PPNI Apresiasi Kolaborasi HIPANI & HIPKABI Dalam Penyesuaian SNARS

DPP PPNI Siapkan & Berkomitmen Penerapan ISO 9001:2015
27 September 2019
Menkes Bangga & Mengapresiasi Kesuksesan Penyelenggaraan Haji 2019
29 September 2019
Show all

PPNI Apresiasi Kolaborasi HIPANI & HIPKABI Dalam Penyesuaian SNARS

Wartaperawat.com – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, perawat dengan kompetensi asuhan keperawatan anestesi dan bedah merasa perlu untuk meningkatkan mutu standar akreditasi yang sudah digunakan KARS sejak tahun 2012.

Pada tahun 2017, KARS mereview standar akreditasi versi 2012 dan memperbaiki standar tersebut sehingga menjadi lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh rumah sakit di Indonesia, yang diberi nama Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS).

Agar perawat dengan kompetensi asuhan keperawatan anestesi dan bedah di rumah sakit dapat membatu mempercepat persiapan akreditasi dan melakukan standar akreditasi secara berkesinambungan dan berkelanjutan untuk mencapai akreditasi paripurna, maka dilakukannya seminar & workshop dengan tema “Peran Perawat Dalam Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) Sesuai SNARS”.

Kegiatan dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) II Himpunan Perawat Anestesi Indonesia (HIPANI) ini bekerjasama dengan Himpunan Perawat Kamar Bedah Indonesia (HIPKABI) dilaksanakan di Grand Cempaka Hotel Jakarta, 27-29 September 2019.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia Pelaksana Euis Faridah, S.Kep, Ketua DPP HIPKABI Ns. Suatmaji, S.Kep., M.Kep, dan Ketua DPP HIPANI Waryono,S.IP., S.Kep.M.Kes.

Sementara sambutan dari Ketua Umum Dewan Pengus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah, S.Kp., SH., M.Kep., MH diwakili dan disampaikan oleh Bidang Pelayanan DPP PPNI Dr. Atik Hodikoh, M.Kep., Sp.Mat sebelum membuka acara seminar dan workshop, Sabtu (28/9/2019).

Saat menyampaikan sambutan Ketum DPP PPNI yang dibacakan Atik Hodikoh, Dikatakan bahwa PPNI mengapresiasi atas kegiatan yang digagas dan diyakini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme sejawat perawat anestesi dan perawat bedah.

Diterangkannya, setelah 45 tahun, PPNI berupaya melaksanakan peran dan fungsinya baik ke dalam maupun di luar organisasi. Peran PPNI ditujukan untuk semakin meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan anggota melalui pengembangan profesinya.

Dalam konteks pengembangan keprofesian, disampaikan bahwa PPNI menjalankan fungsinya sebagai pemersatu, pembina, pengembang  dan pengawas yang merupakan perwujudan dari amanat UU Keperawatan No 38 tahun 2014, khususnya pada pasal 42.

Disampaikan juga, hingga saat ini PPNI telah melakukan berbagai upaya nyata sebagai perannya dalam menjalankan fungsi internal yang diharapkan bermuara pada masyarakat pengguna layanan agar mendapatkan pelayanan yang aman dan efektif dari sejawat yang memiliki kompetensi handal. Sementara upaya eksternal yang dilakukan PPNI, sebagai upaya agar terwujudnya kemajuan organisasi profesi dan kesejahteraan anggotanya dalam arti kesejahteraan yang bersifat luas.

Dalam keterangannya, berbagai upaya yang dilakukan tersebut membutuhkan  kerja keras, kerja cerdas, kesatuan gerak langkah dan arah untuk secara kolektif bersatu mewujudkannya.

Menurutnya, PPNI sebagai induk organisasi perawat Indonesia, tentunya HIPANI dan HIPKABI mempunyai peran strategis dalam perkembangan keperawatan di Indonesia, khususnya pada aspek pengembangan, pembinaan dan pengawasan perawat anestesi dan bedah.

Disamping itu, diungkapkan juga bahwa peran ikatan atau himpunan dalam kerangka pendidikan non formal atau pendidikan berkelanjutan (PKB) sangat strategis dalam membantu PPNI melalui : 1. Pengembangan standar kompetensi kekhususan., 2. Perumusan standar pelatihan dan pengembangan pencapaian kompetensi kekhususan., 3. Proses pengakuan : asesmen atau uji bidang kekhususan.

Diterangkan juga, bahwa PPNI memberi ruang bagi HIPANI dan HIPKABI untuk terus berkarya, merumuskan, menyempurnakan berbagai standar kompetensi kekhususan, bahkan menginternasionalisasi standar tersebut, yakni membuat agar standar yang dirumuskan dapat menjadi daya tarik bagi perawat asing untuk belajar kepada HIPANI maupun HIPKABI.

Diharapkannya kedepan, agar HIPANI dan HIPKABI terus memperluas standar konten pelatihan dengan cakupan yang komprehensif sesuai dengan holitizim keholistikan pasien atau klien, yang tidak saja pada aspek bio-psiko-sosial-kultur, namun juga aspek spiritual.

Mengakhiri sambutan Ketum DPP PPNI yang dibacakan Atik Hodikoh, bahwa DPP PPNI mengapresiasi atas upaya HIPANI dan HIPKABI dalam memberikan pelayanan kepada perawat sejawat yang berkarya diarea keperawatan anestesi dan bedah, dengan cara terus berkarya, bersatu, berinovasi demi pelayanan yang lebih baik lagi.

Rangkaian kegiatan seminar dan workshop kali ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus panitia pelaksana menghadirkan narasumber kompeten.

Dikesempatan ini pula dilakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas pengabdiannya selama 3 tahun HIPANI terbentuk yang merupakan bagian dari badan kelengkapan DPP PPNI. (IM)

1 Comment

  1. Muhali berkata:

    Mantab…. Semoga kegiatan seperti ini bisa dijadikan suatu budaya organisasi profesi dan bisa diikuti oleh seminatan yg lain…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: