Tunjukkan Komitmennya, DPP PPNI Terima Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Perawat Bersatu Tuntut Pembebasan Jumraini & BBH PPNI Konsisten Membelanya
4 Oktober 2019
Grha Perawat Diresmikan : Kebanggaan Perawat Jakarta & Bersertifikat Milik PPNI
5 Oktober 2019
Show all

Tunjukkan Komitmennya, DPP PPNI Terima Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Wartaperawat.com – Rasa syukur dan menjaga konsistensi menjadi modal utama bagi pengurus dan karyawan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) atas prestasi yang telah didapatkan.

Setelah melewati tahapan observasi dan mengupayakan seoptimal mungkin dalam melengkapi kebutuhan-kebutuhan yang sesuai dengan standar dan ketentuan dari International Certification Services Management (ICSM), maka DPP PPNI dipercaya menerima Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 9001:2015.

Penghargaan sertikasi tersebut diterima langsung oleh Ketua Umun DPP PPNI Harif Fadhillah melalui Pimpinan ICSM, yang sebelumnya kedua belah pihak menyampaikan pandangan umum berkaitan langkah strategi yang perlu diperbuat setelah menerapkan standar mutu manajemen.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PPNI Mustikasari, Ketua DPP PPNI Bidang Infokom Rohman Azzam, pengurus DPP PPNI lainnya dan karyawan DPP PPNI.

Turut hadir pihak Manajemen dan Tim Auditor ICSM termasuk juga Konsultan Standar Mutu Manajemen.

“DPP PPNI ini sudah menunjukkan komitmen yang cukup kuat dengan mengimplementasi SNI-ISO 9001:2015, setelah kami melakukan audit kurang lebih seminggu lalu dan kami memastikan bahwa DPP PPNI sudah menjalankan semua klausul-klausulnya, karena akhir dari SNI-ISO 9001:2015 itu adalah kepuasan kepada pelanggan,” ungkap Nosa P. Kurniawan, setelah penyerahan sertifikat di Graha PPNI Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Selaku Pimpinan ICSM menerangkan bahwa PPNI juga mempunyai pelanggan, dalam hal ini pelanggannya bukan seperti di rumah sakit tapi pelanggan disini adalah para perawat, dikarenakan DPP PPNI salah satu tugasnya adalah pemangku kebijakan dan pembuat kebijakan-kebijakan yang ada.

“Kami lihat secara organisasi PPNI sudah memenuhi proses-proses itu dari A sampai Z, adanya tim penjaminan mutu, kami cek juga ada pelayanan pendukung utama, pelayanan pendukung supporting, pelayanan pendukung untuk penjaminan mutu. Berdasarkan hasil audit sudah sesuai dengan klausul, jadi dapat dipastikan bahwa sudah menjalankam dengan baik,” sebut Nosa Kurniawan.

Dalam penjelasannya, bahwa langkah ini baru awal, karena sertifikasi itu berlaku selama 3 tahun, jadi setiap 6 bulan akan dikunjungi kembali untuk memastikan bahwa DPP PPNI ini tetap menjalankan komitmennya, atau konsisten didalam menjalankan sistem manajemen mutu SNI-ISO 9001:2015.

“Harapannya adalah tim manajemen mutu melakukan audit di internal. Inilah mekanisme manajemen mutu yang diharapkan dan sudah dijalankam oleh PPNI, sehingga saya berharap PPNI kedepan semakin lebih baik, lebih maju dan lebih berkembang,” katanya.

Dari penjelasan yang diterima sebelumnya, Nosa beranggapan bahwa PPNI sudah cukup lama berkiprah, hingga sudah mencapai ke 45 tahun, jadi sudah selayaknya mendapatkan SNI-ISO dan  tentunya tidak sampai berhenti disini, artinya PPNI sekarang memiliki tantangannya, adalah “what’s next” jadi apa dilakukan setelah 45 tahun berikutnya, berharap juga harus lebih baik lagi, lebih berinovasi dan tentunya banyak lagi.

“Saya dengar ada diklat, jadi diklatnya nanti harus yang berstandar internasional, misalnya dikemudian hari lembaga-lembaga yang ada dibawah PPNI juga harus berstandar internasional, jadi jangan sampai hanya di DPP PPNI saja, tetapi juga pada tingkat DPD maupun DPW, semua harus sama yang kita harapkan,” terangnya.

Berkaitan dengan lembaga sertifikasi personil, dikatakannya supaya juga sudah berbasiskan standar internasional, dengan SNI:ISO 17024 karena kedepan ini menjadi penting, sebab perawat-perawat merupakan isu strategis dan itu yang harus dipikirkan.

Nora memuji atas strategi yang dijalankan PPNI yang menurutnya sudah bagus, dari atas turun kebawah termasuk diklat, bahkan sampai apa yang dirasakan oleh perawat, sehingga perawat dapat bersaing dan mendapat dukungan dari PPNI, dengan melalui sertifikasi personil yang diperkuat oleh PPNI dan hal itu akan menjadi PR utama kedepannya.

“Semua itu bisa berjalan dan harus komitmen, serta dikawal menggunakan Standar Nasional Indonesia, supaya konsistensinya terjaga,” pungkasnya. (IM)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: