PPNI Terlibat & Berkontribusi Tangani Yankes Di Wamena

PIT Ke 2 HIPANI 2019 : Upaya Mempersatukan & Tingkatkan Profesionalisme Di Yankes
30 September 2019
PPNI Bantu Krisis Kesehatan Di Maluku : Perlu Profesional & Tetap Waspada
1 Oktober 2019
Show all

PPNI Terlibat & Berkontribusi Tangani Yankes Di Wamena

Wartaperawat.com – Kondisi perawat yang hingga saat ini masih memberikan asuhan keperawatan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua menjadi perhatian pemerintah termasuk Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Berkoordinasi dengan pengurus PPNI di wilayah yang kurang kondusif menjadi langkah obyektif bagi DPP PPNI dalam rangka melindungi anggotanya dalam situasi yang kurang menguntungkan.

Peran dan kontibusi PPNI menjadi salah satu acuan bagi Kementerian Kesehatan RI dalam upaya penanganan efektif di Wamena, pada bidang pelayanan kesehatan yang diharapkan tidak terhenti.

PPNI bersama TNI, POLRI (Bidang Kesehatan) dan organisasi profesi kesehatan lainnya dilibatkan oleh pemerintah untuk memberikan upaya optimal dalam penanganan masalah pelayanan kesehatan di Wamena, melalui kegiatan pers conference yang dipimpin Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

“Kita kan ada struktur kepengurusan PPNI yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan DPD PPNI disana juga memberikan laporan secara update, kontinyu kepada kita (DPP PPNI) terkait dengan pelayanan khususnya kondisi perawat-perawat disana, termasuk juga perawat Nusantara Sehat,” ungkap Harif Fadhillah dalam penjelasannya usai mengikuti pers conference di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Dari keterangan yang didapat, Ketua Umum DPP PPNI menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ada masalah dengan perawat, seperti yang dialami dokter yang ada dibunuh dan lain sebagainya.

“Ada juga laporan perawat yang sedang mengamankan diri ke gereja atau di Rumah Sakit, tapi pada umumnya mereka sudah mulai kembali lagi beraktifitas, walaupun pada awal-awalnya ada fasilitas kesehatan yang belum bisa beroperasional, tapi kondisinya hingga saat ini sudah semakin membaik,” terangnya.

Berdasarkan keterangan yang ada, Harif Fadhillah menjelaskan bahwa beberapa hari ini sudah akan dibentuk tim dalam membantu pelayanan kesehatan disana, ada sekitar 20 orang tenaga kesehatan, 15 orang diantaranya adalah perawat yang akan terlibat dikirim kesana.

“Keamanan dalam melaksanakan tugas juga menjadi sangat penting agar kita memberikan pelayanan secara baik dan berkualitas. Oleh karena itu, bilamana perawat atau tenaga kesehatan itu ingin melindungi diri sendiri dari keadaan yang mencekam itu sesuatu yang manusiawi,” tegas Harif Fadhillah.

Ketum DPP PPNI ini menginginkan bahwa  jaminan keamanan merupakan prioritas, untuk itulah dalam kondisi apapun menjadi tugas negara untuk dapat memberikan rasa aman disaat perawat memberikan pelayanan, khususnya memberikan pelayanan kesehatan pada wilayah yang tidak kondusif.

Dijelaskannya pula, hingga saat ini Kemenkes RI telah melakukan upaya-upaya dengan pihak terkait dalam rangka melindungi tenaga kesehatan yang saat ini masih bertugas di Wamena.

“Ibu Menteri Kesehatan (Nila F Moeloek) juga sudah berkoordinasi di tingkat Kementerian, dengan Departemen Hukum & Ham serta pihak terkait lainnya, akan adanya pelayanan kesehatan yang sifatnya gabungan yang dikawal oleh TNI dan POLRI,” pungkasnya. (IM)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: