Akan Berakhirnya Tanggap Darurat Bencana, Relawan PPNI Dapat Tugas Baru

Penganiaya Perawat Feri Fadli Dijatuhi Hukuman 9 Bulan Penjara, Sesuaikah ?
23 Agustus 2018
PJ Bencana Nasional PPNI Tinjau & Evaluasi Penanganan Korban Gempa Lombok
25 Agustus 2018
Show all

Akan Berakhirnya Tanggap Darurat Bencana, Relawan PPNI Dapat Tugas Baru

Wartakesehatan.com – Pentingnya mengevaluasi pekerjaan setelah melakukan tindakan kesehatan maupun memprogramkan upaya selanjutnya terhadap korban bencana di tempat pengungsian menjadi pekerjaan rutin bagi para relawan tenaga kesehatan yang bertugas.

Penanganan yang telah diberikan oleh Tim Relawan Perawat PPNI sebelumnya akan terus berlanjut kepada penggantinya. Diharapkan tindakan yang dilakukan selanjutnya akan sesuai dengan prosedur maupun aturan yang sudah berjalan selama penugasan berlangsung. Disamping itu, perlunya melakukan sinergitas dengan tenaga kesehatan lainnya untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan.

Kegiatan rutinitas telah dilanjutkan oleh Tim Relawan PPNI gelombang keenam dari DPW PPNI D.I Yogyakarta, melalui transformasi maupun imformasi pelayanan yang telah diberikan Tim Relawan Perawat PPNI gelombang kelima dari DPW PPNI Bali untuk menangani para korban bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui pesan tertulisnya, Jum’at (24/8/2018) Tri Yuni Rahmanto sebagai Ketua Tim Relawan Perawat PPNI gelombang keenam menyampaikan laporan kegiatan semenjak hari Kamis (23/8) setelah sebelumnya tim yang dikoordinasikannya diterima oleh H. Muhir Ketua DPW PPNI NTB di kantor Sekretariat DPW PPNI NTB di Kota Mataram.

Ia menjelaskan kegiatan hari Jumat pagi, diawali dengan Koordinasi di Cluster Kesehatan dibawah Komando SatKorLap Yonkes Kostrad, Kadinkes Kabupaten Lombok Utara (KLU) & AHS FKKMK UGM Yogyakarta Pokja Bencana, dengan merinci point-point sebagai berikut:

  1. Telah terjadi gempa susulan pada 24 Agustus 2018 jam 02.03 dengan kekuatan 5,4 SR selama lebih kurang 5 detik.
  2. Di masyarakat telah beredar hoax bahwa akan terjadi gempa susulan pada hari-hari di akhir minggu ini, sehingga muncul kekhawatiran dimana-mana. Untuk itu relawan diharapkan dapat membantu mengedukasi masyarakat bahwa “TIDAK ADA SEORANGPUN YANG DAPAT MEMPERKIRAKAN AKAN TERJADI GEMPA” sehingga masyarakat sadar bahwa hoax tidak harus dipercaya.
  3. Masa tanggap darurat bencana lombok akan berakhir 25 Agustus 2018, sehingga Dinas Kesehatan KLU dan bidang kesehatan yang lain harus siap dan mandiri untuk mengatasi masalah kesehatan selanjutnya. Namun relawan masih diperlukan dan akan dikoordinasikan selanjutnya oleh Dinas Kesehatan sebagai Korlap selanjutnya.
  4. RSUD Tanjung juga harus segera mandiri sehingga relawan termasuk PPNI diharapkan juga melakukan support dan edukasi sesuai bidang masing-masing kepada civitas hospitalia RSUD Tanjung sehingga kemandiriannya menjadi lebih cepat.

Tri Yuni mengabarkan pula, bahwa Relawan Perawat PPNI asal DPW PPNI DIY berkordinasi dengan Kepala Bidang Perawatan RSUD Tanjung dan bertugas di IGD, Rawat Inap maupun di Klinik Bedah.

Mengakhiri imformasinya, Ia ungkapkan bahwa disamping membackup pelayanan, relawan PPNI DPW DIY melakukan edukasi dan support kepada Tenaga Sukarela (TS) Perawat RSUD Tanjung dalam melakukan pelayanan dan recovery dari kejadian gempa. Mengingat disamping sebagai korban bencana gempa, TS perawat adalah orang-orang yang sangat dibutuhkan keberadaannya di RS Darurat Tanjung untuk keberlangsungan pelayanan keperawatan.

Adapun kegiatan yang telah dilakukannya, Handover dengan Relawan PPNI dari DPW PPNI Bali di Posko PPNI di RS Tanjung serta melakukan tindakan di Poliklinik RS Darurat Lapangan.

Untuk Tim Relawan Perawat PPNI asal D.I Yogyakarta dijadwalkan bertugas dari tanggal 23-26 Agustus 2018. (IM)

 

Sumber : Ketua Tim Relawan Perawat PPNI Gelombang Keenam

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: