Nakes Ikuti SOP, Siap Layani Kesehatan Atlet Asian Games XVIII

Yusuf Djamili Sah Jadi Jadi Ketua DPD PPNI, PAW Periode 2016-2021
25 Juli 2018
Minta Do’a Restu, Ketua DPD PPNI Kota Bekasi Jadi TKHI 1439 H
27 Juli 2018
Show all

Nakes Ikuti SOP, Siap Layani Kesehatan Atlet Asian Games XVIII

Wartaperawat.com – Tenaga kesehatan (nakes) dalam persiapan pelaksanaan kegiatan Asian Games XVIII 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang, telah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya termasuk sarana penunjang pelayanan kesehatan lainnya.

Kementerian Kesehatan RI sudah mempersiapkan tenaga kesehatan bagi para atlet yang akan bertanding nantinya termasuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan mengandalkan tenaga kesehatan yang terlatih dan berkompeten diharapkan permasalahan kesehatan para atlet dapat teratasi dengan baik.

Tentunya tenaga kesehatan yang akan bertugas telah mendapatkan Standard Operating Procedure (SOP) sehingga pada saat pelaksanaan nantinya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

Tersedianya tiga jenis sarana kesehatan di area pertandingan dan tempat tinggal atlet, terdiri dari 140 medical station berupa posko kesehatan yang berada di dalam arena pertandingan dan dekat dengan atlet. Pada setiap nomor cabang olahraga ada 1 medical station.

Keberadaan tenaga medis atau tenaga kesehatan yang ditentukan berdasarkan kebutuhan dan jenis cabang olahraga. Pelayanan yang akan diberikan diantaranya :  pelayanan gawat darurat, fisioterapi, ambulans, dan fasilitas anti-doping termasuk berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan.

Nantinya disediakan 3 Medical Center, yakni berupa posko kesehatan yang berada di luar arena pertandingan dan masih dalam satu kompleks arena pertandingan. Disiagakannya pula dokter umum, terapis, tenaga kesehatan, dan 1 ambulans.

Bentuk pelayanan yang diberikan berupa pelayanan gawat darurat, pelayanan ambulans, dan pelayanan rujukan.

Sarana kesehatan lainnya adalah 2 Poliklinik, yakni posko kesehatan di lingkungan kompleks wisma atlet dan beroperasi 24 jam. Petugas yang disiagakan adalah dokter spesialis, apoteker, asisten apoteker, perawat, dokter umum, fisioterapis, ambulans, perekam medis, petugas radiologi, dan petugas non kesehatan.

Jenis pelayanan yang disiapkan adalah pelayanan gawat darurat, fisioterapi, laboratorium, pelayanan gawat darurat pada kesehatan mata, pelayanan gawat darurat masalah gigi, pelayanan kesehatan khusus (panggilan), ambulans, fasilitas anti-doping, dan rumah sakit rujukan.

Adapun SOP penanganan kecelakaan atau masalah kesehatan jika terjadi di dalam tempat latihan atau arena pertandingan akan langsung ditangani atau dilakukan pertolongan pertama oleh tenaga medis dan tenaga kesehata yang siaga di medical station. Jika luka yang dialami atlet itu parah, setelah dilakukan pertolongan pertama akan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat dengan disupervisi oleh dokter spesialis kedokteran olahraga. Selanjutnya dilakukan pemantauan hingga atlet pulih.

Berkaitan dengan SOP penanganan di wisma atlet, jika atlet mengalami kecelakaan di kompleks wisma altet, pertolongan pertama langsung dilakukan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan di poliklinik. Seandainya bila ada atlet terluka parah akan dirujuk langsung ke rumah sakit terdekat, dan akan dilakukan pemantauan hingga atlet pulih.

Melalui persiapan tenaga kesehatan yang sesuai dengan prosedurnya, diharapkan dapat memberikan hasil yang baik dibidang kesehatan dan mendapatkan pujian dari negara peserta. (IM)

 

Sumber : Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: