DPW PPNI Bangka Belitung Sukses Gelar ToT Terintegrasi

Perawat Sukses Terlibat Di Asian Games 2018, Namun Minimnya Apresiasi
3 September 2018
Fahira Idris : Perjuangan Bela Perawat, Lebih Baik Di Dalam Sistem
5 September 2018
Show all

DPW PPNI Bangka Belitung Sukses Gelar ToT Terintegrasi

Wartaperawat.com – Upaya penguatan organisasi profesi yang dilakukan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) masih diminati oleh pengurus yang ada di daerah. Tentunya informasi dan pengetahuan yang dimiliki dari pengurus pusat dapat berbagi kepada pengurus laiinnya, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perawat pada umumnya.

Melalui keinginan bersama, akhirnyaTraining of Trainer (TOT) Terintegrasi ke-27 digelar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang melibatkan 200 peserta yang mewakili Pengurus DPW, DPD, dan DPK se-Provinsi Kepulauan Babel di Hotel Puncak Lestasi Kota Pangkal Pinang, 1-2 September 2018.

Azwani, S.Kep., M.Kes Ketua DPW PPNI Provinsi Kepulauan Babel dalam sambutannya, Sabtu (1/09/18) mengharapkan agar kegiatan training digunakan dengan sebaik-baiknya untuk dapat menyerap berbagai ilmu pengetahuan dan informasi penting yang akan sangat berguna bagi pengurus di semua level baik DPW, DPD, hingga DPK dalam memberikan pelayanan kepada semua anggotanya.

Pada kesempatan itu, Azwani juga menyampaikan penghormatan yang tinggi kepada Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, S.Kp., SH., M.Kep dan Sekjen DPP PPNI DR. Mustikasari, S.Kp., MARS serta tim Trainer, termasuk drg. Mulyono Susanto, M.H.S.M. selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel, yang turut mendorong penguatan organisasi di tingkat Wilayah hingga ke tingkat Komisariat.

Kepada Panitia yang dimotori oleh Kurniawan dan Sumaili yang masing-masing adalah Sekretaris dan Bendahara DPW PPNI Kepulauan Babel serta panitia lainnya, Azwani mengucapkan terima kasih, atas kinerjanya dalam menyiapkan acara yang akan berlangsung dalam dua hari.

Mustikasari dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wahana dalam berbagi ilmu pengetahuan dan sekaligus upaya penguatan (empowering) organisasi. Metode training akan lebih ditekankan pada simulasi, role play, dan praktik langsung terkait berbagai hal dalam lingkup organisasi PPNI.

Ia menerangkan bahwa peserta akan dibagi ke dalam 5 kelompok dengan pembidangannya masing-masing. Kelompok 1 (Diklat dan Sistem Informasi dan Komunikasi), Kelompok 2 (Keorganisasian, Etik, Hukum) , Kelompok 3 (Kesejahteraan dan Pelayanan), Kelompok 4 (Kesekretariatan, Kebendaharaan, dan Kerjasama Dalam Negeri,) dan Kelompok 5 (Bidang Penelitian dan Kerjasama Luar Negeri).

Sekjen juga menjelaskan adanya keterlibatan 15 Trainer DPP PPNI diturunkan untuk membantu percepatan sosialisasi berbagai kebijakan dan produk PPNI, sekaligus memberikan penguatan agar pengurus dapat memberikan pelayanan kepada anggota dan masyarakat dengan lebih baik lagi, sehingga PPNI makin dicintai oleh anggotanya.

“Saya amat berharap agar peserta yang telah terbagi menurut kelompok-nya masing-masing tidak berpindah pada kelompok lainnya, selama kegiatan training berlangsung,” demikian harapan Mustikasari kepada semua peserta yang hadir.

Ia juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kadinkes Prov Kepulauan Babel yang terus bergandengan tangan dengan organisasi profesi, khususnya PPNI dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Demikian Mustikasari mengakhiri sambutannya.

Sambutan terakhir dan sekaligus membuka acara training disampaikan oleh Kadinkes Kepulauan Babel drg. Mulyono Susanto, M.H.S.M. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa masalah bersama dihadapkan pada masyarakat yang semakin cerdas dan kritis, oleh karenanya sinkronisasi antar pengurus PPNI semua level perlu diupayakan.

Disamping itu, Ia jelaskan bahwa pemahaman akan peran yang harus dilakukan PPNI juga harus ditanamkan, termasuk kemitraan PPNI dengan Pemerintah dan dengan OP lainnya harus tetap dijaga, agar terjadi sinergitas dalam menjawab dan menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di masyarakat.

Khusus terkait adanya Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Perawat (BBHAP), Kadinkes ini menyampaikan apresiasi, atas keseriusan PPNI dalam melakukan advokasi dan peran hukum lainnya, sebab meningkatnya kesadaran dan literasi hukum masyarakat perlu dijawab dengan tepat.

Acara yang diawali dengan Seminar Hukum Keperawatan itu, dimulai pada jam 9:00 WIB, dilanjutkan dengan kegiatan training pada jam 13.00 WIB dan berakhir hingga esok harinya.

Antusias peserta yang hadir, menunjukan kecintaan mereka terhadap organisasi profesi wadah dimana mereka bernaung. (RA)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: