PIT HPMI Ke V 2019 : Pelayanan Keperawatan Efektif & Efisien Jadi Prokernya

Atas Pembelaan Bersama, Jumraini Resmi Keluar Dari Tahanan Kejaksaan
10 Oktober 2019
PPNI Mengapresiasi PIT Ke V HPMI, Hadirkan Inovator Baru
12 Oktober 2019
Show all

PIT HPMI Ke V 2019 : Pelayanan Keperawatan Efektif & Efisien Jadi Prokernya

Wartaperawat.com – Peran perawat sebagai advokator pasien atau klien dengan dukungan keterampilan yang dimiilki dan melakukan praktik keperawatan berkesinambungan, yang merupakan salah satu keunggulannya.

Berbagai keunggulan yang dimiliki seorang perawat sangat dibutuhkan untuk memimpin maupun mengelola dalam pengambilan keputusan termasuk pula dalam pelayanan kesehatan dan pengembangan kebijakan.

Keperawatan khususnya manajemen keperawatan merupakan mesin penggerak untuk mencapai pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien serta dituntut untuk merespon kebutuhan kesehatan baik individu, masyarakat, maupun dunia.

Dalam rangka mewujudkan upaya tersebut, Himpunan Perawat Manajer Indonesia (HPMI) menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) V di Jakarta, 10-12 Oktober 2019.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diwakili oleh drg. Ani Ruspitawati, MM selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes DKI Jakarta.

Pada kegiatan ini dihadiri Dr. Edy Wuryanto, S.Kp.,M.Kep sebagai keynote speaker dengan tema Kesehatan sebagai Hak Asasi Setiap Manusia.

Panitia pelaksana yang diketuai Ns. Dita Sulistyowati, S.Kep., M.Kep, telah menghadirkan narasumber berkompeten untuk seminar keperawatan, diantaranya : Hsiu Hung Wang, PhD.,RN.,FAAN merupakan Ketua Asosiasi Perawat Taiwan., Dr. T Sintak Gunawan, MA., Dr. Prayetni, S.Kp.,M.Kep dan Dr. Hanny Handiyani, S.Kp., M.Kep.

“Kita sedang melakukan kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) V dengan tema Manajemen Keperawatan sebagai Mesin Penggerak mencapai pelayanan kesehatan secara Efektif & Efisien. Sebenarnya ini adalah program kerja rutin HPMI yang dilaksanakan setiap tahunnya”, ungkap Dr. Prayetni, S.Kp.,M.Kep disela-sela kegiatan di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (10/11/2019).

Ketua DPP HPMI ini menjelaskan bahwa kegiatan PIT HPMI yang pertama kali telah dilaksanakan di Bukit Tinggi (Sumatera Barat), kedua di Malang (Jawa Timur), ketiga di Yogyakarta, dan keempat di Bandung (Jawa Barat).

“Tema dalam setiap tahun berubah, sebenarnya tema kali ini berawal dari International Nursing Day (IND), kami turunkan, operasionalkan sesuai dengan issue yang ada di negara Indonesia. Contohnya sekarang IND nya berkaitan dengan ‘Help For All’ untuk paket satu sub topik, sehingga temanya ‘kesehatan adalah hak masyarakat,” yang kami ambil,” katanya.

Diterangkannnya, dalam memenuhi hal tersebut, maka manajemen keperawatan punya peran penting. Selama ini manajemen keperawatan seolah-olah seperti proses yang biasa-biasa saja, tidak ada gregetnya.

“Jadi kami mau rubah mindset selama ini, bahwa manajemen keperawatan itu sebenarnya penggerak untuk tercapainya pelayanan keperawatan yang efektif, efisien. Bagaimana agar terwujud? itu yang menjadi program kerja HPMI kedepan bersama teman-teman perawat manajemen,” tegasnya.

Berkaitan dengan langkah atau upaya yang dilakukan, Prayetni memberikan contoh dengan cara menetapkan indikator mutu pelayanan, mendefinisikan efektif efisien di dalam fungsi manajemen. Hal itu menjadi penting dan hingga saat ini belum menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, melalui berbagai pengamatan maupun secara keilmuan, selama ini yang dijalankan atau terperangkap, hanya sekedar apa itu majemen pelayanan keperawatan ataupun fungsi planing saja.

“Padahal setelah kita rujuk buku-buku teori manajemen, rujukannya sudah mengembangkan keterampilan-keterampilan manajemen yang menurut saya sudah advance, misalnya kreativitas perawat manajer, etos kerja, yang tidak pernah dibahas, yang dibahas hanya ada di ruangan itu saja dan semuanya rutinitas. Jadi itu alasan kami mengapa mengambil tema tersebut,” jelas Prayetni.

Dikatakannya, bahwa keberadaan HPMI sesuai anggaran dasar rumah tangga PPNI, sebagai badan kelengkapan dari PPNI, tentunya apa yang dilakukan tidak boleh keluar dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan bersama dengan PPNI.

“Tugas utama ikatan himpunan itu memberikan recognize (pengakuan) terhadap perawat manajer, membuktikan praktek-praktek yang spesifik, dan bentuk praktek kami adalah praktek manajemen pelayanan keperawatan,” sebutnya.

Ditambahkannya, berkaitan dengan upaya meningkatkan kapasitas perawat manajer dengan melalui CPD-CPD. Menurutnya pula, apa yang dilakukan selama ini sudah sejalan dengan apa yang menjadi kebijakan PPNI, jadi hanya mengoperasionalkan dan sasarannya adalah perawat manajer. Dengan harapan agar kapasitas perawat manajer ini menjadi meningkat dan yakin pelayanan di rumah sakit akan berjalan dengan baik.

Selain itu, Prayetni berharap kepada peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dapat mengambil manfaatnya dari kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSnya.

“Saya berharap teman-teman dapat menerapkan hasil-hasil workshop yang kami adakan, yang nantinya dapat menerapkan secara langsung. Ada materi mengenai cara membentuk tim mutu, menyusun indikator dan melaksanakan evidence base. Penting juga adanya materi mengenai sinkronisasi manajemen pelayanan keperawatan dengan KARS. Kami harapkan bila hal itu terjadi, maka mutu pelayanan di rumah sakit menjadi baik,” pungkasnya. (IM)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: