Pemerintah Berikan Penghargaan Bagi Pejuang Kemanusiaan & PPNI Jadi Komunikatornya

Pemerintah Realisasikan Santunan Bagi Nakes Yang Wafat Dalam Penanganan Covid-19
2 Juli 2020
DPP PPNI Berkontribusi Dalam Mempermudah Penyaluran Insentif Untuk Perawat
4 Juli 2020
Show all

Pemerintah Berikan Penghargaan Bagi Pejuang Kemanusiaan & PPNI Jadi Komunikatornya

Wartaperawat.com – Melalui kerja sama dan saling memberikan dukungan dari berbagai pihak, hingga akhirnya santunan bagi tenaga kesehatan yang wafat dalam penanganan Covid-19 dapat tersalurkan.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) turut andil dalam memfasilitasi dan turut membantu dalam melengkapi berbagai persyaratan-persyaratan agar penyaluran santunan dapat terlaksana dengan baik sesuai keinginan bersama.

Bahkan Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah dilibatkan untuk mendampingi Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene bersama Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, termasuk Ketua Umum PB IDI Daeng Mohammad Faqih menyerahkan piagam penghargaan dan santunan kepada Ahli Waris dari tenaga kesehatan yang wafat.

Sekretaris Tim Penanganan Covid-19 PPNI Asep Gunawan dan Ketua DPW PPNI DKI Jakarta Jajang Rahmat turut menghadiri kegiatan tersebut di Aula Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSPUN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

“Pada hari ini, kami memberikan penghargaan bagi pahlawan kemanusiaan, pahlawan kesehatan kita yang meninggal demi menyelamatkan anak bangsa. Tanpa disadari mereka (perawat yang wafat) juga ikut terpapar. Untuk itulah kami memberikan penghargaan, walaupun tidak setimpal dari apa yang mereka lakukan dan perjuangkan,” ungkap Felly Estelita Runtuwene usai menyerahkan santunan.

“Inilah bentuk kami dari pemerintah untuk memberikan penghargaan tinggi dan juga rasa turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kehilangan keluarga mereka (ahli waris) pula,” lanjutnya.

Selaku Ketua Komisi IX DPR RI juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengupayakan dan mengusulkan yang berkaitan dengan insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

“Kami justru memang dari awal meminta, mendorong, membicarakannya di Komisi dan mengusulkan kepada mitra kami (Kementerian Kesehatan). Tentunya dalam hal ini pemerintah menanggapi secara positif dan akhirnya terlaksana. Kalau angka-angkanya (besaran insentif) mereka yang mengatur dan ini sudah dilakukan pemerintah,” terangnya.

Felly juga menjelaskan bahwa pemerintah telah benar-benar melakukannya, walaupun ada sedikit permasalahan pada waktu lalu, yang hingga urusannya ke pengadilan, dikarenakan aturan lain dan sebagainya.

“Tapi sekali lagi jangan dilihat dari sisi itu, kita harus melihat bahwa ini merupakan bentuk perhatian pemerintah yang selalu dan tidak akan lepas dari kemasyarakatan,” imbuh Felly Estelita Runtuwene saat mengakhiri penjelasannya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Ahli Waris dari perawat yang wafat turut menyampaikan terima kasih atas pemberian santunan yang baru saja diterimanya.

“Kami selaku keluarga korban Covid-19 tenaga medis yang gugur, mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kesehatan Bapak Terawan dan juga kepada PPNI. Organisasi yang selama ini selalu mensupport bagi para keluarga untuk diberikan hak-haknya termasuk almarhumah yang telah gugur dalam menangani wabah Covid-19 ini,” ucap Syahrul Rahmadi.

“Harapan kedepannya, semoga wabah Covid ini menghilang, keadaan cepat kembali normal lagi dan tidak ada lagi korbannya,” kata Syahrul, yang merupakan suami dari almh. Ninuk Dwi Pusponingsih dari RSCM Jakarta.

Ada 4 Ahli Waris dari keluarga perawat yang menerima santunan di acara tersebut yaitu Mulatsih (Perawat RS AL Marinir Cilandak), Ninuk Dwi Pusponingsih (Perawat RSCM), Adharul Anam (Perawat RS Mitra Keluarga Kelapa Gading) dan Heri Soesilo (Perawat RSPI Prof. Sulianti Saroso Jakarta).

Sementara itu 5 keluarga perawat yang menerima santunan sebelumnya diantaranya : Ahli Waris Perawat Agus Indarto dari RS dr. Oen Solo Baru dan Nuriah Kurniasih dari RS dr. Kariadi Semarang, Rabu (3/6/2020)., Ahli Waris Perawat Sri Agustin dari RSUD Sidoarjo Jatim, Rabu (24/6/2020)., dan Ahli waris Perawat Novera dan Sugiarto dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (30/6/2020). (IM)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: