PPNI Kota & Kab Kediri Edukasikan Standar Dignosa Keperawatan Dalam Pendokumentasian Askep

Menkes Melepas Pemberangkatan 24 PPIH Ke Arab Saudi, Sangat Penting Keberadaannya
2 Juli 2019
Antisipasi Kemenkes Cegah Heatstroke Bagi Jemaah Haji Di Arab Saudi
4 Juli 2019
Show all

PPNI Kota & Kab Kediri Edukasikan Standar Dignosa Keperawatan Dalam Pendokumentasian Askep

Wartaperawat.com – Berdasarkan UU Keperawatan No. 38 tahun 2014, bahwa Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) memiliki tanggung jawab dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, martabat maupun etika profesi perawat di Indonesia.

Salah satu diantaranya, PPNI berkewajiban untuk menyusun standar-standar yang meliputi standar kompetensi, standar asuhan keperawatan, dan standar kinerja profesional.

Pada standar asuhan keperawatan dibutuhkan Standar Diagnosa Keperawatan. Alhasil pada tanggal 29 Desember 2016, PPNI telah menerbitkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI).  Sebenarnya Standar Diagnosis ini merupakan program yang sudah lama dinanti oleh seluruh perawat di Indonesia, yang sebelumnya mengacu pada NANDA, ICNP-DC, CCC, dan lain-lain.

Diagnosa keperawatan telah diterapkan di berbagai rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya, namun pengetahuan perawat terkait indikator – indikator diagnostik untuk penegakan diagnosisi masih perlu ditingkatkan agar penegakan dapat dilakukan secara tepat dan terstandarisasi.

Selain itu, proses penegakan diagnosisi tidak dianggap sulit dan perlunya keseragaman agar nantinya dapat disesuaikan dalam proses asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien.

Berkaitan persamaan persepsi mengenai Standar Diagnosis Indonesia, PPNI juga telah membuat persamaan persepsi tentang Standar Intervensi (SIKI) dan Standar Luaran (SLKI) asuhan keperawatan di Indonesia.

Dalam upaya mengoptimalkan asuhan keperawatan dan memberikan edukasi kepada perawat, mahasiswa keperawatan maupun praktisi atau pihak terkait yang terlibat dalam asuhan keperawatan, maka Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kota Kediri bersama DPD PPNI Kabupaten Kediri menggelar seminar dan workshop nasional sekaligus kegiatan Halal Bihalal 1430 H.

Seminar dan workshop nasional “Penerapan SDKI, SLKI & SIKI Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan” telah berlangsung di Auditorium IIK Bhakti Wiyata Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019).

Dikesempatan ini, panitia pelaksana menghadirkan pembicara berkompeten, yaitu : Dinarti, S.Kp., MAP (Diklat DPP PPNI) dan Ns. Dally Rahman, M.Kep.,Sp.Kep.MB (Tim Penyusun Buku SDKI PPNI).

Adapun tujuan umum dari kegiatan ini untuk menjadikan acuan dalam menegakkan diagnosis keperawatan, intervensi dan luaran asuhan keperawatan, meningkatkan otonomi perawat, memudahkan komunikasi intraprofesional, meningkatkan kualitas mutu asuhan keperawatan, mendukung pelayanan kesehatan yang efektif dan efesien, serta mengukur beban kerja dan reward perawat.

Sementara tujuan khususnya diharapkan : a. Perawat mampu menggunakan SDKI dan mengetahui penggunaannya sesuai kebutuhan., b. Perawat mampu menggunakan SIKI yang sesuai dengan diagnosis yang telah ditentukan sebelumnya., c. Perawat mampu mengevaluasi dengan menentukan luaran yang akan dicapai sesuai dengan intervensi yang dilakukan.

Kegiatan seminar dan workshop ini mendapat dukungan dan arahan dari Erwanto, AMK., SKM selaku Ketua DPD PPNI Kota Kediri dan Dr. Wahyu Sri Astutik, S.Kp., M.Kes selaku Ketua DPD PPNI Kabupaten Bekasi.

Sebanyak 484 peserta yang hadir berasal dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Malang, Jombang dan Madiun

Kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini berkat kerjasama dari kedua pengurus DPD PPNI tersebut & koordinasi dari Sucipto, S.Kep., Ns., M.Kes yang dipercaya sebagai ketua panitia.

Menurut pesan tertulisnya, Rabu (3/7/2019), Dr. Wahyu Sri Astutik, S.Kp., M.Kes, setelah berakhirnya kegiatan. Ia berharap agar semua perawat mampu mengaplikasikan SDKI, SLKI dan SIKI pada tatanan pelayanan keperawatan secara profesional sehingga profesi keperawatan dapat mempertanggungjawabkan asuhan keperawatan, sehingga profesi pemberi pelayanan (dokter, perawat, ahli gizi dan apoteker) dapat mempertimbangkan hasil karya asuhan keperawatan.

Selain itu, Ketua DPD PPNI Kab Kediri ini mengharapkan pula kepada perawat agar dapat menulis sesuai SDKI, SLKI dan SIKI, perawat dapat berperan aktif menghadapi akreditasi, dan adanya sinergitas dalam penulisan serta persepsi antara pelayanan dan pendidikan. (IM)

 

Sumber : Ketua DPD PPNI Kabupaten Kediri

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: