Penambahan Kasus Covid-19 Cukup Signifikan, Pentingnya Menekankan Isolasi Diri

Nakes Jadi Prioritas Pemerintah Indonesia Mengikuti Rapid Test Covid-19
26 Maret 2020
Pemerintah Apresiasi Nakes Tangani Covid-19, Hingga Kini Mencapai 1.285 Kasus
30 Maret 2020
Show all

Penambahan Kasus Covid-19 Cukup Signifikan, Pentingnya Menekankan Isolasi Diri

Wartaperawat.com – Berbagai simulasi yang diterapkan pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah.

Pada Hari Jumat, 27 Maret total pasien tersebut mencapai 1046.

“Terjadi penambahan kasus yang cukup signifikan, 153 kasus baru. Ini menggambarkan masih ada penularan penyakit ini (Covid-19) di tengah masyarakat. Total 1046 kasus,” kata Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jumat (27/3/2020).

Selain itu, ia menyebut ada 11 pasien yang sembuh dan boleh pulang. Total pasien sembuh sebanyak 46 orang. Sementara itu pasien meninggal pun bertambah 9 dalam 24 jam terakhir, sehingga total ada 86 pasien meninggal.

Achmad menekankan isolasi diri penting untuk mencegah penularan virus Corona. Isolasi diri di rumah dimaknai membatasi jarak dengan anggota keluarga, jika memungkinkan gunakan 1 kamar untuk 1 orang, tidak makan bersama pada satu meja, tidak menggunakan alat makan dan alat minum bersama.

“Ada kontak dekat yang terjadi dengan kasus ini sehingga kemudian terjadi penularan dan kemudian memuculkan angka pasien sakit. inilah yang jadi faktor utama dalam kaitan penambahan kasus dari hari ke hari,” katanya.

Jaga jarak saat berinteraksi harus dipatuhi, karena, lanjut dr. Achmad, pada jarak yang sangat dekat kurang dari 1,5 meter membuka peluang besar untuk terjadinya penularan dari orang positif Covid-19 ke orang sehat melalui droplet.

Atau bisa juga terjadi kontak tidak langsung, misalnya percikan ludah orang positif Covid-19 mengenai barang-barang yang sering digunakan bersama seperti pegangan di bus atau gagang pintu.

“Ini terjadi kemudian tidak disertai cuci tangan menggunakan sabun dan kemudian secara langsung makan atau minum tanpa cuci tangan atau menyentuh hidung mulut,” ujar dr. Achmad.

Inilah yang menjadi bukti bahwa kasus ini masih terus akan menular di tengah masyarakat kita. Oleh karena itu saya minta mari kita patuhi bersama hindari kontak dekat, oleh karena itu jaga jarak pada saat melaksanakan komunikasi dengan siapapun baik itu di rumah maupun di luar rumah,” terang dr. Achmad. (IM)

 

Sumber : Berita & foto dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: