DPP PPNI Mengintruksikan Untuk Dukung & Mengikuti Program Vaksin Covid-19

DPP PPNI Mengedukasikan Penerapan Askep Berbasis 3 S
6 Januari 2021
Upaya DPP PPNI Dalam Meningkatkan Peran Perawat Di Area Kesehatan Sekolah
8 Januari 2021
Show all

DPP PPNI Mengintruksikan Untuk Dukung & Mengikuti Program Vaksin Covid-19

Wartaperawat.com – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) secara konsisten dan mendukung atas program Pemerintah dalam pemberian vaksin Covid-19 bagi masyarakat luas.

Untuk itulah, Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah bersama Sekretaris Jenderal DPP PPNI Mustikasari mengintruksikan kepada para Pengurus di berbagai level kepengurusan dan Anggota PPNI seluruh Indonesia, untuk mendukung dan mengikuti program vaksin Covid-19 serta memberikan edukasi/pemahaman pada masyarakat untuk mensukseskan program ini.

Diberbagai kesempatan maupun di media massa, Ketua Umum DPP PPNI secara kontinyu menyampaikan pesan khusus berkaitan pemberian vaksin Covid-19 terhadap masyarakat keperawatan.

“Mengajak segenap saudara semua, teman sejawat, saudara-saudaraku se-rahim profesi, tentu kita bersatu untuk mendukung program pemerintah dalam mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ungkap Harif Fadhillah, saat menjadi Keynote Speaker pada Daily Zoominar DPP PPNI episode 190, melalui kanal Youtube Bapena PPNI, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, dilakukannya vaksinasi tersebut untuk dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pandemi di muka bumi ini. Jadi ada 4 hal yang perlu dilaksanakan, yang pertama Perilaku hidup sehat, kedua Melakukan tracing dan tracking, ketiga Treatment atau pengobatan yang berkualitas serta yang keempat adalah Vaksin.

“Empat hal ini harus berjalan bersama-sama, empat ini tidak boleh saling meniadakan, tapi harus berjalan bersama-sama,” sebutnya.

Diungkapkannya, hampir negara-negara di seluruh dunia saat ini berebut untuk mendapatkan vaksin. Jika berbicara yang berkaitan halal dan haramnya, beberapa negara Islam diantaranya : Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Turki dan sebagainya sudah melaksanakan vaksin Covid-19.

“Walaupun jenis vaksin berbeda, namun produksi dari perusahaan yang sama dan dari negara yang sama pula,” terang Harif Fadhillah.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada teman-teman semua untuk tidak termakan isu hoax yang tidak bertanggung jawab tentang vaksin tersebut,” imbuhnya.

Disamping itu, Harif Fadhillah menyampaikan bahwa dirinya juga sudah menyatakan siap untuk divaksin pertama kalinya, dan mudah-mudahan pemberian vaksin akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Januari ini secara bersama-sama dengan Bapak Presiden Joko Widodo dan tokoh-tokoh lainnya.

Ditambah lagi, jika dilihat dari segi kesehatan, bahwa memang diketahui perawat-perawat yang bekerja di pelayanan itu sangat rentan dalam konteks penyebaran atau penularan dari paparan virus Covid-19.

“Kita tahu dalam ilmu kesehatan, masuknya suatu penyakit itu terdiri dari tiga faktor, yaitu faktor Influensinya, daya tahan kita, dan lingkungannya,” ucap Harif Fadhillah.

Diterangkannya pula, bagaimana kalau perawat berada pada lingkungan yang sangat rentan, yang menangani banyak pasien Covid-19, tentunya akan merasa lebih rentan atau berisiko jika dibandingkan dengan orang yang hanya sedikit bertemu dengan pasien Covid.

Dijelaskannya, bahwa virus Covid-19 ini juga termasuk virulensinya tinggi, makanya diperlukan kesiapan dan kesigapan terhadap daya tahan tubuh perawat agar tidak mudah jatuh sakit.

“Sebenarnya hal ini termasuk di dalam Teori Kesehatan, yang sejak awal kita dapatkan atau diterima disaat semester pertama, baik di Akademi Keperawatan maupun di Program Studi Ilmu Keperawatan. Jadi kita harus kembali berpikir kembali sebagai seorang tenaga kesehatan harus berpikiran seperti ini,” tuturnya.

Harif Fadhillah mengatakan bahwa memang manfaat vaksin Covid-19 ini untuk individu dan juga berdampak di sekitarnya. Jadi kalau kita sendiri divaksin, maka daya tahan tubuh kita meningkat atau kebal, disamping itu jika jumlah yang divaksin lebih banyak akan berdampak baik pula terhadap yang tidak divaksin.

“Jika jumlah orang yang divaksin lebih dari 60% di suatu masyarakat atau negara, maka ada teori mengatakan akan terjadi yang namanya lintas proteksi, yang mana akan memberikan kekebalan bagi mereka yang tidak divaksin. Tentu inilah sebuah harapan terhadap solusi dalam mengatasi pandemi agar dapat dilewati dengan baik,” jelasnya.

“Memang kita harus menunggu BPOM (Badan Pengawasan Obat & Makanan) untuk diclear, tapi saya punya keyakinan saatnya nanti BPOM akan menclearkan, karena memang sampai saat ini belum selesai,” tambahnya.

Harif Fadhillah berharap jangan ada anggapan yang bersifat politik terhadap program vaksin ini, namun dirinya berprinsip bahwa bagaimana cara menyelamatkan perawat. Setiap hari yang dirasakannya kesedihan, dikarenakan melihat laporan-laporan dari daerah adanya pertambahan jumlah perawat yang meninggal maupun yang terinfeksi kembali Covid-19.

Diharapkannya juga, agar disadari oleh rekan perawat semua, tolong dipikirkan bersama-sama, kapan sekiranya kita akan keluar dari pandemi ini, namun saat ini sudah ditemukan adanya harapan yang baik tersebut melalui ketersediaan vaksin.

Untuk itulah, Harif Fadhillah menginginkan agar semua perawat mensukseskan program pemberian vaksin, terutama bagi teman yang memberikan pelayanan langsung, dan diharapkannya pula kepada semua perawat agar sudah masuk di dalam daftar yang akan menerima vaksin.

“Melalui vaksin itu diharapkan kita bisa membuat kekebalan individu maupun kekebalan kelompok atau masyarakat, dan semakin cepat lepas dari pandemi ini. Kita dapat melaksanakan proses berkeluarga kita kembali dengan baik, yang saat ini proses keluarga kita terganggu. Selain itu, walaupun vaksin sudah ada, namun protokol kesehatan dan PPI (Pencegahan, Pengendalian, Infeksi) di tempat kerja harus kita patuhi,” pungkasnya. (IM)

 

Sumnber : Sekretariat DPP PPNI

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: