Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat Tajam, Melalui 2 Kali Hasil Laboratorium

Pasien Sembuh Bertambah Pesat, Kasus Positif Covid Mencapai 6.760
21 April 2020
Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Pemerintah Melarang Masyarakat Mudik
23 April 2020
Show all

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat Tajam, Melalui 2 Kali Hasil Laboratorium

Wartaperawat.com – Kabar baik terus menjadi perhatian bagi masyarakat atas perkembangan penanganan Covid-19 dalam hal penyembuhan pasien.

Berdasarkan penjelasan pemerintah update data Covid-19 pada Selasa, 21 April 2020. Total jumlah pasien sembuh dari Covid-19 meningkat tajam hari ini, yakni 842 orang.

Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengumumkan update data Covid-19. Perhari ini hingga pukul 12.00 ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 375 total 7.135 pasien, sembuh bertambah 95 pasien total 842, dan pasien meninggal bertambah 26 total 616.

“Sebaran pasien sembuh DKI 286 orang dengan kriteria klinis membaik, tidak ada keluhan, serta pemeriksaan laboratorium 2 kali dengan hasil negative, Jatim 100 orang, Sulawesi Selatan 73 orang, Jabar 75 orang, Jateng 51 orang, sisanya tersebar di 29 provinsi,” kata dr. Achmad pada konferensi pers di gedung BNPB, Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Penambahan jumlah pasien sembuh tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini telah menambah jumlah laboratorium, sudah ada 37 laboratorium yang sudah aktif.

Sementara itu sudah ada 503.701 spesimen yang diperiksa, 46.173 kasus sudah diperiksa dengan hasil positif 7.135, negatif 39.038.

Dari pemeriksaan ini berdasarkan jumlah pasien maka akumulasi data pasien yang dihimpun dari seluruh Dinkes Provinsi kita dapatkan 186.330 orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) 16.763. Angka ini yang kemudian akan kita jadikan prioritas untuk pemeriksaan laboratorium,” ujar dr. Achmad.

Seluruh provinsi dan 257 kabupaten/kota sudah terdampak Covid-19. Maka dari itu sebagai langkah pencegahan yang harus dilakukan adalah memutus rantai penularan, salah satunya dengan tetap tinggal di rumah.

“Banyak orang tanpa gangguan yang tidak bisa kita bedakan dengan yang ada gejala. Hindari kerumunan orang, jangan naik kendaraan umum yang penuh penumpang,” ungkapnya. (IM)

 

Sumber : Berita dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI

Foto : Antara

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: