untuk di sholatkan dan selanjutnya diantar menuju lokasi pemakaman yang tidak jauh dari rumahnya.

Isak tangis dari keluarga alm. saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, rasa dukapun terasa baik rekan, kerabat maupun tetangga alm.

Kepergian H. Sutopo meninggalkan kenangan tersendiri bagi rekan pengurus PPNI maupun perawat Bogor. Kinerja maupun jasa beliau yang pernah menjadi pengurus PPNI Kabupaten Bogor akan menjadi inspirasi bagi para penerus PPNI selanjutnya.

Saat memberikan pernyataan setelah proses pemakaman, Yusniar perwakilan dari DPW PPNI Jawa Barat mengatakan semoga dedikasi alm. menjadi teladan bagi penerus selanjutnya, tentu jasanya agar selalu dikenang, biar bagaimanapun beliau sudah berkontribusi bagi kemajuan PPNI. Untuk keluarga yang ditinggalkan, Ia berharap semoga tabah menghadapi cobaan ini dan alm. menjadi teladan bagi keluarganya serta selalu mendoakannya.

Yusniar mengungkapkan bahwa Ia terus terang sangat kehilangan sosok alm. Yusniar menganggap alm. sebagai sahabat sekaligus adik, dikarenakan kebersamaannya saat sama-sama menjadi Ketua DPD PPNI, Ia di Kota Bogor sedangkan alm. di Kabupaten Bogor, jadi secara wilayah saling berdekatan dan tentunya dulunya saling mendukung dalam mengurus PPNI.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari pihak keluarga, Soyo Haryanto (kakak tertua alm) mengatakan bahwa kagum dengan sosok kepribadian dari adiknya, dikarenakan rekan kerja dan kerabatnya berdatangan untuk melayat sejak adiknya dikabarkan meninggal. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, disaat adiknya sakit telah mensupport dan memfasilitasinya sehingga mendapatkan perhatian dengan pelayanan kesehatan maksimal termasuk perhatian dari para pejabat di lingkungan Dinkes Kab. Bogor maupun pejabat lainnya, sehingga saat pelepasan jenazah pun pihak keluarga meminta perwakilan Dinkes untuk turut serta melepas alm.

Ia dan saudaranya akan mencontoh pergaulan yang diterapkan adiknya, untuk menjadi pelajaran berharga bagi keluarga besarnya, karena memang disaat alm masih hidup telah diterapkan untuk hidup rukun dan saling menasehati. Disamping itu bahwa keluarganya menerapkan kerukunan sejak ditinggal kedua orang tuanya. Dikesempatan ini Soyo juga mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan PPNI.

Alm. H. Sutopo meninggal dunia, Senin (11/6/2018) pukul 19.30 di RS PMI Bogor, lahir di Yogyakarta, 10 Agustus 1966, Alumni SPK Depkes angkatan IV Bogor. Alm meninggalkan Bidan Eli Liawati (isteri) dan Nur W. Deswantari, Gusti Anggara, Adit (anak) serta lima saudara kandungnya.

Selamat Jalan…Semoga Almarhum diterima di sisiNya, keluarga yang ditinggalkan tabah dan ikhlas atas cobaan ini, Aaminn… (IM)

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: