Ketua Umum DPP PPNI Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Ke-2 Di Istana Kepresidenan

Ketua Umum DPP PPNI Raih Gelar Doktor Keperawatan Dari UNAIR
27 Januari 2021
Kemenkes Raih Rekor MURI Atas Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Nakes Terbanyak
29 Januari 2021
Show all

Ketua Umum DPP PPNI Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Ke-2 Di Istana Kepresidenan

Wartaperawat.com – Pemerintah Indonesia kembali melanjutkan prosesi pemberian vaksin Covid-19 tahap kedua kepada Presiden Joko Widodo, Pejabat Negara, Tokoh Masyarakat, Organisasi Profesi Kesehatan dan profesi lainnya.

Termasuk pula Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah terlibat mewakili unsur OP Keperawatan mengikuti proses pemberian vaksin Covid-19 tahap kedua ini.

Tentunya segi keamanan, efikasi dan kehalalan menjadi faktor terpenting terhadap kesuksesan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 selanjutnya, terutama bagi tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi prioritas menerimanya.

“Jadi setelah suntikan yang pertama (13/1/2021) atau 2 minggu yang lalu, sekarang hari ini saya mendapatkan suntikan vaksin yang kedua,” ucap Presiden Joko Widodo, setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 tahap kedua di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

“Dan sama seperti yang dilakukan 2 minggu yang lalu, tidak terasa. Kalau dulu setelah 2 jam hanya pegal-pegal, sekarang saya kira juga sama saja, saya juga aktifitas kemana-mana juga,” lanjut Presiden Joko Widodo.

Berkaitan dengan realisasi vaksinasi terhadap tenaga kesehatan yang memang masih dikatakan rendah, menurut Presiden Joko Widodo, bahwa berbagai upaya-upaya yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Indonesia kedepannya, dikarenakan dianggapnya masih tahap awal sehingga masih perlu ada perbaikan.

“Ini kan memang baru awal-awal vaksinasi, dimulai dari tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat, dan biasanya diawal itu ada metode lapangan yang perlu diperbaiki,” tegasnya.

Dikatakannya dan diakui Presiden Joko Widodo bahwa hingga hari ini memang Pemerintah baru mendapatkan kurang lebih 250 ribu yang sudah divaksin untuk nakes, tetapi dua hari ini sudah ada peningkatan, sehingga upaya-upaya terus dilakukan untuk mencapai target yang diharapkan.

“Tetapi sehari-dua hari ini sudah melonjaknya cukup tajam, jadi sehari itu bisa 50 ribuan. Kita harapkan dan memang targetnya, karena kita memiliki sekitar 30 ribu vaksinator, yang ada di kurang lebih 10 ribu Puskesmas maupun di 3.000 an di Rumah Sakit kita,” ungkapnya.

Lanjutnya, bahwa sebenarnya dapat diterapkan sehari itu yaitu paling tidak, bisa 900 ribu hingga 1 juta yang dapat divaksin, hitungan ini menurutnya sebagai target, tapi ini perlu waktu, dan perlu manajemen lapangan yang baik, serta hal ini pula selalu disampaikannya ke Menteri Kesehatan RI (Budi Gunadi Sadikin).

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam menanggapi pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat luas, mengatakan bahwa sesuai dengan yang apa disampaikannya dari awal, yaitu yang pertama memang diprioritaskan menerima vaksin terlebih dahulu adalah tenaga kesehatan (dokter, perawat, dsb).

Kemudian yang menerima nanti berikutnya, dikatakannya adalah TNI-POLRI dan pelayanan publik serta masyarakat. Adapun pelaksanaannya direncanakan nantinya bersamaan di sekitar pertengahan Februari 2021.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia, meskipun bila nantinya sudah divaksin, bahwa kita semua tetap jangan lupa protokol kesehatan yang tetap dijaga secara disiplin.

“Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak itu penting, karena kuncinya juga ada disitu. Selain vaksinasi, kunci yang kedua adalah menjaga protokol kesehatan, hindari kerumunan, kurangi mobilitas kemana-mana, saya kira itu,” imbuh Presiden Joko Widodo. (IM)

 

Sumber : Youtube Breaking News TVOne

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: