fbpx

Platform SATUSEHAT Mendapatkan ISO 27001:2013 : Diakui Internasional, Mengintegrasikan Data Untuk Yankes

3 Pengurus DPP PPNI Raih Doktor Ilmu Keperawatan, Aprisunadi : Saling Menguatkan & Berjuang Untuk PPNI
7 Agustus 2023
Dirjen Kesmas Kemenkes : Sangat Membutuhkan Dukungan Agar Ibu Memberikan ASI Eksklusif
9 Agustus 2023
Show all

Platform SATUSEHAT Mendapatkan ISO 27001:2013 : Diakui Internasional, Mengintegrasikan Data Untuk Yankes

Wartaperawat.com – Melalui berbagai cara diterapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam rangka memberikan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat.

Sehubungan dengan Platform SATUSEHAT milik Kemenkes RI telah berhasil mendapatkan ISO 27001:2013. Dengan demikian platform tersebut telah resmi diakui secara internasional oleh 100 negara.

Sertifikat ISO 27001:2013 atas platform SATUSEHAT diserahkan langsung oleh PT CBQA Global Indonesia kepada Pusdatin-DTO di gedung Kemenkes, Jakarta.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan platform SATUSEHAT merupakan salah satu wujud transformasi sistem kesehatan di bidang teknologi kesehatan. Platform ini mengintegrasikan suatu big data yang dibutuhkan untuk layanan kesehatan.

“Kita integrasikan antara data-data pasien di rumah sakit, di Puskesmas, di klinik, dan di laboratorium kesehatan masyarakat, sehingga pasien bisa dengan mudah mengakses riwayat kesehatanya di fasilitas kesehatan yang berbeda,” katanya pada Sosialisasi Dashboard SATUSEHAT dan Serah Terima ISO 27001:2013 di gedung Kemenkes, Jakarta

ISO 27001 ini menunjukkan bahwa secara manajemen dari pengelolaan dan pengamanan platform SATUSEHAT sudah berstandar Internasional. Hal ini, menurutnya, satu langkah besar untuk menunjukkan bahwa SATUSEHAT sudah aman.

“Kita tetap harus melakukan terus-menerus evaluasi dan juga perbaikan-perbaikan sehingga rasa aman dan nyaman bagi masyarakat itu tercipta, dan kondisi kalau ada sesuatu yang merugikan itu bisa kita kendalikan,” sebut Sekjen Kunta.

Chief Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes Setiaji mengatakan Kementerian Kesehatan berkomitmen mengintegrasikan data 11 ribu fasilitas kesehatan. Saat ini sudah sekitar 150 fasilitas kesehatan yang secara live mengirimkan datanya dan sudah disajikan ke dalam dashboard SATUSEHAT.

Dalam dashboard itu berisikan data-data pelayanan kesehatan sehingga pemerintah daerah maupun fasilitas kesehatan bisa mengakses data tersebut. Seperti halnya pada saat COVID-19 Indonesia punya dashboard data vaksin yang bisa diakses bersama-sama.

“Untuk mengamankan data-data platform SATUSEHAT, tahun ini Kemenkes telah melakukan inisiasi untuk mensertifikasi platform tersebut menggunakan ISO 27001. Sertifikasi tersebut memastikan bahwa pengelolaan data dan pengamanan data yang ada di platform SATUSEHAT telah menggunakan standar yang diakui secara internasional,” ucap Chief Setiaji.

Dalam proses mendapatkan ISO 27001 dilakukan penyusunan mulai dari perencanaan, asesmen, dan review. Setelah melalui proses tersebut telah dinyatakan bahwa platform SATUSEHAT milik Kemenkes  telah lulus mendapatkan sertifikat ISO 27001.

“Penting bagi kita, pertama, menginformasikan ke masyarakat bahwa platform SATUSEHAT sudah mengikuti standar prosedur keamanan yang baik. Kemudian ini juga kita informasikan ke masyarakat mengenai pentingnya informasi data yang bisa diakses melalui SATUSEHAT,” jelasnya.

Direktur PT CBQA Global Indonesia Anwar Siregar menjelaskan platform SATUSEHAT ini sudah aman dan bisa diakses baik nasional maupun internasional. Harapannya platform SATUSEHAT ini menjawab kebutuhan masyarakat terkait bagaimana rekam medis mereka bisa diakses kapanpun dan di manapun, serta masyarakat merasa data mereka betul-betul terjamin keamanannya.

ISO 27001:2013 ini bukan tahapan akhir dan bukan menunjukkan semuanya baik-baik saja, melainkan hal ini sebagai langkah awal menuju pengamanan yang lebih baik lagi.

“Sertifikat ISO 27001:2013 yang diperoleh Kemenkes ini tidak hanya berlaku di Indonesia, tapi juga diakui di 100 negara. Kami mengucapkan selamat atas tersertifikasinya platform SATUSEHAT denga ISO 27001:2013,” imbuh Anwar. (IM)

 

Sumber : Berita & foto dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: