188 Unit PSC 119 Disiagakan Untuk Pemudik Selama 24 Jam

Peringati HTTS 2019, RSUP Persahabatan Peduli & Berbagi Keberkahan
28 Mei 2019
Jangan Khawatir! Pemudik Peserta JKN Dilayani Dimana Saja
30 Mei 2019
Show all

188 Unit PSC 119 Disiagakan Untuk Pemudik Selama 24 Jam

Wartaperawat.com – Jelang arus mudik tahun ini, berbagai persiapan telah dilakukan pihak terkait dalam menjaga kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik.

Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek telah menghimbau bagi para pemudik untuk tidak ragu menghubungi layanan cepat tanggap darurat Public Safety Center (PSC) 119, jika terjadi kejadian kegawatdaruratan kesehatan di perjalanan.

“Kami sudah menyiagakan sebanyak 188 PSC 119 untuk mendukung kelancaran dan keamanan saat mudik pada tahun 2019. Pelayanan ini siap siaga selama 24 jam,” ucap Menkes Nila Moeloek pada saat meninjau kesiapan mudik bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (26/5/2019).

PSC 119 memiliki jaringan yang terintegrasi dan terpadu di beberapa daerah. National Commando Centre (NCC) PSC 119 ini terpusat di Kementerian Kesehatan. Apabila ada kejadian di suatu daerah, maka komando pusat akan menghubungi PSC 119 terdekat dari titik peristiwa,” kata Menkes Nila Moeloek.

“Jika di daerah tempat terjadi peristiwa tidak memiliki PSC 119, maka komando pusat akan langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat dan puskesmas/rumah sakit terdekat untuk melakukan pertolongan pertama gawat darurat dan stabilisasi bagi korban,” tambahnya.

Rencana kedepannya, Nila Moeloek mendorong Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia untuk membentuk PSC yang nantinya bisa terintegrasi dengan komando pusat di Jakarta.

Hal tersebut sesuai dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2013 mengenai Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan disebutkan bahwa setiap Kabupaten/Kota harus membentuk PSC.

Layanan cepat tanggap darurat 119 terus melakukan inovasi sejak tahun 2016. Salah satunya inovasi ambulans roda dua untuk mempercepat jangkauan ke lokasi peristiwa kegawatdaruratan kesehatan.

Menurutnya, ambulan roda dua cukup efektif saat lalu lintas sedang padat dan menjagkau area yang sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat.

“Jika terjadi kejadian kegawatdaruratan, ambulans roda dua ini di setting untuk meluncur terlebih dahulu ke lokasi untuk melakukan pertolongan pertama. Barulah ambulans roda empat menyusul untuk mengevakuasi korban,” terang Nila.

“Jangan ragu untuk menghubungi 119, kita akan siap melayani para pemudik kapanpun dan dimana pun,” pungkas Menkes. (IM)

 

Sumber : Berita dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: