Zoominar DPP PPNI Ke-100 : Hasil Komitmen Bersama & Berlanjut, Sudah Kebutuhan Perawat

Kontribusi Universitas Indonesia Melalui PPNI Dalam Penanganan Pandemi Covid-19
28 Agustus 2020
Disiplin Pakai Masker Dikampanyekan Secara Nasional, Agar Terhindar Wabah Covid-19
31 Agustus 2020
Show all

Zoominar DPP PPNI Ke-100 : Hasil Komitmen Bersama & Berlanjut, Sudah Kebutuhan Perawat

Wartaperawat.com – Melalui komitmen dari semua pihak yang terlibat, akhirnya Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) hingga kini telah mempersembahkan karya produktivitasnya bagi anggota perawat di masa pandemi Covid-19.

Rasa syukur disampaikan Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah kepada seluruh Pengurus PPNI dimanapun berada dan pihak terkait atas suksesnya penyelenggaraan Zoominar yang sudah memasuki sesi ke 100.

Ucapan terima kasih terkhusus disampaikan Ketua Umum DPP PPNI kepada Tim Penanganan Covid-19 DPP PPNI (Satgas Covid-19 DPP PPNI), diantaranya Jajat Sudrajat, Asep Gunawan, Agung Waluyo, Masfuri, Oman Fathurohman, Ati Suryamediawati, Erwin, Maryanto dan Muchamad Supriyadi, atas kontribusinya dalam mensukseskan kegiatan Zoominar selama ini, selain anugerah Tuhan yang maha Esa.

“Alhamdulilah kita bersyukur kepada Allah Tuhan yang maha Kuasa, yang senantiasa memberikan nikmat kepada kita semua, nikmat iman, sehat dan waktu luang,” ucap Harif Fadhillah, yang disampaikannya juga disaat memberikan sambutan pada Zoominar sesi 100 di Graha PPNI, Jakarta, Rabu (26/8/2020).

“Sehingga pada hari ini dan setiap harinya, kita masih sempat diberikan waktu luang dan kesehatan untuk hadir di ruang Zoominar maupun di channel youtube, dalam rangka melaksanakan kegiatan Zoominar DPP PPNI. Alhamdulilah hari ini sudah memasuki yang ke-100,” sambungnya.

Diungkapkannya juga, kepada rekan perawat Indonesia dimanapun berada dan termasuk 4 negara yang sudah terbentuk PPNInya, bahwa pencapaian 100 hari atas penyelenggaraan Zoominar merupakan konsistensi dari semua yang terlibat.

“100 hari itu bukan lah waktu yang sebentar. Saya kira seminar ini terpanjang dilaksanakan dalam masanya selama ini. Dan tidak mudah untuk mencapai 100 hari secara konsisten, kita laksanakan dengan sedikit atau minimal sekali mengalami permasalahan maupun hambatan,” terangnya.

Harif Fadhillah menjelaskan, sehubungan pelaksanaan Zoominar selama ini berdasarkan pantauannya dapat terlaksana cukup lancar. Pelaksanaan Zoominar ini terbangun yang intinya dari sebuah motivasi, awalnya dari komitmen, yang tentunya komitmen dari teman sejawat semua yang terlibat dan sampai hari ini masih berdedikasi mengikuti Zoominar.

“Kalau tidak ada komitmen dari semua, saya kira tidak akan berjalan, termasuk komitmen dari para penyelenggara. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman Satgas. Tentunya bukan hal yang mudah untuk secara konsisten setiap hari melaksanakan Zoominar ini,” tutur Harif Fadhillah.

Ditambahkannya, kegiatan Zoominar itu juga terlaksana berkat pengorbanan waktu, alokasi waktu, alokasi kehadiran fisik walaupun virtual, namun memerlukan tempat khusus dan tentu saja alokasi biaya yang cukup, serta yang paling penting adanya kesiapan mental maupun spiritual yang baik dalam melaksanakan sesuatu yang tantangannya besar dan konsisten.

“Saya kira mari kita bersyukur dan ucapkan selamat pada kita semua, sehingga 100 hari ini dapat kita lewati dengan baik. Ada juga yang bertanya kepada saya, apakah hari ini yang terakhir?, saya jawab tidak. Kita akan lanjutkan, karena ini sudah kebutuhan dari teman perawat semua,” jelasnya.

Lebih lanjut dalam penyampaiannya, bahwa pada awal masa pandemi berlangsung, sesuatu hal yang membuat khawatir adalah sebagai profesi, disebabkan kekhawatiran atas tidak adanya kesempatan untuk mendapatkan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kekhawatiran itu muncul, menurut Harif Fadhillah dikarenakan keterbatasan dalam penerapan protokol kesehatan termasuk dibatasinya pertemuan maupun kegiatan. Dengan keterbatasan itu, maka PPNI dapat mengatasinya dengan cara melakukan virtual seminar melalui Zoominar ini.

“Inilah barangkali persembahan DPP PPNI sebagai bentuk dari implementasi dari visinya PPNI, yaitu disayangi anggota, dicintai pemerintah dan disegani oleh organisasi lain,” sebut Harif Fadhillah.

Dalam bentuk implementasinya terhadap hal tersebut, diucapkannya, bahwa salah satunya menghadirkan Zoominar yang secara konsisiten, dan juga dibutuhkan sekali materi-materi oleh para teman yang berada di lapangan, yang memberikan pelayanan langsung maupun juga terlibat dalam kebijakan-kebijakan kesehatan pada umumnya.

Pada kesempatan ini pula, diinformasikannya, bahwa pelaksanaan pada hari tersebut sebagai hari istimewa, maka DPP PPNI akan memberikan give way. DPP PPNI menyediakan 5 buku diantaranya 3 buku 3S (SIKI,SDKI,SLKI), ditambah 1 buku Pedoman Praktik Keperawatan Mandiri dan 1 buku Pedoman Perilaku Sebagai Penjabaran KEK, yang diperuntukkan bagi peserta di ruangan youtube.

“Semua buku tersebut dapat digunakan oleh setiap individu perawat, dalam rangka melaksanakan praktik dimanapun dan praktik di fasyankes ataupun praktik mandiri,” ujarnya.

Dalam keterangan lanjutan, disampaikannya, bagi peserta yang di ruang Zoominar, akan mendapatkan tambahan quota pulsa, sebagai pengganti dari loyalitas mengikuti acara Zoominar di hari yang ke-100.

“Sebenarnya loyalitas itu tidak bisa digantikan dengan materi, tapi kami memberikan apresiasi yang mungkin tidak begitu tinggi harganya. Namun ini menjadi kenang-kenangan buat kita semua,” kata Harif Fadhillah.

Dalam kesempatan di Zoominar sesi 100, DPP PPNI melibatkan narasumber berkompeten yang direkomendasikan oleh Ambar Roestam selaku Ketua Perhimpunan Perawat Kesehatan Kerja Indonesia (PERKESJA), yaitu Desy Rizki Ariani dan Yuli Nurdiansyah. (IM)

 

Sumber foto : Screenshots Youtube Bapena PPNI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: