Tokoh PPNI : Rakernas II Riau 2018 Selesai, Jaga Integritas & Persatuan

Rakernas II PPNI 2018 Usai, Namun Perjuangan Untuk Perawat Tak Berhenti
15 April 2018
Tidak Ada Batas Waktu, Proses Penangkapan Pengeroyok Perawat Tetap Berlanjut
16 April 2018
Show all

Tokoh PPNI : Rakernas II Riau 2018 Selesai, Jaga Integritas & Persatuan

Wartaperawat.com – Rakernas II PPNI 2018 telah berakhir dengan baik di kota Pekanbaru. Kenangan  baik maupun tidak baik masih melekat diingatan peserta perawat yang hadir dari penjuru nusantara. Hasil rekomendasi Rakernas II telah diterima Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI), setelah dirumuskan, nantinya akan menjadi acuan dan perhatian kedepannya dalam berproses menuju kemajuan, melayani anggota dan melanjutkan pengabdiannya hingga tahun 2020.

Keterlibatan tokoh PPNI dalam perhelatan akbar perawat menjadi motivasi tersendiri bagi penerus PPNI yang sekarang ini, untuk mengambil sisi baik dari pengalaman kepengurusan PPNI sebelumnya. Nasehat ataupun pemikiran brilian dari tokoh PPNI diutamakan untuk kemajuan PPNI saat ini dan kedepannya.

Salah satu tokoh PPNI yang hadir dikesempatan Rakernas, diantaranya Husain dan Prof Achiar Yani. Diharapkan kehadirannya, melalui sumbangsih pemikiran tokoh ini dapat menambah wawasan bagi pengurus PPNI untuk melayani keperluan anggotanya lebih baik lagi dan peranan PPNI terhadap pemerintah, disamping untuk mengantisipasi tekanan yang ada di tubuh kepengurusan PPNI.

“Saya senang, karena peserta Rakernas punya integritas, tidak ada yang caci-maki dalam pelaksanaannya. Harapan saya selanjutnya, tetap bersatu begini, tetapi memang kalau sudah maju PPNI, pasti ada orang yang kepingin menduduki. Jadi tidak semua orang sependapat yang hadir di Rakernas ini, sepertinya manis-manis muka tapi ada maksud tertentu, jadi kita harus waspada. Saya berharap untuk berhati-hati, biasanya organisasi rusak karena orang didalamnya, bukan dari luar,” ungkap Husain setelah menghadiri Rakernas di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Riau, Minggu (15/4/2018).

Dewan Penasehat DPP PPNI ini menginginkan kemajuan yang telah dicapai PPNI tetap dipertahankan, namun yang terpenting selalu tetap bersatu. Dia menginginkan Ketum PPNI yang sekarang diharapkan bersinergi dengan pemerintah namun ada batasannya.

“Saran untuk Ketum PPNI (Harif Fadhillah) tetap jaga Integritas dan persatuan, ini dipertahankan. Untuk pendekatan sekitarnya sudah baik, namun pendekatan ke pemerintah perlu ditambah lagi, kita harus cinta dengan pemerintah, tetapi tidak harus menurut semua. Tentunya kita juga bisa ngebaca dan arahnya pemerintah, dan jangan kasar kepada pejabat,” harapnya.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: