fbpx

Masjid Al-Falah Jaktim Konsisten Jaga Daging Kurban Tetap Higienis & Berdayakan Anak Remaja

Peraturan Menkes RI No.7 Tahun 2024 Tetapkan Biaya Urus STR Gratis & Berlaku Seumur Hidup
19 Juni 2024
Poli Rehabilitasi Menjadi Layanan Yang Ramai Dikunjungi Pasien Jemaah Haji, Bagian Tim KKHI
20 Juni 2024
Show all

Masjid Al-Falah Jaktim Konsisten Jaga Daging Kurban Tetap Higienis & Berdayakan Anak Remaja

Wartaperawat.com – Dalam menjaga kualitas daging kurban agar tetap baik sebelum disalurkan kepada yang berhak menerimanya terus direalisasikan.

Sehubungan hal itu, Masjid Al-Falah yang terletak di Jalan Bambu Apus Raya No.55 Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta masih konsisten untuk menjaga kualitas daging kurban.

Keterlibatan pihak terkait untuk mengetahui kesehatan daging kurban sebelum didistribusikan menjadi hal yang terpenting, namun masih terbatasnya petugas kesehatan hewan menjadi kendala bersama.

“Alhamdulillah… tahun ini jumlah hewan kurban di Masjid Al-Falah ada kambing dan domba 29 ekor, kemudian sapinya 8 ekor, memang kalau secara kuantitas, jumlahnya menurun dibandingkan tahun yang lalu,” terang Haiban Hadjied di halaman Masjid Al-Falah, Senin (17/6/2024).

“Bagi kami, tidak ada masalah, karena saya melihat banyak sekali musholah-musholah sekitar sini yang menyelenggarakan program seperti ini,” lanjutnya.

Menurutnya, justru hal ini meringankan bagi Masjid Al-Falah, dikarenakan ada beberapa musholah di sekitarnya tidak menyelenggarakan sholat Ied Adha, tapi melaksanakan penerimaan dan penyaluran hewan kurban juga.

Sementara untuk kepanitiaan, memang untuk sekarang ini lebih mengutamakan kepada anak-anak muda terutama RISMAF (Remaja Masjid Al-Falah) yang dilibatkan.

“Makanya kita lihat tadi kan semuanya anak-anak muda RISMAF yang terlibat, saya tekankan kepada mereka semuanya baik laki atau perempuan sama saja,” ungkapnya.

“Yang laki-laki harus berani motong kambing, motong sapi, kemudian juga harus bisa ngulitin, nyincang termasuk motong daging kurbannya,” sambung Haiban Hadjied.

Ditambahkannya, untuk perempuan yang dilibatkan juga harus begitu, nantikan mereka akan menjadi ibu rumah tangga, maka mereka harus tahu bagaimana cara memisah-misahkan daging, kemudian membaginya sekaligus mempackingnya.

Jadi dengan melibatkan anak-anak muda dikatakannya, supaya mereka juga punya keahlian. Bahkan sudah 5 tahun terakhir ini mereka sudah pada pintar terutama ngulitin kambing, jika ngulitin sapi memang perlu keberanian dan juga cukup waktu untuk belajarnya.

Disampaikannya, kalau untuk ngulitin kambing mereka yang lelaki itu sudah lulus atau bagus termasuk cara motong dan nyincangnya, kebetulan untuk potong daging terutama tulang menggunakan mesin sehingga hasil potongannya lebih baik.

Berkaitan dengan penggunaan besek bambu, diucapkannya memang bertujuan untuk meminimalisir penggunaan plastik, disamping itu secara kesehatan ternyata dengan menggunakan besek bambu dan daun jati itu lebih higienis, dimana kebetulannya juga di halaman Masjid Al-Falah banyak sekali pohon jati sehingga tidak ada masalah ketersediaannya.

“ini sangat bagus, karena darah pada dagingnya langsung jadi kering, kalau misalnya pakai plastik daging itu akan mudah lembab, nah itu kemungkinan untuk tumbuh bakterinya lebih cepat,” tuturnya.

Dijelaskannya, melalui penggunaan daun jati dan besek bambu itu berdampak dagingya juga jadi lebih kering dan lebih higienis, bahkan kalau mau disimpan di kulkas tidak bermasalah, yang penting pembungkus maupun daunnya dirapatkan kemudian bersama besek bambu sudah dapat disimpan di dalam kulkas.

Dirinya juga berterus terang dan mengucapkan rasa terima kasih kepada para pengurban, yang sudah memberi kepercayaan untuk berkurban di Masjid Al-Falah, dikarenakan hal ini adalah suatu kepercayaan dan amanah untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Teriring doa mudah-mudahan kurbannya diterima oleh Allah SWT, dan setiap darah dan bulunya akan dicatat sebagai penambah timbangan kebaikan. Insya Allah tidak ada amalan yang utama terbaik di hari Idul Adha kecuali berkurbam. Mudah-mudahan rejekinya bertambah lagi dan tahun depan bisa berkurban lagi,” pungkasnya.

Sementara petugas dari pihak terkait yang mengamati prosesi pemotongan hewan kurban terutama kesehatan daging kurban, turut mengapresiasi atas upaya yang dilakukan panitia kurban 1445 H Masjid Al-Falah.

“Nama saya Hendri Sutedjo, saya ditugaskan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta dalam rangka pelaksanaan hewan kurban tahun 2024,” ucapnya.

“Saya ditugaskan di Masjid Al-Falah ini. Setelah kita lihat, Alhamdulillah… tempat untuk pemotongan ini memenuhi syarat. Saya lihat juga ada tenda sudah bagus terpasang disini,” ujar Hendri Sutedjo.

Dikaguminya, untuk kambing-kambing yang sudah dipotong langsung digantung, dan juga bagi para panitia yang bertugas untuk memisahkan daging juga sudah bagus, dimana mereka di sini sudah menggunakan sarung tangan dan alas daging yang sudah dipotong juga disediakan.

Kemudian untuk kemasan atau pembungkus daging kurban sudah bagus, yang mana tidak menggunakan plastik, melainkan pakai besek bambu.

Untuk proses pemotongan ini juga menurutnya sudah bagus, dilihatnya tempat pemotongan dengan daging dan jeroan itu terpisah tempatnya.

Sementara kualitas daging hewan kurban menjadi perhatiannya terutama pada bagian hati dan organ lainnya.

“Saya lihat kualitas dagingnya bagus, sebenarnya juga kita lakukan pemeriksaan antemortem. Jadi menurut saya hewan kurban di Masjid Al-Falah Alhamdulillah sehat,” tutupnya. (IM)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: